GoalPedia: Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Turnamen Toulon

Turnamen Toulon mencetak banyak legenda dan Indonesia baru ambil bagian setelah 44 edisi turnamen ini diadakan.


OLEH    FARABI FIRDAUSY     Ikuti di twitter


Tim nasional Indonesia U-18 secara mengejutkan bakal ambil bagian dalam turnamen usia muda bergengsi, Turnamen Toulon, di bagian selatan Prancis. Partisipasi Indonesia bisa disebut mengejutkan karena merupakan yang pertama kali sejak turnamen tersebut digelar pada 1967.

Terlebih, turnamen dengan nama resmi Festival Espoirs de Toulon ini umumnya diikuti timnas kelompok usia U-21, namun Indonesia memastikan bakal mengirim timnas U-18 arahan pelatih Indra Sjafri pada turnamen ini. Sebagai bagian persiapan Piala AFF U-18 di Myanmar, September nanti.

Lebih jauh, Turnamen Toulon adalah sebuah ajang yang unik dan banyak melahirkan talenta dunia. Unik karena turnamen ini tak berada di bawah asosiasi FIFA atau UEFA secara resmi, namun mendapat pengakuan bergengsi dan bisa membuat timnas usia muda dari belahan dunia saling bertemu. Dan sebenarnya, tak ada batasan pasti soal partisipan usia pemain di ajang ini.

Saat pertama kali dihelat pada 1967, Turnamen Toulon menyertakan klub sebagai partisipan, namun sempat vakum dan digelar kembali pada 1974, diubah menjadi skala timnas usia muda dan disebut sebagai Piala Dunia tak resmi karena banyak melahirkan calon legenda dunia dan mempertemukan tim dari seluruh belahan dunia.

Prancis sebagai tuan rumah paling banyak meraih gelar di ajang ini, sebanyak 12 kali. Bintang Les Blues dari hajatan ini antara lain David Ginola, Thierry Henry, Hugo Lloris, Steve Mandanda, Kevin Gameiro dan masih banyak lagi. Cristiano Ronaldo yang menyabet empat kali Ballon d’Or pun pernah membela Portugal di Turnamen Toulon 2003.

SIMAK JUGA – Timnas U-19 Ogah Kebanyakan Uji Coba

Indonesia akan ikut gelaran ke-45 turnamen ini dan bersaing dengan sebelas negara lain seperti Wales, Pantai Gading, Skotlandia, Prancis, Inggris, Jepang, Republik Ceko, Bahrain, Kuba, Australia dan Angola. Sama seperti Indonesia, Wales, Kuba dan Bahrain juga ambil bagian untuk pertama kali di turnamen ini.

Australia jadi tim terakhir yang memastikan ikut turnamen ini sehingga total hajatan kali ini diikuti 12 tim yang akan dibagi ke dalam tiga grup, dan pertandingan sendiri dimainkan 2×40 menit. Inggris menjadi juara edisi lalu, membekap Paraguay empat gol tanpa balas dengan pemain Chelsea Ruben Loftus-Cheek dan Lewis Baker menjadi bintang di bawah arahan Gareth Southgate.

Ajang ini layaknya surga mencari para wonderkid, pihak Toulon pun terus memantau perkembangan pemain jebolan turnamen ini dan menginformasikan berita mereka. Umumnya, talenta yang lahir dari turnamen ini menapaki karier bagus di regional masing-masing.

Turnamen Toulon 2017 akan dimulai pada 29 Mei hingga 10 Juni, digelar di enam stadion antara lain Stade De LATTRE, Stade PERRUC, Stade Antoinr Baptiste, Marcel Roustan, Stade Leo Lagrange, Parc des Sports. Bagusnya untuk pemain Indonesia nanti, cuaca di Toulon cukup bersahabat karena merupakan salah satu wilayah yang hangat di Prancis.

SIMAK JUGA – Timnas U-19 Ogah Cuma Jadi Turis Di Prancis

Indonesia direncanakan membawa 21 pemain ke Turnamen Toulon dan saat ini masih dalam tahap seleksi. Bukan untuk jalan-jalan, diharapkan mereka mampu mengukir catatan bagus untuk pertama kalinya di turnamen ini. Turnamen ini pun bersifat undangan dan baru kali ini Indonesia berinisiatif untuk ikut serta.

“Untuk uji coba di Prancis jadi pengalaman berharga pasti. Kami tidak cuma mau jadi turis jalan-jalan di sana. Target dari pemain pasti ingin menang,” ungkap Egy Maulana Vikry salah satu pemain seleksi timnas U-18.