Goal 25 Bantu Motivasi Kurnia Meiga

Meiga masih merasa kehilangan atas kepergiaan sang kakak yang selama ini selalu memberikan motivasi.


LIPUTAN  ABI YAZID  DARI MALANG    Ikuti di twitter


Penjaga gawang Arema FC Kurnia Meiga menjadikan penghargaan Goal 25 sebagai pelecut motivasinya dalam mengarungi Liga 1 2017 setelah ia ditinggalkan sang kakak, Achmad Kurniawan.

Meiga mengungkapkan, kepergiaan AK, sebutan Achmad Kurniawan, yang dipanggil Sang Pencipta membuat ia merasa kehilangan. Selama ini, AK selalu memberikan motivasi agar dirinya bangkit saat terpuruk.

SIMAK JUGA: Gonzales Tak Khawatirkan ‘Marquee Player’ Persib

“Saya berterima kasih kepada Goal Indonesia. Semoga penghargaan ini memberikan motivasi kepada saya agar semakin membaik lagi tahun ini,” jelas Meiga.

“Kalau membicarakan AA (panggilang kepada AK) tidak ada habisnya, karena saya dan dia sudah tiada batas lagi. Saya selalu mendapatkan motivasi dan semangat darinya. Tetapi kini saya harus memotivasi diri saya sendiri.”

“Saya terus berupaya memotivasi kepada diri saya sendiri agar melupakan sebelumnya. Banyak yang meragukan saya, tetapi itu tidak masalah, karena yang terpenting saya bisa menjadikan cambuk untuk koreksi. Semoga tahun ini bisa berprestasi di Liga 1.”

SIMAK JUGA: Goal 25 – Tribute To Achmad Kurniawan

Disinggung tentang pertandingan terbaik yang dijalani tahun lalu, Meiga menyebut laga melawan Vietnam di Piala AFF. Meskipun Indonesia unggul dan mampu menang, Meiga menjalani laga 120 menit di bawah tekanan tuan rumah. Tidak heran, dia menjadi salah satu pemain yang begitu lepas saat melakukan selebrasi pascalaga.

“Kata komentator serangan lawan tujuh hari tujuh malam itu ada benarnya. Kami harus berupaya mempertahankan skor yang sudah kami dapatkan untuk kemudian bisa ke final,” ujar Meiga.

Sementara itu, pelatih kiper Yanuar Hermansyah sangat mengandalkan Meiga tahun ini. Yanuar memuji anak asuhnya itu saat melakukan penyelamatan yang dianggap sebagai aksi sulap.

SIMAK JUGA: Goal 25 – Peringkat 10: Kurnia Meiga

“Meiga kiper terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Saya sudah mengenal dia saat pertama kali datang ke Malang dari Diklat Ragunan. Waktu itu sebagai kiper muda dia banyak menghabiskan waktu berlatih dengan tim akademi Arema asuhan saya. Dia memang sudah memiliki bakat sebagai kiper terbaik,” tegas Begal, sapaan Yanuar.

“Juara Piala Presiden 2017 hadir juga berkat dirinya. Dia melakukan beberapa penyelamatan krusial, salah satunya saat kami menang 5-2 melawan Semen Padang atapun 1-0 melawan Sriwijaya.” (gk-48)