Fondasi Pemain Indonesia Belum Kuat

Danurwindo juga mengungkapkan Indonesia masih kekurangan pelatih berkualitas.


OLEH   MUHAMAD RAIS ADNAN


Direktur teknik PSSI Danurwindo memaparkan beberapa faktor utama yang membuat sepakbola Indonesia masih sulit berkembang. Menurutnya, yang paling dasar adalah belum adanya optimalisasi bakat yang dimiliki para pemain Indonesia. Padahal, jika bicara jumlah, bakat pesepakbola Indonesia disebutnya berlimpah.

“Banyak pemain kita saat dulu dan sekarang belum kuat fondasinya (teknik dasar). Kita pun belum punya cara bermain ataupun filosofi yang cocok dengan materi pemain yang dimiliki,” kata Danurwindo.

“Di Indonesia banyak talenta, tapi tidak dioptimalkan. Padahal, talenta itu hanya sekitar 20 persen dari kemampuan pesepakbola. Sisanya, adalah kerja keras dengan program latihan yang benar dan berkesinambungan,” tambah eks pelatih PSSI Primavera itu.

Hal senada juga dituturkan oleh pelatih timnas Indonesia U-22 Luis Milla Aspas. Untuk urusan teknik dasar usia muda, Indonesia masih jauh ketinggalan. “Ketika pemain sudah masuk kategori U-22, seharusnya kontrol bolanya sudah bagus dan tak perlu diajarkan lagi. Tapi di sini saya masih harus butuh waktu untuk membenahi itu. Tapi para pemain yang ada di timnas U-22 saat ini terlihat bersemangat untuk mengikuti semua arahan kami,” ujar Milla.

SIMAK JUGA: Pemain Timnas U-22 Makin Kuasai Taktik Milla

Di samping itu, hal lain yang membuat sepakbola Indonesia sulit berkembang adalah masih kurangnya jumlah pelatih berkualitas. “Terutama untuk pelatih usia muda. Ini yang sedang kami (PSSI) kejar saat ini. Pembinaan usia muda sebelumnya masih belum terlalu diperhatikan. Maka itu, kami saat ini menyosialisasikan kurikulum sepakbola yang sudah kami susun ke para pelatih sekolah sepakbola bola ataupun usia muda yang ada,” tutur Danurwindo.

SIMAK JUGA: Milla Merasa Beruntung Pernah Melatih Generasi Emas Timnas Spanyol

Selain itu, PSSI juga akan mempromosikan salah satu pelatih berlisensi A AFC, untuk mengambil lisensi Pro AFC. Mengingat, belum ada satu pun pelatih Indonesia yang memiliki lisensi tersebut. Kabarnya, yang akan dipromosikan untuk mengambil lisensi itu adalah para mantan pelatih timnas Indonesia seperti Nilmaizar, Aji Santoso, hingga Rahmad Darmawan.     

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah, masyarakat Indonesia harus mengubah pola pikir menjadi juara secara instan. “Ini yang harus kita sosialisasikan bersama. Jangan hanya mau jadi juara secara instan. Kalau kita menang atau juara tapi enggak punya gaya bermain yang kuat, itu akan percuma. Jadi, pengembangan usia muda ini dilakukan untuk membangun pemain secara individu maupun gaya bermain yang kuat sejak dini,” ucap Ganesha Putra, anggota tim direktur teknik PSSI.