Eks Bek Asing Persija Jakarta Ditangkap Karena Kasus 'Match-Fixing' Di Malaysia

Alan Aciar diduga terlibat pengaturan skor dalam pertandingan MPL 2017.


OLEH   MUHAMAD RAIS ADNAN


Kompetisi Malaysia kembali diwarnai adanya kasus match-fixing pada musim ini. Kali terjadi di level Malaysia Premier League 2017 (kompetisi kasta kedua Liga Malaysia) yang melibatkan klub Malaysia-Indian Football Association (MIFA).

Berdasarkan rilis Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC), mereka telah menangkap tiga pemain MIFA yaitu bek asal Argentina Alan Aciar (29 tahun), kiper Mohd Khairul Izzuwan Saari (26 tahun), dan bek S. Harivarman (27 tahun). Mereka ditangkap setelah menerima uang dari bandar judi untuk memengaruhi hasil pertandingan. 

Jumlah uang yang diterima bervariasi antara 10 ribu ringgit hingga 30 ribu ringgit (sekitar Rp30 juga hingga Rp90 juta). Dari ketiga nama itu, Aciar yang tak asing bagi masyarakat sepakbola Indonesia karena pernah memperkuat Persija Jakarta pada Indonesia Super League (ISL) 2015.

SIMAK JUGA: Persiba Genjot Persiapan Hadapi Persija

Saat ini tiga pemain itu diserahkan kepada pengadilan di Putrajaya. Mereka akan ditahan selama tujuh hari untuk dilakukan pemeriksaan. Pengadilan bisa memperpanjang masa penahanan, jika dirasa perlu mendalami kasus ini lebih serius.

SIMAK JUGA: Bepe Tak Berkembang, Pelatih Persija Beri Pembelaan

“Sebagai presiden MIFA, saya ingin menegaskan kembali saya tidak pernah goyah mempertahankan standar tertinggi integritas dan transparansi dalam pengelolaan tim,” ucap Datuk T. Mohan, presiden MIFA dikutip New Strait Times. 

“Kami datang untuk mengetahui kemungkinan dari beberapa pemain kami yang dipengaruhi oleh kekuatan eksternal untuk menentukan hasil pertandingan. MIFA kemudian menunjuk komite independen untuk menyelidiki tuduhan ini dan temuan komite dilaporkan kepada pihak berwenang yang bersangkutan untuk penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.

Di lain pihak, MACC memastikan bakal menindak tegas pelaku match-fixing di sepakbola. “MACC tidak akan memberi toleransi terhadap ancaman yang merusak reputasi olahraga Malaysia. MACC akan terus menyelidiki pemain yang telah ditangkap, dan mengambil tindakan yang diperlukan,” tegas Datuk Azam Baki, deputi MACC.