Dua Pemain Jadi Korban Di Laga Perdana, Borneo FC Salahkan Wasit

Helder Lobato mendapatkan enam jahitan di kepala, sementara Wahyudi diduga sempat mengalami gegar otak ringan.


OLEH   MUHAMAD RAIS ADNAN


Borneo FC harus membayar mahal raihan satu poin dari kandang PS TNI. Seperti diketahui, laga kedua tim yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (18/04) malam, itu berakhir dengan skor imbang 2-2.

Namun permainan keras yang ditampilkan di laga tersebut membuat dua pemain Borneo menjadi korban. Menyusul, Helder Lobato dan Wahyudi Hamisi mengalami benturan dan cedera di kepalanya.

“Luka di bagian pelapis Helder (Lobato) terbuka lebar dan harus di jahit, untuk menutup lukanya itu diperlukan enam jahitan. Sedangkan Wahyudi Hamisi tadi diduga sempat alami gegar otak ringan, dia juga tadi sempat nggak ingat apa-apa, tapi alhamdulillah perlahan mulai membaik,” kata Luthfi Nanda Amary, fisioterapis Borneo seperti dikutip laman resmi klub.

SIMAK JUGA: Borneo Curi Satu Poin Dari Markas PS TNI 

Borneo sendiri menilai, permainan dan benturan keras yang terjadi di lapangan terus berlangsung lantaran wasit yang memimpin pertandingan tak tegas dalam mengambil keputusan. Protes keras juga kerap dilakukan pihak Borneo lantaran menganggap kepemimpinan wasit yang buruk.

SIMAK JUGA: Gol Lerby Dianulir, Djukanovic Kecam Wasit

“Kami menyayangkan cara wasit memimpin pertandingan, beberapa kali dia membuat keputusan keliru sehingga pemain yang akhirnya jadi korban. Kami tidak tinggal diam, kami akan laporkan segera kejadian ini,” tegas Nabil Husein Said Amin, presiden klub Borneo.

Di sisi lain, Borneo berharap dua pemainnya itu bisa segera pulih dari cedera yang didapatkan. Apalagi mereka akan bertanding kembali ke markas Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 22 April nanti.