Djadjang Nurdjaman Pertimbangkan Latihan Tertutup

Sementara laga uji coba melawan Barito Putera terpaksa dibatalkan dengan alasan kesulitan mendapat tiket pesawat.


OLEH   DONNY AFRONI & PANDU PERSADA


Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mempertimbangkan menggelar latihan tertutup selama Liga 1 2017. Hanya saja, rencana itu akan dilakukan secara tentatif.

Djadjang mengungkapkan, keinginannya itu demi memberikan kenyamanan kepada seluruh pemain, serta kerahasiaan latihan. Sebagai langkah awal, Persib kemarin telah pindah latihan ke Stadion Arcamanik.

SIMAK JUGA: Maitimo Minta Maaf Kepada Persija & Jakmania

Menurut Djadjang, kepindahan tempat latihan dari lapangan Lodaya yang memakai rumput sintetis bukan disebabkan kehadiran duo marquee player Michael Essien dan Carlton Cole, melainkan berdasar masukan pemain lainnnya.

“Keluhan mulai datang bukan hanya dari dua pemain baru, tapi dari pemain lokal juga, karena tidak bagus main lama di rumput sintetis. Aliran bola bagus, tapi tidak nyaman untuk kaki,” jelas pelatih yang akrab disapa Djanur ini.

“Masih variatif. Kadang kami bisa juga pindah ke SESKOAD. Faktor penonton juga jadi pertimbangan selain rumput lapangan. Di negeri orang enggak ada tuh latihan ditonton banyak orang seperti itu.”

SIMAK JUGA: Cole Langsung ‘Tersihir’ Oleh Bobotoh

“Tidak menutup kemungkinan menggelar latihan tertutup. Selain pemain, pelatih juga merasa nyaman. Sebab, ada poin-poin penting dalam latihan yang seharusnya menjadi rahasia.”

Sementara itu, manajemen Persib akhirnya membatalkan rencana uji coba melawan Barito Putera, Rabu (5/4). Pembatalan ini disebabkan Persib tak mendapatkan tiket penerbangan dari Bandung ke Banjarmasin.

“Yang pasti ini kerugian, karena sudah direncanakan dari jauh hari, jadi saya pun harus mengubah program. Apalagi itu pertandingan away yang penting buat kami. Saya belum bisa menentukan apakah bisa menggelar uji coba dalam waktu yang mepet dengan tim lain,” keluh Djanur.

SIMAK JUGA: Djanur Tak Ingin ‘Duo Marque Player’ Cedera

Sedangkan manajemen Barito Putera mengungkapkan, mereka sudah mencoba menawarkan alternatif penerbangan melalui Jakarta, namun Persib tetap menolak.

“Masalah penerbangan tidak bisa kami penuhi, karena tiket full, dan hanya ada satu kali penerbangan dari Bandung. Kami menawarkan berangkat lewat Jakarta, tapi mereka tidak mau karena berbagai faktor, salah satunya mengenai faktor keamanan,” jelas asisten manajer Syarifuddin Ardasa dinukil laman Banjarmasin Post. (gk-68)