Aji Santoso: PSMS Medan Harus Tinggalkan Gaya Rap-Rap

Aji menilai PSMS akan bisa berlaga di kasta teratas bila mengedepankan variasi taktik.


OLEH   DONNY AFRONI & ABI YAZID


Pelatih Arema FC Aji Santoso menilai PSMS Medan perlu meninggalkan gaya keras permainan mereka jika ingin berlaga di kompetisi kasta tertinggi. Hal itu diungkapkan Aji setelah Arema memetik kemenangan 2-0 atas PSMS di Stadion Teladan, Minggu (9/4).

Aji mengatakan, sepakbola Indonesia mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu. Di era sekarang, sepakbola membutuhkan skill pemain yang bagus, dan variasi strategi, sehingga tidak bisa mengandalkan permainan keras.

SIMAK JUGA: Arema Tundukkan PSMS Medan

“Sebenarnya PSMS memiliki pemain muda yang sangat bagus. PSMS harus mulai meninggalkan sepakbola konvensional, main rap-rap dengan keras. Tetapi sekarang hal ini tidak bisa dilakukan, karena strategi sepakbola sudah semakin kompleks,” terang Aji.

Terkait hasil pertandingan, Aji tidak melihat kemenangan anak asuhnya. Sebab, dia hanya ingin uji coba di kandang lawan ini sebagai tes sebelum bertarung melawan Persib Bandung di laga pembuka Liga 1.

SIMAK JUGA: Gonzales Anggap PSMS Selevel Dengan Arema

“Saya tidak mengutamakan hasil akhir, karena yang saya inginkan adalah pemain bermain gembira tanpa ada yang cedera. Tetapi dalam hati kecil, saya juga ingin menang, karena akan menambah mental kami sebelum melawan Persib,” imbuhnya.

“Memang saya tekankan kepada mereka agar menghindari duel keras. Tadi ada sedikit kejadian yang membuat pemain emosi, karena ada permainan keras dari tuan rumah, sehingga terpancing membalas, tetapi semua baik-baik saja.”

Sementara itu, pelatih PSMS Mahruzar Nasution merasa kecewa dengan kekalahan tersebut. Menurutnya, pemain masih bermasalah dalam melakukan penyelesaian akhir. Mahruzar kini berburu dengan waktu untuk membenahi kekurangan sebelum Liga 2 digulirkan.

SIMAK JUGA: Aji Berharap Pemain Arema Tak Cedera

“Finishing pemain menjadi perhatian utama. Tercatat tiga peluang tadi gagal karena pemain terburu-buru melakukan tendangan,” ujar Mahruzar dikutip laman Waspada.

“Saya juga sayangkan miskomunikasi antara kiper dan pemain belakang, sehingga berbuah gol kedua Arema. (gk-48)