Goal 25 – Peringkat 15: Manahati Lestusen

Manahati masuk dalam jajaran 25 pemain terbaik Indonesia versi Goal Indonesia, simak wawancara eksklusif dengannya di sini!


LIPUTAN   RIZKAART CENDRADIPUTRA     DARI   BOGOR   


Goal Indonesia mengumumkan 25 pemain terbaik Indonesia yang menilai penampilan pesepakbola tanah air sepanjang 2016 lalu. Daftar ini disebut GOAL 25. Berbagai nama masuk ke dalam penilaian awal redaksi Goal Indonesia, yang terdiri dari tim editor, jurnalis, dan koresponden daerah. Hasilnya, tersusun pemeringkatan 25 pemain terbaik yang daftarnya akan kami umumkan satu persatu secara hitung mundur. Untuk peringkat ke-15, ditempati penggawa PS TNI Manahati Lestusen, simak wawancara eksklusifnya berikut ini!

Manahati Lestusen dikenal sebagai sosok yang tangguh menjaga lini pertahanan. Meski terbilang memiliki postur yang kurang ideal sebagai bek tengah, namun pemuja Javier Mascherano dari Barcelona ini tak pernah ragu dalam melakukan duel menghadapi striker lawan, bahkan ia juga piawai dalam melakoni duel udara.

SIMAK JUGA: GALERI Goal 25: Peringkat 20-16
 
Pemain andalan PS TNI ini bercerita banyak mengenai perjalanan kariernya kepada Goal Indonesia. Mulai dari penyebab jebloknya penampilan PS TNI pada ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, kesannya terhadap pencapaian timnas Indonesia di Piala AFF 2016, cerita berkesan tak terlupakan saat dipoles Alfred Riedl, hingga ekspektasinya untuk pelatih baru timnas, Luis Milla Aspas.

Berikut kutipan wawancaranya bersama lajang kelahiran Liang, Ambon, Maluku 17 Desember 1993 tersebut:
 
Secara pribadi, bagaimana Manahati menilai penampilan selama 2016 untuk di klub dan timnas?

Kalau untuk PS TNI, bukan karena meremehkan teman-teman, tapi jam terbang mereka buat berkiprah di level ISL masih kurang. Jadi mungkin butuh jam terbang yang cukup bisa bantu kami yang apa ya, dibilang belum berpengalaman juga belum sih. Jadi dengan adanya itu bisa bantu saya juga di PS TNI sama Abduh (Lestaluhu). Kalau untuk timnas Indonesia, Alhamdulillah puas karena bagaimana juga kita ada hasilnya, walaupun hanya berkumpul beberapa.
 
PS TNI memulai babak baru dengan pelatih dan banyak pemain baru, seberapa besar optimisme Manahati untuk mengarungi liga musim depan?
 

Kalau untuk materi sekarang, bukan meremehkan yang tahun kemarin, tapi kombinasi pemain muda dan pemain senior, sebetulnya yang beberapa belum dibilang senior, cuma beberapa rata-rata memang masih di bawah usia 25 tahun. Itu jadi senjata buat kami karena semua pemain punya motivasi masing-masing.
 
Apa target PS TNI di Liga 1 musim ini?

Target untuk sekarang masuk empat besar karena itu dari manajemen dan kami berusaha semaksimal mungkin. Tapi kami tidak selalu patokan di situ, target kami setiap pertandingan harus menang.
 
Perubahan apa yang saat ini Manahati rasakan di PS TNI dibanding musim lalu?

Dari tahun kemarin sampai sekarang tetap kompak sebetulnya, tapi dengan ada pelatih baru ada perubahan juga karena setiap pelatih berbeda-beda cara melatihnya.
 
Saat akhir musim kemarin, apakah Manahati mendapat tawaran dari beberapa klub? Bagaimana dengan klub luar negeri?

Kalau untuk tawaran ada, malah banyak. Tawaran dari luar negeri belum ada, mungkin karena kurang komunikasi sama agen-agen juga, mungkin itu kendalanya.
 
Apa alasan Manahati menolak tawaran itu dan memilih bertahan di PS TNI?

Karena memang perintah, saya sebagai prajurit tidak bisa melawan yang namanya perintah, karena di tentara yang namanya perintah harus dijalankan. Dan saya ingin mengabdi dulu dan memberikan yang terbaik untuk PS TNI.
 
Manahati dikenal bisa bermain di semua posisi bertahan, lalu posisi mana yang dirasa paling nyaman?

Untuk saat ini gelandang bertahan, walaupun posisi asli di stoper.
 
Sebagai pemain belakang Manahati diberi postur yang kurang ideal, tapi punya kelebihan memiliki vertikal jump yang tinggi. Apa kiatnya?

Mungkin itu otodidak, mungkin dari sananya yah, diberi tubuh segini tapi ada kelebihan dan itu saya sangat bersyukur.
 
Perubahan yang Manahati rasakan setelah menjadi anggota TNI?

Pasti disiplin lebih lagi karena sebelum masuk TNI tidak terlalu disiplin dan orangnya memang cuek. Tapi semenjak masuk TNI, yang namanya cuek dan tidak mau tahu sama orang lain itu sudah tidak ada, karena di TNI kita harus kompak dan selalu sama-sama.
 
Apakah Manahati sempat mengira akan menjadi pilihan utama Alfred Riedl?

Alhamdulillah yah, walaupun sempat dibangkucadangkan dan itu tidak masalah buat saya. Untuk saya harus tetap fokus, ingin berikan yang terbaik saja, dan Alhamdulillah masih diberi kesempatan. Semoga selanjutnya tetap diberikan kesempatan.
 
Bagaimana penilaian penampilan Indonesia di AFF menurut Manahati?

Sangat luar biasa! Karena kita bisa lihat tim lain persiapannya setahun atau dua tahun, sedangkan kita beberapa bulan, apalagi kita baru lepas dari sanksi FIFA. Jadi pencapaian yang paling bagus menurut saya buat timnas.
 
Manahati melakoni debut senior di bawah asuhan Alfred Riedl, bagaimana Manahati menilai sosok Riedl?

Banyak orang yang bilang Alfred Riedl itu keras, tidak ketawa. Tapi semua salah karena orangnya baik. Mungkin itu karena dia selalu fokus di setiap latihan dan pertandingan, tapi selebihnya coach Alfred orangnya baik dan humoris.
 
Punya kenangan yang tidak terlupakan dari Alfred Riedl?

Ya, ada. Waktu itu sempat mau dikeluarkan dari ruang briefing, soalnya di tim yang paling berisik itu saya, Ferdinand (Sinaga), dan Zulham (Zamrun). Saat itu lagi pertemuan pas mau lawan Singapura, partai penentuan. Kami sempat mau dikeluarkan karena berisik, jadi itu kenangan tidak bisa dilupakan.
 
Apa yang Alfred Riedl katakan waktu itu?

Dia bilang ‘Kalau kalian sekali lagi berisik, kalian bertiga saya keluarkan, karena saya tidak butuh pemain seperti kalian kalau memang tidak ada respek sama pelatih. Sekali lagi kalian berisik saya keluarin kalian bertiga biar saja saya main sama pemain yang ada disini’, padahal kami cuma bercanda. Makanya sesudah itu langsung diam dan fokus.
 
Saat ini persaingan menuju tempat di timnas akan semakin ketat, bagaimana tanggapan Manahati?

Betul, memang untuk sekarang persaingan di timnas semakin hari makin ketat, apalagi muncul banyak pemain berbakat sekali. Tapi itu bagus buat kami juga, jadi ada motivasi diri buat latihan terus.
 
Pendapat Manahati soal penunjukkan Luis Milla?

Kalau untuk pelatih sekarang belum tahu, karena memang belum pernah dilatih sama dia. Tapi dilihat dari karier dia cukup bagus. Tapi itu juga belum bisa menjamin, kalau karier dia sebagai pemain bagus sebagai pelatih belum tentu. Apalagi dengan pemain di Indonesia, cara berbicara sama pelatih saja beda dari bahasa juga karakter.
 
Seberapa jauh Manahati mengetahui sosok Luis Milla?

Hanya mengikuti beritanya saja kalau dia sempat main di Barcelona dan Real Madrid. Terus dia pernah memegang timnas Spanyol juara Piala Eropa U-21.
 
Seberapa besar ekspektasi Manahati untuk Luis Milla?

Tidak terlalu muluk-muluk. Yang pasti yang ada di depan dia dulu saja seperti SEA Games sama Asian Games, mungkin itu dulu. Semoga baik saja buat timnas ke depan.
 
Pembelajaran apa yang bisa Manahati ambil dari tahun lalu?

Kemarin saya sempat tidak terlalu fokus untuk latihan lagi, karena pemanggilan pertama tidak dipanggil. Dan itu jadi pembelajaran semoga tahun ini tidak seperti tahun lalu.
 
Apa harapan Manahati untuk PS TNI dan timnas di tahun 2017?

Untuk PS TNI semoga ke depannya lebih baik dari tahun kemarin, bisa berbicara banyak di tahun ini lah. Untuk di timnas Indonesia semoga lebih bagus lagi dan saya bisa dipanggil lagi.
 
Bagaimana perasaan Manahati bisa masuk dalam daftar pemain terbaik Indonesia 2016 versi Goal Indonesia?

Alhamdulillah, senang bisa masuk dalam daftar pemain terbaik, karena dengan adanya ini saya secara pribadi termotivasi supaya bisa bekerja lebih baik dari tahun lalu. Tentu penghargaan ini bagus buat pemain, karena pemain yang bersangkutan bisa tahu hasil yang selama ini mereka lakukan.

Selamat untuk Manahati! Simak terus rentetan serta konten eksklusif kami hingga akhirnya pengumuman pemain yang menempati peringkat puncak! (gk-61)

#16

#14