(VIDEO) Mendapat Perlakuan Rasis di Serbia, Pemain Asal Brasil Berlinang Air Mata

Everton Luiz berjalan meninggalkan pertandingan dengan berlinar air mata setelah mendapatkan perlakukan rasis dari suporter Rad, klub asal Serbia. Penyerang asal Brasil itu lantas mengonfrontasi fans lawan usai laga dan menyebabkan sedikit kericuhan di atas lapangan, Senin (20/02/17).

Di laga yang berakhir dengan skor 1-0 bagi tim yang Everton bela, Partizan, ia menerima tindakan rasisme sepanjang 90 menit pertandingan. Padahal wasit dan ofisial pertandingan sudah meminta suporter untuk menghentikan aksinya, pun demikian dengan panitia yang mencoba meredamnya dengan pengeras suara.

Tidak cukup dengan kata-kata, fans Rad juga membentangkan sebuah spanduk dengan tulisan bernada rasis yang dimaksudkan untuk Everton. Stewards yang mengetahui hal itu langsung menurunkan spanduk tersebut.

Parahnya lagi, para pemain Rad nampak membiarkan hal tersebut, bahkan cenderung mendukung apa yang dilakukan oleh suporternya.

“Saya mendapat serangan rasisme selama 90 menit dan saya juga kecewa dengan pemain tuan rumah (Rad) yang mendukung aksi tersebut. Mereka semua menyerang saya,” kata gelandang itu setelah pertandingan.


Everton Luiz mendapat pelukan dari rekan setimnya.

“Saya ingin melupakan hal ini secepatnya. Saya mencintai Serbia, saya mencinta orang-orang di sini, itu lah mengapa saya menangis, tapi tolong, katakan TIDAK pada rasisme!” tambahnya lagi.

Setelah 90 menit penuh keringat itu, tanpa diduga Everton Luiz mengampiri fans Rad dengan mengacungkan jari tengah sembari menunjuk logo Partizan di kostumnya. Tindakan tersebut mengundang reaksi dari wasit dan pemain Rad yang langsung berlari ke arahnya.


Everton Luiz sudah berada di Serbia sejak tahun 2016 silam.

Everton yang tak tahan akhirnya melepas air matanya, ia berupaya menghapusnya dan bersikap tegar, tapi pelukan dari rekan-rekannya semakin membuat air matanya bercucuran deras, termasuk oleh kiper Filip Kljajic.