Timo Scheunemann Ultimatum Diri Sendiri

Timo mengaku membutuhkan waktu tiga bulan untuk memoles Persiba menjadi tim yang lebih baik.


LIPUTAN   ABRAHAM JOHAN     DARI   BALIKPAPAN   


Pelatih Persiba Balikpapan Timo Scheunemann memberikan batas waktu kepada dirinya sendiri untuk memperbaiki kinerja Beruang Madu dalam tiga bulan. Timo siap dipecat bila gagal memberikan yang terbaik.

Timo dikontrak Persiba dengan durasi dua tahun. Menurut Timo, ia butuh waktu untuk membentuk skuat yang solid, mengingat tak ada pemain bintang di dalam tim besutannya. Bahkan, beberapa diantaranya merupakan rekrutan dari klub Liga 2.

SIMAK JUGA: Timo Berharap Kiper Persiba Petik Pengalaman Di Seleksi Timnas U-22

“Saya dikontrak dua tahun, tapi saya bilang, saya tahu ini adalah pekerjaan yang berisiko. Tempat tidur ada empat kaki. Kalau kakinya cuma dua, gampang terjungkal. Saya tahu itu,” ujar Timo.

“Saya butuh waktu saja. Kalau dalam waktu tiga bulan belum maksimal, silakan yang dua kaki itu diambil, enggak masalah. Saya butuh tiga bulan, karena saya bukan pesulap. Tim baru terbentuk, karena hanya sepuluh pemain lama dan sekitar 60 persen pemain baru. Apalagi banyak pemain mudanya.”

SIMAK JUGA: PSM Bungkam Persiba

“Tapi saya tetap optimis di Liga 1 nanti, dan saya bukan pelatih yang cerewet, minta ini dan itu.”

Persiba mengakhiri Piala Presiden 2017 di posisi juru kunci klasemen Grup 3 setelah dikalahkan PSM Makasssar 3-1, Jumat (17/2) sore WIB. Menurut Timo, Persiba mengawali laga dengan kesalahan besar.

“15 menit awal kami kacau sekali, organisasinya sangat kacau sekali. Pemain melakukan kesalahan yang sama waktu lawan Persib [Bandung], melihat bola tidak melihat lawan,” cetus Timo.

SIMAK JUGA: Timo Waspadai Kebangkitan PSM

“Saya senang di babak kedua mereka bisa bangkit, tidak kendor, tidak kebobolan. Mereka bermain demi harga diri. Kami banyak peluang. Kalau sebagian dari itu masuk, mungkin sudah berbeda sekali pertandingan.”

“Tapi itu tugas saya, bisa dikatakan kesalahan saya, mungkin saya kurang menerjemahkan. Memang banyak sekali pekerjaan rumah saya, jadi itu cuma salah satu dari banyak yang harus saya benahi. Seperti yang saya katakan, kami sudah jauh lebih baik dari yang saya perkirakan. Memang Piala Presiden terlalu cepat bagi kami.” (gk-54)