Sergio Van Dijk Asah Tendangan Penalti

Van Dijk dan Atep menganggap pertandingan perempat-final merupakan pertarungan mental.


OLEH   DONNY AFRONI & PANDU PERSADA


Striker Persib Bandung Sergio van Dijk berusaha menyempurnakan kemampuannya membobol gawang lawan dengan mengasah tendangan penalti. Van Dijk melakukan itu sebagai antisipasi kemungkinan adu penalti saat melawan Mitra Kukar di Stadion Manahan Solo, Sabtu (25/2) malam WIB.

Van Dijk menganggap pertandingan melawan Mitra Kukar di perempat-final Piala Presiden 2017 ini tidak jauh berbeda dengan laga lainnya. Walau tekanan lebih tinggi, pemain naturalisasi ini tak akan terpengaruh.

SIMAK JUGA: Lofquist Ingin Rasakan Sepakbola Indonesia

“Saya mau latihan penalti nanti, karena itu penting. Mungkin akan ada beban, tapi saya tidak terlalu tertekanan, ini tidak lebih dari pertandingan yang lain. Mudah-mudahan bisa menang dalam 90 menit. Pemain harus percaya,” tutur Van Dijk.

“Ini pertandingan penting sekali buat kami, juga buat mereka. Mereka sudah lebih baik, dan perbaiki apa yang kurang bagus di pertandingan sebelumnya.”

SIMAK JUGA: Djanur: Dua Pemain Asing Hanya Ikut Latihan

Van Dijk menambahkan, peranan pemain senior sangat penting di laga menentukan nanti. Van Dijk berharap pemain senior dapat memberikan dampak bagus ke dalam tim.

“Itu penting, karena mereka tahu banyak di pertandingan seperti ini. Memang motivasi dan kerja keras lebih penting dari pengalaman, tapi peranan pemain senior jadi ekstra. Kalau motivasi dan kerja keras pemain sudah ada,” katanya.

Sementara itu, kapten tim Atep menyatakan, mental juga turut memegang peranan penting. Menurutnya, semua tim yang berlaga di delapan besar sulit diprediksi, dan mempunyai potensi menjadi juara.

SIMAK JUGA: Shohei Ambisi Bikin Zulham Tak Berkutik

Atep menambahkan, kemenangan di tiga pertandingan fase grup sedikit banyak membantu tim dalam mengarungi delapan besar. Menurutnya, Persib harus siap menghadapi siapa pun di fase knock-out.

“Semua tim berpeluang menjadi juara, jadi ini pertarungan mental. Semua sudah harus siap, karena perempat-final memakai sistem gugur, tidak ada kesempatan kedua. Kalau sudah punya mental juara, itu [mengangkat trofi] bisa terwujud,” papar Atep. (gk-68)