Rudi Widodo Anggap Kekuatan Persija Jakarta & Arema FC Setara

Rudi meyakini tim Macan Kemayoran bisa membalah kekalahan dari Arema di Trofeo Bhayangkara.


LIPUTAN  AHSANI TAKWIM  DARI MALANG    Ikuti di twitter


Striker Persija Jakarta Rudi Widodo optimistis tim Macan Kemayoran akan kembali memetik kemenangan di Piala Presiden 2017 dengan mengalahkan tuan rumah Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (11/2) malam WIB, pada matchday kedua Grup 2.

Menurut Rudi, materi Persija dan Arema tidak berbeda jauh, sehingga kekuatan kedua tim cukup merata di tiap lini. Namun Rudi tak bisa memastikan dimainkan di laga nanti, karena keputusan berada di tangan pelatih Stefano ‘Teco’ Cugurra sekalipun di laga perdana bermain penuh 90 menit.

SIMAK JUGA: Aji Santoso Siapkan Skema Menyerang

“Saya pikir Arema dan Persija kualitasnya hampir sama, tidak ada perbedaan terlalu jauh. Di Arema ada pemain bagus dan pengalaman, namun kami tidak kalah juga. Saya optimis kami bisa mendapatkan poin penuh melawan mereka,” yakin Rudi.

“Saya tidak punya target pribadi, karena bagi saya yang penting tim menang dan itu sudah cukup. Karena Arema punya pertahanan yang bagus ketika pertandingan sebelumnya, sementara saya sendiri belum tahu dipasang atau tidak, karena pelatih saat ini masih melakukan beberapa rotasi.”

Penyerang berusia 33 tahun ini juga meyakini kekalahan di Trofeo Bhayangkara beberapa waktu lalu tidak akan terulang lagi. Sebab, kondisi Persija saat ini sudah berbeda dibandingkan sebelumnya.

SIMAK JUGA: Duo Persija Ambisi Taklukkan Arema

“Pelatih menyatakan kami sebelumnya kurang kompak, tentu hal itu wajar, karena kami baru saja berkumpul, dan langsung uji coba kompetitif. Tetapi setelah menjalani latihan, dan saling menyatu sama lain, kami lebih percaya diri dibandingkan sebelumnya,” tutur pria asal Pati itu.

“Kami saat ini semakin percaya diri, karena suntikan motivasi dari pelatih. Teco adalah pelatih yang bagus, sangat bagus malahan, karena dia memahami dengan detail setiap materi latihan. Ilmu yang dia berikan juga makin bagus, karena dia menyampaikannya dalam bahasa Indonesia, dan cara pendekatannya ke pemain bagus.” (gk-48)