PSSI Belum Pikirkan Perusahaan Yang Akan Audit Piala Presiden 2017

Pada Piala Presiden edisi 2015 PricewaterhouseCoopers digandeng untuk melakukan audit.


OLEH  MUHAMMAD RIDWAN


Ketua panitia pelaksana (panpel) pusat Piala Presiden 2017, Iwan Budianto mengatakan pihaknya belum memikirkan badan usaha mana yang bakal melakukan audit ajang tersebut. Ini karena, ia menyatakan keterbatasan waktu yang menjadi kendalanya. 

Padahal saat Piala Presiden 2015, Mahaka Sports & Entertainment selaku penyelenggara menggandeng PricewaterhouseCoopers untuk mengaudit. PricewaterhouseCoopers merupakan firma audit internasional yang kualitas sudah terkenal di mata dunia.

Keuntungan bersih yang didapatkan Mahaka dari hasil audit yang telah dilakukan itu adalah Rp1,5 miliar. Laporan tersebut pun telah disampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) selepas ajang yang mereka selenggarakan.

SIMAK JUGA: PSSI Berikan Subsidi Rp800 Juta Buat Tuan Rumah Piala Presiden 2017

Namun, PSSI yang kini mengambil alih perheletan Piala Presiden belum memikirkan hal tersebut. Padahal audit merupakan salah satu cara untuk melakukan transparansi sesuai dengan arahan Presiden Jokowi di kepemimpinannya sekarang.

“Nanti kami bicara kami fokus ini [Piala Presiden] jalan persiapan mepet. Prinsipnya kami ingin lebih baik dari musim pertama,” kata pria yang juga menjabat sebagai kepala staf ketua umum PSSI tersebut. 

Tak hanya audit saja yang belum dipikirkan PSSI pada Piala Presiden 2017. Melainkan PSSI juga tidak menyiapkan penyegaran wasit dalam ajang yang mereka selenggarakan. Lagi-lagi induk sepakbola nasional ini beralasan karena waktunya yang mepet.

SIMAK JUGA: Ini Jadwal Piala Presiden 2017

Namun, PSSI sudah menyiasati dengan melakukan sejumlah cara agar kualitas pengadil lapangan dapat terjaga. Pasalnya, mereka menginginkan turnamen yang diikuti 20 klub dan dimulai pada 4 Februari mendatang, dikemas secara baik dari edisi sebelumnya. 

“Enggak ada waktu untuk penyegaran wasit, yang pasti kami punya terobosan. Kami contoh yang bagus pakai pakta integritas. Kami lokalisir teman-teman kita buat semacam sumpah tugas,” ujarnya. 

“Terobosannya home turnamen ada 14 hari. Wasit datang H-1 sampai kemudian H+1 pulang. Kami mau menjunjung tinggi fairplay, kami upayakan yang terbaik pokoknya,” ia menambahkan.