PREVIEW Liga Europa: AS Roma – Villarreal

Datang ke ibu kota Italia dengan membawa defisit empat gol dari pertemuan pertama, Villarreal butuh lebih dari sekadar mukjizat untuk bisa lolos.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di twitter


Tidak ada yang mustahil dalam sepakbola. Adagium klise itulah yang, sayangnya, menjadi satu-satunya modal bagi Villarreal ketika menghadapi tuan rumah AS Roma dalam leg kedua babak 32 besar Liga Europa, Jumat (24/2) dini hari WIB.

Betapa tidak, The Yellow Submarine akan mengawali kick-off di Olimpico dengan skor minus empat setelah di leg pertama terpaksa kalah telak 4-0. Hat-trick Edin Dzeko menandai pesta gol Roma di El Madrigal pada pekan lalu dan membawa satu kaki Tim Serigala di babak 16 besar.

Bek Villarreal, Jaume Costa, bahkan merasa laga ini hanya menjadi ajang untuk menjaga gengsi timnya agar tidak semakin tercoreng, meski ia masih percaya keajaiban. “Kami harus mempertahankan harga diri kami meski kami tahu itu akan sangat sulit. Tapi setidaknya kami harus berani mencoba karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi,” ungkapnya.

SIMAK JUGA: Villarreal 0-4 Roma

Selain unggul agregat, Roma juga diuntungkan dengan rekor impresif mereka di Olimpico. Setiap kali bertindak sebagai tuan rumah di semua kompetisi musim ini, Giallorossi hanya dua kali gagal menang, yakni saat melawan Porto (3-0, play-off Liga Champions) dan Austria Wina (3-3, fase grup Liga Europa).

Kendati segalanya memihak Roma, pelatih Luciano Spalletti melarang para pemainnya untuk jemawa. Spalletti mengingatkan kejadian 13 tahun lalu ketika AC Milan harus tersingkir tragis dari perempat-final Liga Champions 2003/04 kendati unggul 4-1 di leg pertama melawan Deportivo La Coruna. Milan, yang berstatus juara bertahan, kalah agregat 5-4 dari wakil Spanyol itu.

“Ada sebuah kewaspadaan yang membuat kami paham bahwa hasil dramatis dalam sepakbola bisa terjadi sewaktu-waktu. Ingat laga Milan-Deportivo, dari 4-1 lalu dibalas 4-0. Jadi, kami harus bisa memperlakukan partai ini dengan benar,” terang Spalletti.

Edin Dzeko Villarreal RomaRoma dibayangi tiga jadwal sulit seusai jumpa Villarreal.

Selain tetap siaga dengan segala kemungkinan, Spalletti juga harus memikirkan kondisi fisik pemainnya. Tetap tampil dengan skuat inti sepertinya bukan pilihan bijak. Pasalnya setelah duel ini Roma akan langsung dihadapkan tiga partai domestik yang amat berat.

Roma akan menghadapi Inter dan Napoli di Serie A, yang diselingi dengan duel pertama semi-final Coppa Italia melawan musuh sekota Lazio. Spalletti sudah mengisyaratkan bakal melakukan rotasi besar-besaran untuk partai melawan Villarreal ini.

“Jika Anda ingin melihat pemain seperti [Thomas] Vermaelen, Mario Rui, [Leandro] Paredes, atau [Francesco] Totti bermain sejak awal, maka hal itu sangat memungkinkan,” ungkapnya

 

PRAKIRAAN SUSUNAN PEMAIN:

AS Roma (4-3-3): Alisson; Rudiger, Vermaelen, Fazio, Mario Rui; Grenier, Paredes, Gerson; Salah, Totti, El Shaarawy.

Villarreal (4-4-2): Fernandez; Rukavina, Musacchio, Ruiz, Angel; Santos, Trigueros, Soriano, Cheryshev; Bakambu, Borre.

 

PREDIKSI GOAL INDONESIA: AS Roma 1-0 Villarreal