Pep Guardiola: Philipp Lahm Orang Yang Spesial Dalam Hidup Saya

Menurut Guardiola, kapten Bayern yang akan pensiun akhir musim ini tersebut adalah salah satu pemain terbaik yang pernah ia lihat.


OLEH DIMAS PANJI SETYADI   Ikuti di twitter


Manajer Manchester City Pep Guardiola memuji Philipp Lahm sebagai orang yang spesial dalam hidupnya setelah kapten Bayern Munich itu secara mengejutkan telah mengumumkan keputusannya untuk pensiun.

Lahm yang juga merupakan kapten timnas saat menjuarai Piala Dunia 2014 masih terikat kontrak hingga akhir musim depan di Allianz Arena akan tetapi ia telah memutuskan untuk gantung sepatu di akhir musim ini.

Meski terkenal sebagai salah satu full-back terbaik, Lahm sempat dimainkan sebagai gelandang saat Guardiola menjabat sebagai pelatih Bayern, dan pemain berusia 33 tahun itu pun mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

SIMAK JUGA: Mats Hummels Pahami Keputusan Phillipp Lahm Pensiun

Berbicara di konferensi pers jelang laga City kontra Bournemouth yang akan berlangsung Selasa (14/2) dini hari WIB, Guardiola memuji Lahm sebagai pemain dan pribadi yang spesial.

“Philipp adalah orang yang spesial dalam hidup saya. Tidak mudah bagi pria Catalan pergi ke Jerman setelah [Bayern] meraih treble, saya harus belajar bahasa dan masuk dalam kultur Jerman. Dia banyak membantu saya baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Guardiola seperti dikutip dari Goal Internasional, Jumat (10/2). 

Philipp Lahm Pep Guardiola

“Dia adalah salah satu pemain paling fantastis yang pernah saya latih sepanjang hidup saya. Dia merupakan salah satu pemain yang paling cerdas.”

SIMAK JUGA – Philipp Lahm: Saya Pasti Akan Kembali Ke Bayern Munich

“Dunia sepakbola akan kehilangan salah satu pemain terbaik yang pernah saya lihat. Dia bisa bermain di sepuluh posisi, tidak ada masalah, karena dia memahami permainan secara sempurna.”

“Saya tahu ketika saya kembali ke Munich untuk menemui teman-teman saya dia akan berada di sana dan itu adalah hal paling berharga yang bisa seorang pemain dan pelatih miliki. Sebuah kehormatan besar bagi saya bisa menjadi pelatihnya.”

“Saya sedikit merasa sedih karena saya pikir kakinya masih bisa terus bermain, tapi dia tidak berpikir demikian itulah mengapa ia pensiun,” ungkap Guardiola yang pernah menjadi pelatih Bayern pada 2013 hingga 2016.