Otavio Dutra Siap Matikan Duo Semen Padang

Dutra menilai ketajaman Semen Padang di fase grup berkat peran Sacramento dan Mofu.


LIPUTAN  ABI YAZID  DARI SOLO    Ikuti di twitter


Bek Bhayangkara FC Otavio Dutra mengaku harus bekerja keras untuk meredam agresivitas duo penggawa Semen Padang, Marcel Sacramento dan Vendry Mofu, dalam pertandingan perempat-final Piala Presiden 2017 di Stadion Manahan Solo, Minggu (26/2) malam WIB.

Dutra mengatakan, Semen Padang merupakan tim tangguh, dan memiliki ketajaman yang bagus. Hal itu diperlihatkan Kabau Sirah dengan menorehkan 12 gol dalam tiga pertandingan fase grup. Menurut Dutra, diperlukan kerjasama yang sangat bagus untuk memenangkan pertandingan.

SIMAK JUGA: Bhayangkara FC Siapkan Taktik Redam Semen Padang

“Mereka punya tim yang sudah lama, sudah kompak. Mereka sangat kuat di lini depan, karena ada Marcel Sacramento dan Vendry Mofu. Mereka sangat berbahaya, sehingga harus dimatikan,” beber Dutra kepada Goal Indonesia.

“Kami punya pengalaman di pertandingan sebelumnya [di Indonesia Soccer Championship A 2016], cari kesalahan yang pernah dilakukan, cari kelemahan lawan juga. Jadi nanti kami harus hati-hati, karena mereka sangat berbahaya.”

SIMAK JUGA: Semen Padang Ingin Ganggu Mental Bhayangkara FC

“Tetapi di sisi lain, kami sudah latihan untuk mengatasi permainan mereka. Saya pikir semua pertandingan berbeda, meskipun kami pernah melawan Semen Padang. Semoga saya bisa menang melawan mereka.”

Dutra juga mengaku senang dengan striker lokal Bhayangkara yang sudah padu, terutama Jajang Mulyana yang telah mencetak gol saat dipercaya bermain. Dutra menyatakan, saat ini Bhayangkara FC tinggal melakukan latihan kekompakan saja.

“Sekarang kami memakai pemain lokal. Dia [Jajang] pemain bagus, dan luar biasa. Dia sudah mencetak gol, dan memberikan bukti. Kami juga ada pemain lain, seperti Dendi [Sulistiyawan] hingga Muchlis [Hadi Ning]. Saya pikir, jika mereka diturunkan, mereka akan bekerja keras, dan kasih yang terbaik untuk tim,” tutur Dutra.

SIMAK JUGA: Bhayangkara FC Boyong Pemain Seleksi Timnas U-22 Ke Solo

Sementara itu, Jajang mengaku tidak memiliki beban apapun saat didapuk menjadi tukang gedor Bhayangkara FC. Jajang akan tetap bermain dengan gayanya sendiri, dan berusaha membuat timnya menang.

“Saya tentu tidak bekerja sendirian. Saya yakin kerjasama yang bagus dengan pemain lain akan membuat kami bisa memecahkan hal itu. Kami terus pelajari kekuatan dan kelemahan lawan. Kemarin sore saat latihan juga sudah dipraktekkan. Semoga bisa menembus pertahanan mereka,” terang Jajang. (gk-48)