Nilmaizar Ogah Adu Penalti

Semen Padang tidak mau terpengaruh dengan rekor positif mereka bila berhadapan dengan Bhayangkara FC.


LIPUTAN   RIZAL MARAJO     DARI   PADANG   


Kendati mempersiapkan kemungkinan terjadinya adu penalti di perempat-final Piala Presiden 2017, pelatih Nilmaizar tetap menginginkan Semen Padang mengalahkan Bhayangkara FC, Minggu (26/2) malam WIB, di waktu normal untuk mendapatkan tiket semi-final.

Seperti diketahui, tim akan menjalani adu penalti bila sepanjang 90 menit skor masih imbang. Dalam sesi latihan di Solo kemarin, penggawa Semen Padang menjalani latihan adu penalti.

SIMAK JUGA: Tak Ada Perpanjangan Waktu Di Babak Delapan Besar Piala Presiden

“Kami siapkan semua yang berkaitan dengan pertandingan, termasuk kemungkinan adu penalti. Tapi kami akan berusaha untuk memenangkan pertandingan dalam waktu normal. Anak-anak sangat bersemangat, dan optimistis untuk itu,” ujar Nil.

“Mereka [Bhayangkara FC] tim muda yang sangat bersemangat, punya disiplin, dan kecepatan. Kami harus fokus, dan tak boleh ada kesalahan menghadapi mereka.”

SIMAK JUGA: Semen Padang Negosiasi Ko Jae Sung

Senada dengan Nil, manajer Win Bernardino mengingatkan pemain tidak percaya diri berlebihan, kendati catatan pertemuan kedua tim cukup bagus. Dalam dua pertemuan terakhir di Indonesia Soccer Championsip (ISC) A 2016, Semen Padang menang 2-1 di kandnag dan imbang 1-1 di Sidoarjo. Sebelumnya, di Piala Gubernur Kaltim, Semen Padang menang 1-0.

“Bhayangkara FC wajib kami waspadai, karena saya melihat tim-tim yang lolos ke delapan besar ini kuat, dan berpotensi menempati papan atas di Liga 1 mendatang,” kata Win.

SIMAK JUGA: Semen Padang Tak Mau Terlena

“Kami harus hati-hati menghadapi mereka, dan saya harapkan kami bisa menampilkan kembali permainan terbaik dalam laga nanti. Statistik tak bisa dijadikan acuan, karena kondisinya sudah berbeda. Tapi jika anak-anak bisa tampil maksimal, tidak percaya diri berlebihan, kami optimis bisa menang.”

“Kami selalu menjaga semua elemen tim terlibat secara maksimal, mulai dari pemain, tim pelatih, ofisial, manajemen tim, termasuk suporter. Itu modal terbesar kami.” (gk-33)