'Match Fee' Piala Presiden 2017 Akan Dipotong

Pemotongan itu karena adanya denda untuk kartu kuning dan merah di setiap pertandingan.


OLEH  MUHAMMAD RIDWAN


Kontestan Piala Presiden 2017 dipastikan tidak bakal menerima secara utuh match fee pertandingan yang telah dilakukan. Adanya kepastian ini disampaikan langsung oleh ketua panitia pelaksana (panpel) Piala Presiden 2017, Iwan Budianto.

Menurut Iwan pemotongan tersebut terjadi karena penerapan regulasi denda untuk kartu kuning dan kartu merah dalam setiap pertandingan. Oleh karena itu, besaran match fee akan diberikan setelah dihitung dari pengurangan denda tersebut.

SIMAK JUGA: Ini Besaran ‘Match Fee’ Buat Kontestan Piala Presiden 2017

Sesuai regulasi yang ada dan sudah disepakati klub mesti membayar Rp2 juta bila ada pemainnya yang terkena kartu kuning dalam sebuah pertandingan. Kemudian buat kartu merah langsung maupun tidak langsung klub terkena denda Rp5 juta.

Sementara besaran match fee yang diterima yakni Rp125 juta buat klub yang memenangi pertadingan, lalu Rp75 juta untuk yang kalah, serta Rp100 juta jika pertandingan berakhir dengan imbang.

SIMAK JUGA: Arema FC Lolos Ke Babak Delapan Besar Piala Presiden

“Kami akan langsung potong match fee setelah menghitung berapa denda yang diterima oleh klub selama babak penyisihan Piala Presiden ini,” kata Iwan saat dihubungi. 

“Kami akan berikan match fee kepada klub setelah penyelenggaraan babak penyisihan,” tambah pria yang juga menjabat sebagai kepala staf ketua umum PSSI tersebut.