Marc Bartra, Bek Kreatif Harapan Borussia Dortmund

Bartra mengemban tugas berat sejak tiba di Jerman, bek tengah asal Spanyol itu direkrut untuk jadi pengganti Mats Hummels yang sebelumnya merupakan kapten Dortmund.


OLEH DIMAS PANJI SETYADI     Ikuti di twitter


Tidak lama setelah dipastikan kehilangan Mats Hummels, Borussia Dortmund mengumumkan perekrutan Marc Bartra dari Barcelona. Hal itu tentu memunculkan ekspektasi bahwa bek asal Spanyol itu akan menjadi andalan baru Die Borussen di lini belakang.

Pada Mei 2016 para pendukung Dortmund mendapatkan kabar buruk. Sang kapten sekaligus bek andalan mereka Hummels telah resmi diumumkan akan hengkang ke klub rival, Bayern Munich, mulai musim 2016/17.

ONLY GERMANY | Marc Bartra Borussia Dortmund Bundesliga 08032016

Namun satu bulan kemudian pihak Dortmund mengumumkan telah mendapatkan bek milik Barcelona, Bartra, sebagai pemain yang diproyeksikan menjadi pengganti Hummels di jantung pertahanan mereka. Layak kah dia?

SIMAK JUGA – Marc Bartra: Luis Enrique Alasan Saya Tinggalkan Barcelona

Hummels tumbuh menjadi pemain kunci Dortmund setelah menghabiskan sepanjang kariernya di Jerman (jebolan akademi Bayern), sementara Bartra adalah pemain yang sangat asing dengan sepakbola Jerman karena sejak masih berusia 11 tahun ia hanya membela satu klub, Barcelona.

Hal itu bisa menimbulkan keraguan, terlebih Bartra bukanlah pemain inti di Barcelona. Bek berusia 26 tahun itu tumbuh di akademi Barcelona atau La Masia hingga akhirnya berhasil melakoni debut di tim utama saat berusia 19 tahun pada musim 2009/10, saat itu Pep Guardiola masih menjadi pelatih Barca.

Meski berhasil melakoni debut di tim utama sejak 2009/10, Bartra baru secara reguler masuk dalam skuat tim utama Barca pada musim 2012/13. Namun ia tetap tidak banyak mendapatkan menit bermain. 

Bartra tidak pernah tampil lebih dari 20 laga di ajang La Liga Spanyol sepanjang kariernya. Bahkan sebelum musim 2013/14 ia tidak pernah tampil di lebih dari sepuluh laga. Pemain kelahiran Sant Jaume itu hanya mendapat menit bermain lebih banyak saat menghadapi lawan-lawan yang kualitasnya relatif lebih rendah dari Barcelona baik di ajang La Liga, Copa del Rey, maupun Liga Champions. 

MARC BARTRA BARCELONA REAL MADRID COPA DEL REY 04162014

Meski bukan pemain inti, Bartra tercatat turut membantu Barca meraih banyak gelar juara termasuk dua gelar Liga Champions, dua Copa del Rey, dan lima gelar juara La Liga.

Bartra berhasil memanfaatkan kesempatannya bermain dengan baik sehingga meski tidak terlalu sering bermain ia tetap bisa mencuri perhatian pelatih timnas Spanyol kala itu Vicente Del Bosque. Bartra masuk dalam skuat timnas Spanyol di Euro 2016. Sejauh ini sang bek tengah telah tampil 11 kali memperkuat skuat La Furia Roja.

Tumbuh dari akademi Barcelona, Bartra merupakan bek tengah yang memiliki kemampuan menguasai bola dengan baik dan mampu melepaskan operan-operan akurat dari lini belakang. Faktor tersebut nampaknya menjadi pertimbangan Dortmund untuk merekrutnya sebagai pengganti Hummels.

Di awal musim ini Bartra menjadi pilihan utama pelatih Dortmund Thomas Tuchel. Ia melakoni debutnya saat menghadapi Bayern Munich di ajang DFL Supercup, sayang debutnya harus ditandai dengan kekalahan 2-0.

SIMAK JUGA: Marc Bartra Ingin Bayar Kepercayaan Borussia Dortmund

Sempat menjadi kepercayaan Tuchel di lini belakang Bartra kemudian mengalami cedera otot yang membuatnya harus absen dan performanya pun menurun menjelang berakhirnya paruh pertama musim, sehingga kemudian tergeser dari posisi inti.

Marc Bartra Borussia Dortmund 14082016

Bartra kerap mendapat kritik karena belum bisa tampil konsisten. Tapi Tuchel membelanya dan menyatakan hal itu normal terjadi bagi pemain yang masih beradaptasi di tim dan negara baru.

“Dia [Bartra] belum terbiasa dengan intensitas dalam latihan dan pertandingan Bundesliga. Perlu waktu untuk menyesuaikan diri. Selain itu juga ada masalah bahasa, tapi itu normal,” ujar Tuchel pada situs resmi Dortmund, Desember lalu.

“Dia juga belum terbiasa bermain setiap tiga hari dan mengemban tanggung jawab besar di setiap laga. Terkadang dia terlihat tegang atau terlalu ambisius, tapi intinya dia selalu ingin menunjukkan yang terbaik, jadi dia akan terus mendapatkan dukungan,” tambah sang pelatih.

SIMAK JUGA – Marc Bartra: Fans Borussia Dortmund Lebih Bergairah Ketimbang Barcelona

Karena terus mendapat dukungan dan dipercaya, di paruh kedua musim ini Bartra mulai mampu menunjukkan performa yang lebih baik.

Kelebihan Bartra dalam hal penguasaan bola, melepaskan operan, hingga melakukan kreasi peluang semakin terlihat dalam taktik Tuchel yang mengedepankan penguasaan bola dan tampil menyerang.

GFX ID Marc Bartra Borussia Dortmund

Dalam 11 laga yang telah ia mainkan di ajang Bundesliga musim ini, Bartra telah mencatatkan total 838 umpan dengan rata-rata 90 operan per laga. Akurasi umpannya pun mencapai 82%. Bek tengah berusia 26 tahun itu berhasil enam kali menciptakan peluang dan mencatatkan tiga assist.

Raihan assist Bartra sebagai bek hanya kalah dari bek kanan Hertha Berlin Mitchell Weiser dan bek kiri Schalke 04 Sead Kolasinac. Sehingga catatan tiga assist yang ia ciptakan menjadikannya sebagai bek tengah yang paling kreatif di Bundesliga musim ini.

Melihat performanya yang mulai meningkat di paruh kedua musim debutnya ini, Bartra berpeluang besar mampu memenuhi harapan Dortmund sebagai andalan di lini belakang pada musim yang akan datang.