Liverpool Vs Tottenham, Memutus Nasib Buruk

Liverpool hanya meraih satu kemenangan sepanjang 2017, tetapi Tottenham juga menjalani tren buruk saat menghadapi The Reds dalam beberapa tahun terakhir…


OLEH    TEGAR PARAMARTHA     Ikuti di twitter


Bukan rahasia lagi apabila Liverpool sedang menghadapi ujian berat pada 2017, setelah mengalami penurunan performa drastis usai pergantian tahun.

Skuat asuhan Jurgen Klopp hanya mampu memetik satu kemenangan sepanjang tahun ini, dengan satu-satunya hasil sempurna didapat atas tim League Two Liga Inggris, Plymouth Argyle, pada replay babak ketiga Piala FA. 

Di Liga Primer Inggris The Reds cuma bisa memetik tiga angka dari tiga hasil imbang dalam lima pertandingan Liga Primer Inggris dan lebih disayangkan lagi, mereka sudah tersingkir dari dua turnamen domestik – Piala Liga dan Piala FA.

Alhasil, Euforia untuk meraih gelar juara di akhir musim dengan permainan rock & roll ala Klopp yang terbangun tahun lalu menguap sangat cepat

BERITA LIVERPOOL – Mats Hummels Sedih Jurgen Klopp Kesulitan Di Liverpool

James Milner dan kawan-kawan tentu ingin bangkit dan memutus rangkaian hasil buruk tersebut di akhir pekan nanti, terutama saat menjamu salah satu rival papan atas, Tottenham Hotspur.

Gawang Spurs adalah salah satu favorit bagi pemain-pemain Liverpool, dengan total 83 gol telah disarangkan di sana. Angka itu menjadi jumlah gol terbanyak kedua yang diciptakan pemain Liverpool ke gawang lawan di EPL, setelah Newcastle United yang dijebol 88 kali.

Tridente Sadio Mane, yang telah kembali dari pentas Piala Afrika, Phillipe Coutinho dan Roberto Firmino diharapkan mulai menampilkan performa terbaiknya lagi untuk mengeksploitasi salah satu sasaran favorit klub mereka.

BERITA LIVERPOOL – Jurgen Klopp Pertimbangkan Boyong Demarai Gray

Bagaimanapun juga, Liverpool tidak sendirian berusaha memutus nasib buruk, meski Tottenham menjalani performa impresif dengan, tanpa tersentuh kekalahan, meraih lima kemenangan dalam tujuh pertandingan di semua ajang, mereka juga memiliki catatan buruk melawan si Merah.

Dari catatan historis pertemuan kedua kubu, Tottenham tidak pernah menang atas Liverpool dalam delapan pertandingan terakhir di EPL (M0 S3 K5). Itu berarti Pochettino yang mulai menangani Spurs pada 2014/15, sekalipun tak bisa mengantar anak asuhnya menaklukkan Liverpool (M0 S3 K3), termasuk saat dibekuk pada ajang Piala Liga di awal musim ini.

Selain itu, di Anfield, Spurs nyaris selalu menelan kekalahan, mereka dipaksa pulang dengan tangan hampa pada 15 dari 24 pertandingan yang digelar di Liga Primer Inggris, dan hanya menang dua kali, sementara tujuh laga berakhir sama kuat. Catatan itu membuat Anfield menjadi tempat terangker ketiga bagi Spurs, setelah Old Trafford dan Stamford Bridge.

BERITA TOTTENHAM – Dele Alli, Pemain Terbaik Liga Primer Inggris Januari

Spurs, terutama Pochettino, tentu juga ingin mengakhiri mimpi buruk ketika bertemu Liverpool. Mereka akan mengandalkan sosok Harry Kane di pertandingan nanti, dengan pemain asal Inggris itu selalu terlibat dalam tiga gol Spurs pada dua pertandingan EPL terakhir di Anfield, mencetak dua gol dan satu assist.

Selain itu, tidak ada pemain yang mencetak lebih banyak gol di Liga Primer Inggris pada 2017 selain Kane (6 – setara dengan Romelu Lukaku. Dan pemain berusia 23 tahun tersebut menjadi satu-satunya pemain yang mencetak 20 gol atau lebih dalam dua kalendar tahunan terakhir (27 pada 2015, 22 pada 2016).

Siapa yang mampu memutus nasib buruk pada laga di Anfield akhir pekan ini?

Tetap beraktivitas #TerusGerak , jangan khawatir berkeringat dan bau badan karena Rexona Ice Cool memberi perlindungan selama 48 jam dan memiliki Motionsense yang akan menjagamu tetap segar di setiap gerakan, sepanjang hari setiap saat.