Laporan Pertandingan: Fiorentina 2-4 Borussia Monchengladbach

Sempat kalah agregat 3-0 di babak pertama, wakil Jerman M’gladbach mengamuk dengan menggelontorkan empat gol untuk mengubur mimpi La Viola melaju ke babak berikutnya.


OLEH DEWI AGRENIAWATI


Harapan Fiorentina melenggang ke babak 16 besar Liga Europa sirna, setelah mereka secara dramatis kalah 4-2 dari Borussia Monchengladbach pada leg kedua babak 32 besar, padahal sempat unggul 2-0di babak pertama. 

Mengantungi kemenangan 1-0 hasil pertemuan pertama di Jerman pekan lalu, La Viola tampil penuh percaya diri dan langsung membuka skor lewat Nikola Kalinic di menit ke-16. Mimpi melangkah ke perdelapan-final semakin besar setelah Borja Valero menggandakan keunggulan, sekaligus mengubah kemenangan agregat menjadi 3-0. 

Tapi di luar dugaan, Monchengladbach mampu bangkit dan mencetak tiga gol di babak kedua, setelah penalti Lars Stindl memperkecil defisit sesaat sebelum jeda. Stindl menjadi pahlawan bagi M’Gladbach, tapi juga mimpi buruk buat tuan rumah dengan menambah dua gol berikutnya dan Andreas Christensen menutup pesta Monchengladbach. 

SIMAK JUGA: 

Tujuh menit setelah kick-off, wakil Jerman melancarkan serangan lewat sisi kiri dan mendapat peluang emas melalui sundulan Jannik Vestergaard, tapi bola masih dapat diamankan kiper tuan rumah. 

Namun, justru La Vioa yang lebih dulu membuka keunggulan saat Bernardeschi memasuki area penalti dan mengirim umpan kepada Kalinic, yang tanpa kesulitan menaklukkan Jan Sommer. Itu adalah gol kelimanya di tujuh laga Liga Europa. 

Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri Fiorenina yang nyaris mendapat gol kedua sementara Sommer dipaksa melakukan penyelamatan untuk menggagalkan usaha Federico Chiesa dan Bernardeschi. 

Menuju setengah jam pertandingan, Borja Valero menandai penampilan ke-200 bersama Fiorentina dengan menggandakan keunggulan tuan rumah.

Moenchengladbach players celebrating Fiorentina Borussia Monchengladbach Europa League

Tapi sesaat sebelum jeda, Gladbach mendapat hadiah penalti setelah Tatarusanu menjatuhkan Josip Drmic dan Stindl yang menjadi eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna, sekaligus membuka harapan bagi wakil Jerman ini. 

Fiorentina tak mampu menahan tendangan sudut dengan baik ketika babak kedua dimulai dan Stindl dengan cemerlang memanfaatkan bola liar dari dalam kotak penalti untuk mengubah skor menjadi 2-2.

Kalinic nyaris mencetak gol keduanya di malan ini tak berapa lama kemudian, tapi ia gagal memaksimalkan peluang emas usai mendapat umpan Bernardeschi. 

Hal tersebut harus dibayar mahal tuan rumah karena Gladbach akhirnya mampu membalikkan keadaan sekaligus unggul berkat gol tandang ketika tembakan Stindl kembali bersarang di pojok gawang Tatarusanu, dengan memanfaatkan assist Jonas Hofmann. 

Fiorentina benar-benar mengalami mimpi buruk, karena mereka kembali gagal mengantisipasi bola mati. Hofmann melepaskan tendangan sudut dan Andreas Christensen dengan sempurna menyambutnya melalui sundulan sehingga Gladbach membukukan gol eempatnya di pertandingan ini. 

Hingga wasit meniup peluit panjang, tidak ada Fiorentina tidak mampu mengejar ketertinggalan.