Kalah, Widodo Cahyono Putro Soroti Kinerja Wasit

Pelatih SFC itu mengakui laga melawan Arema sangat menguras emosi.


OLEH   AURELIUS BALAKOSA & MUHAMAD RAIS ADNAN


Pelatih Sriwijaya FC Widodo Cahyono Putro mengakui laga melawan Arema FC sangat ketat dan dalam tempo tinggi. Seperti diketahui, pada laga perempat-final yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Minggu (26/2) malam, itu SFC kalah tipis 1-0 dari Arema.

“Laga malam ini sangat menguras emosi. Selamat untuk Arema yang memenangkan pertandingan,” kata Widodo, dalam jumpa pers setelah laga.

Lebih lanjut, Widodo menuturkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit Abdul Rahman Salasa di laga ini. Dia menilai, beberapa keputusan wasit asal Jakarta Timur tersebut berbau kontroversi.

“Saya tegaskan, marilah sama-sama majukan sepakbola Indonesia. Kalau jelek ya saya katakan jelek. Kepemimpinan wasit tidak tegas. Kasihan pemain jika wasit masih seperti itu,” ujar Widodo, dengan nada kesal.

SIMAK JUGA: Arema Melaju Ke Semi-Final

“Saya sudah berusaha sabar dan tidak emosi. Tapi ya manusia melihat wasit sepeti itu, ya emosi juga. Bisa mati muda kalau wasit jelek,” tegas eks asisten pelatih timnas Idnonesia itu.

SIMAK JUGA: Aji Ingatkan Pemain Arema Untuk Lebih Meredam Emosi

Di sisi lain, Widodo mengakui Arema unggul dalam hal skill individu pemain, serta kekompakan tim. “Arema kompak dalam bertahan. Ada beberapa peluang, namun tidak bisa dijadikan gol. Kami terburu-buru menyelesaikan peluang. Setelah ini kami akan evaluasi tim,” tambah Widodo. 

Sementara itu, bek SFC Rudolof Yanto Basna menerima dengan lapang dada kekalahan timnya ini. Meski pemain asal Papua itu mengakui dirinya sempat terpancing emosi di laga ini.

“Kami ucapkan selamat untuk Arema. Hidung saya sempat patah, pelatih pun meminta pemain untuk sabar, tapi kesabaran pemain ada batasnya. Terima kasih skuat Sriwijaya yang malam ini sudah bekerja keras,” ucap Yanto.(gk-18)