Hanafi: Pemain Persegres Gresik United Sering Lupa

Sementara sejumlah pemain muda Gresik United tidak menemui kesepakatan dipinjamkan ke klub Linus.


OLEH   DONNY AFRONI & HAMZAH ARFAH


Pelatih Persegres Gresik United Hanafi merasa kecewa kepada anak asuhnya setelah melakoni pertandingan uji coba melawan akademi Wahana Cipta Pesepakbola (WCP) di Stadion Petrokimia kemarin.

Menurut Hanafi, dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 6-2 itu, pemain sering lupa menerapkan materi yang sudah diberikan saat latihan ketika mereka bertanding.

SIMAK JUGA: Gresik United Bersiap Ikuti Turnamen Di Blitar

“Baru setelah kami tegur dari pinggir lapangan, mereka kemudian ingat lagi. Ini kan cukup riskan juga jika sudah masuk kompetisi. Tapi saya menyadari jika dalam skuat ini memang banyak pemain muda, sehingga wajar itu terjadi. Saya akan benahi terus agar mereka benar-benar siap,” ujar Hanafi.

Selain itu, Hanafi menduga situasi tersebut terjadi setelah pemain menjalani tes Vo2 Max pada pagi harinya. Tes ini diberikan untuk mengetahui kebugaran para pemain. Mereka menjalani tes berupa lari dan ujian fisik lainnya.

“Untuk nilai tertinggi dicatatkan Ghufroni dengan nilai 14, atau dalam level Vo2 Max itu sekitar 61,1. Baru kemudian Komaruddin yang sama-sama striker muda kami. Untuk Patrick [da Silva] mencatat nilai 13, atau standar pemain asing yang diperbolehkan bermain di Indonesia,” ucap asisten pelatih Pudji Handoko.

SIMAK JUGA: Abel Gebor Ikut Latihan Gresik United

Sementara itu, laga uji coba juga turut dilihat manajemen klub Liga Nusantara (Linus) Persekama Magelang. Persekama ingin meminjam sejumlah pemain muda Gresik United untuk turnamen Dirgantara Cup.

Hanya saja, keinginan itu menemui jalan buntu. Manajer Persikama Sukardiyono Goodres mengungkapkan, para penggawa muda Kebo Giras yang diajak berdisukasi tak mencapai kesepakatan peminjaman.

“Kami sudah memberikan beberapa tawaran kepada pemain yang ingin kami pinjam, tapi tidak ada deal. Akhirnya kami batal meminjam pemain Persegras,” ungkap Sukardiyono.

SIMAK JUGA: Gresik United Menangi Undian ‘Runner-Up’ Grup 1

Manajer Gresik United Bagoes Cahyo Yuwono menyadari adanya penolakan dari sejumlah pemain muda tersebut. Bagoes menilai peminjaman itu bisa memberikan keuntungan kepada pemain, karena mereka bakal mendapatkan jam terbang lebih banyak.

“Sepertinya kok para pemain keberatan untuk dipinjam memperkuat Persikama di turnamen itu. Nanti saya akan coba ngobrol lebih lanjut dengan mereka langsung bersama perwakilan Persikama supaya mereka tahu,” kata Bagoes. (gk-43)