GoalPedia: Memahami Taktik Half Space

Half space merupakan ruang yang sangat strategis dalam taktik sepakbola modern.


OLEH DIMAS PANJI SETYADI   Ikuti di twitter


Half space mungkin sudah cukup familiar di telinga para penggemar sepakbola yang turut mengikuti perkembangan taktik. Konsep half space sebenarnya cukup sederhana, jika anda mengetahui bahwa dalam fase menyerang suatu tim selalu mencari ruang untuk dieksploitasi, maka itulah sebenarnya pemahaman mendasar dari half space.

Dalam perkembangannya half space tidak hanya bisa dimanfaatkan di fase menyerang namun juga saat bertahan, namun artikel ini hanya akan membahas dalam fase menyerang.

SIMAK JUGA – GoalPedia: Kontroversi Penggunaan Teknologi Video, Akankah Sepakbola Lebih Baik?

Half space adalah sebutan untuk area di lapangan yang kini selalu dieksplotasi karena suatu tim bisa mendapat keuntungan ketika menguasai bola atau mampu memanfaatkan ruang di area itu dengan efektif. Area tersebut berada di antara sisi lapangan dan area tengah lapangan.

Mengutip dari situs analisis taktik spielverlagerung.com, area di lapangan sepakbola secara horizontal dapat dibagi menjadi tiga ruang mendasar; bagian sayap (Außen/wing/flank), half space (Halbraum), dan tengah (Zentrum/center).

Half space bukanlah penemuan baru, kata tersebut adalah terjemahan dari halbraum yang merupakan bahasa Jerman. Sebutan itu pertama kali diperkenalkan oleh para pelatih asal Jerman dan Asosiasi sepakbola Jerman (DFB).

Half Space

Half space merupakan ruang yang berada di antara area sayap dan tengah. Ruang tersebut seringkali diisi oleh para gelandang serang kreatif seperti David Silva, Mesut Ozil, Philippe Coutinho, dan Eden Hazard.

Jika seorang pemain dari tim yang sedang menyerang berada di area half space, ia akan selalu sulit dijaga. Karena para pemain bertahan akan merasa ragu atau bingung siapa yang seharusnya menjaga pemain tersebut.

Sebagai contoh bisa dilihat dari video dari SR Analysis berikut ini:

Gelandang serang Liverpool Philippe Coutinho, yang sebenarnya bermain sebagai winger kiri di laga kontra Arsenal itu, bergerak ke area half space untuk memancing bek tengah meninggalkan posisinya.

Operan satu sentuhannya dari area half space membuka ruang bagi pemain di sisi kiri, Georginio Wijnaldum, untuk menerima umpan dan menerobos ke kotak penalti lawan.

Pemanfaatan half space yang Coutinho lakukan efektif dilakukan saat menghadapi tim dengan garis pertahanan rendah, pergerakan gelandang asal Brasil itu di area half space bisa memancing bek lawan untuk naik dan meninggalkan ruang kosong di sekitarnya.

Sementara di cuplikan selanjutnya, Eden Hazard memanfaatkan area half space saat menghadapi tim yang memiliki garis pertahanan tinggi, gelandang Chelsea itu bergerak di area half space hingga turun ke daerahnya sendiri karena tingginya garis pertahanan lawan.

Setelah Hazard menguasai bola tampak para pemain bertahan kebingungan melakukan penjagaan karena ada pemain Chelsea di area sayap dan tengah, sehingga terbukalah ruang untuk melakukan umpan terobosan yang berhasil menembus pertahanan lawan.

SIMAK JUGA – GoalPedia: Keberhasilan Jerman Menelurkan Pelatih Berkualitas

Dengan situasi-situasi seperti itu terlihat bahwa bergerak atau menguasai bola di half space bisa menjadi cara membuka ruang yang efektif bagi tim yang sedang menyerang, karena tim bertahan akan mengalami kebingungan untuk menjaga pemain lawan di area half space, hal itu bisa menciptakan ruang (bisa di area sayap ataupun tengah) yang bisa dieksploitasi oleh tim yang sedang menyerang.

Mengutip dari tulisan analis taktik Jake Askham, half space hanya efektif jika area tersebut kosong. Itulah mengapa pemahaman yang sangat baik antara striker dengan gelandang serang sangatlah penting. Jika sang striker bergerak ke arah area half space maka tidak akan ada lagi ruang yang cukup bagi tim yang sedang menyerang untuk melakukan serangan dengan memanfaatkan ruang tersebut. Sehingga dalam situasi seperti itu striker yang efektif adalah mereka yang mau terus berlari tanpa bola untuk menciptakan ruang bagi rekan setimnya.

Half space adalah area yang sangat menarik di lapangan. Ketika suatu tim memahami bagaimana cara memanfaatkannya, itu akan memberikan mereka peluang yang lebih besar untuk membangun serangan dengan efektif.

Semuanya akan tergantung pada pemahaman para pemain tentang ruang di sekitar area half space. Jika para pemain tidak memahami situasi ruang di sekitar area tersebut maka mereka hampir tidak berguna dan serangan berbahaya pun tidak akan terbentuk.