EKSKLUSIF – Marco Verratti: Fans Sumber Inspirasi PSG

Dalam kolom eksklusifnya untuk Goal, gelandang PSG ini membicarakan gairah fans, kemenangan telak atas Barcelona, dan jelang duel Le Classique.


OLEH  MARCO VERRATTI       PENYUSUN  SANDY MARIATNA     Ikuti di twitter


Adakah hal lain yang lebih menarik untuk dibicarakan sebelum duel Olympique Marseille versus Paris Saint-Germain selain membicarakan fans? Di kesempatan ini, saya akan membahas fans. Terlebih kami baru saja mendapat kunjungan istimewa dari Collectif Ultras Paris di Camp des Loges saat sesi latihan, Jumat (24/2) kemarin.

Banyak hal telah berubah di PSG sejak saya datang kemari. Di musim pertama saya, ketika kami menjadi juara Ligue 1, ada pesta besar di kota Paris. Atmosfernya sungguh luar biasa, suporter di mana-mana. Tapi saya juga tahu, kami pernah mengalami masa-masa sulit di masa lampau. Meski begitu, untuk pertama kalinya saya melihat ada gairah yang luar biasa dari klub ini. Kami berhasil menemukan pemain ke-12.

Ada perubahan besar yang dilakukan petinggi klub, para pemain pun ikut berubah. Tetapi, kami menyadari bahwa sangat penting untuk selalu mendapat dukungan dari fans. Bagi kebanyakan orang, sulit untuk memahami bahwa penonton punya dampak langsung terhadap performa pemain di lapangan. Tanpa kehadiran mereka, kami hanya akan bermain tanpa motivasi.

PSG Barcelona Champions League 14022017

Ketika menghadapi Barcelona di Liga Champions pekan lalu, di banyak kesempatan saya kecapekan dan kesulitan mendapat bola. Tetapi, ketika mendengar dukungan penonton di Parc des Princes, saya merasa siap mati untuk mereka. Rasanya hampir mustahil untuk kalah di tengah atmosfer seperti itu. Di sepanjang musim, atmosfernya memang tidak selalu seperti ini. Itu wajar.

Saya sendiri merasa kesulitan ketika bermain di sebuah stadion yang sunyi. Kini, saya sangat antusias jelang partai melawan Marseille dan bermain di bawah tekanan 60 ribu penonton di Stadion Velodrome. Itulah sepakbola yang saya suka. Mampu menang di Veldrome rasanya akan berbeda dengan meraih kemenangan di tempat lain.

Bagi Marseille, mengalahkan PSG bisa berarti menghilangkan seluruh penderitaan di sepanjang musim. Bagi kami, ini adalah tentang cara membuat fans bahagia. Saya langsung merasakan kebahagiaan itu di jalanan, ketika fans datang untuk memberikan selamat. Semuanya dilakukan dengan respek dan itu adalah hal yang saya suka di Prancis. Di Italia, para suporter langsung mengerubungi dan memeluk kami. Saya menyukai suporter di Paris yang sangat hangat tapi juga menjaga privasi kami.

Verratti GFX

Saya sangat bahagia menyaksikan mereka bisa kembali ke stadion. Mungkin banyak dari mereka yang sedih jika tidak bisa datang ke stadion untuk mendukung kami. Sebagian dari mereka mungkin berpandangan bahwa mendukung PSG adalah pengorbanan finansial, sebuah gaya hidup. Saya bisa memahami hal itu karena saya mengalaminya sendiri ketika masih muda.

Setiap Sabtu, saya selalu menonton Pescara yang bertanding di divisi tiga atau dua. Sepulang sekolah, saya dan teman-teman menyantap makanan cepat-cepat agar bisa bergabung dengan para suporter “Curva” di belakang gawang. Saya tidak punya pilihan, karena jika berada di tribun lain kami akan bergabung dengan orang yang lebih tua. Dan saya ingin belajar seluruh lagu-lagu Pescara. Itu adalah memori yang indah karena kami dapat saling berbagi gairah.

Saya ingat dalam sebuah laga ketika kami menang dan di ambang promosi ke Serie B. Di saat bersamaan, ada tim rival yang punya poin sama, sehingga harus dilakukan play-off. Kami akhirnya menang dan promosi. Sungguh luar biasa. Dalam perjalanan menuju dan keluar stadion, kami harus berkendara selama tiga jam. Seluruh fans Pescara bergerombol dan berkerumun di sana.

SIMAK JUGA: Verratti Enggan Tinggalkan PSG

Saya memiliki seorang teman yang punya restoran di Pescara. Dia menonton seluruh laga Pescara, kandang maupun tandang. Seringkali laga tandang dilaluinya dengan sembilan jam mengendarai mobil, namun sampai di tempat tujuan dia hanya menjadi fans Pescara seorang diri. Yang dilakukannya sungguh luar biasa. Saya yakin ada banyak orang yang seperti itu, termasuk di Paris.

Fans PSG sebentar lagi akan melakoni pengalaman seperti itu ketika kami bertanding di Barcelona [dalam leg kedua 16 besar Liga Champions]. Saya ingat mereka juga pernah bertandang ke markas Chelsea atau Arsenal dalam partai Liga Champions. Bisa melihat dunia di luar Paris terasa impresif. Kami butuh energi dari mereka. Itu adalah pengorbanan besar dan saya ingin membuat mereka bangga.

 

Nobar PSG