Djadjang Nurdjaman Senang, Tapi Tak Puas

Djanur menyatakan ada beberapa pemain yang tampil di bawah performa terbaik mereka.


LIPUTAN  ABI YAZID  DARI SOLO    Ikuti di twitter


Kendati merasa senang lolos ke semi-final Piala Presiden 2017, pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman merasa tidak puas dengan performa tim besutannya ketika mengalahkan Mitra Kukar 3-2 di Stadion Manahan Solo pada laga perempat-final, Sabtu (25/2) malam WIB.

Djadjang mengakui anak asuhnya dihinggapi ketegangan saat melawan Mitra Kukar, terutama di babak kedua. Kondisi ini membuat beberapa pemainnya tidak mampu menampilkan permainan terbaik, meskipun bisa memenangkan pertandingan.

SIMAK JUGA: Jafri Pertanyakan Gol Ketiga Persib

“Kami bersyukur bisa melaju ke semi-final. Saya mengucapkan terima kasih kepada pemain yang sudah bekerja keras. Pemain kami tegang, sehingga kurang nyaman, terutama di babak kedua. Dari mulai gol pertama, dibalas, lalu gol kedua dan ketiga, sampai akhirnya dibalas,” tutur Djanur, sapaan Djadjang.

“Ada beberapa pemain yang off-day hari ini, sehingga secara kualitas permainan saya belum puas. Tapi apapun itu patut disyukuri, yang penting kami bisa lolos ke semi-final.”

SIMAK JUGA: Persib Melaju Ke Semi-Final

Mantan pelatih Pelita Jaya itu menambahkan, ia mengkhawatirkan cederanya Sergio van Dijk akibat mendapatkan tekel keras, sehingga sangat mungkin akan absen di laga berikut.

“Cedera yang didapatkan Sergio sangat disayangkan hari ini. Saya masih belum mengetahui seberapa parah cedera yang dia dapatkan, karena masih perlu observasi. Saya sedikit khawatir, karena jeda ke babak semi-final hanya tiga hari,” beber Djanur.

“Harus kami pikirkan, karena sangat mungkin dia absen. Di lini depan saat ini tersedia [Sohei] Matsunaga dan Angga. Kami tidak bisa menambah pemain di semi-final, dan kami harus bisa memberdayakan pemain yang ada.”

SIMAK JUGA: Persib Ambisi Cetak Gol Cepat

Persib dipastikan bermain di kandang lawan pada leg pertama semi-final, sehingga mereka praktis hanya punya waktu sehari untuk persiapan.

“Kami tanggal 28 harus pergi, persiapan sangat pendek. Yang penting nanti kami harus bisa mengatur ritme agar pemain tetap bugar,” tutupnya. (gk-48)