Djadjang Nurdjaman Puas Timnya Taklukkan Persiba Balikpapan

Di lain pihak, Timo menganggap kekalahan dari Persib menyakitkan bagi timnya.


LIPUTAN   PANDU PERSADA     DARI  BANDUNG   


Persib Bandung mampu menang, 3-1, atas Persiba Balikpapan dalam lanjutan grup 3 Piala Presiden 2017 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (12/2) malam. Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman pun tak bisa menutupi rasa senangnya setelah laga tersebut.

“Saya puas dengan hasil malam ini, walau kami kecolongan satu gol. Saya sendiri selalu yakin dengan tim ini bisa membalikkan keadaan,” ucap pelatih yang akrab disapa Djanur itu, setelah laga.

Dia pun senang, pergantian pemain yang dilakukannya pada babak kedua membuahkan hasil. Di mana pada babak itu, tim Maung Bandung mampu mencetak dua gol lewat Sergio Van Dijk dan Febri Hariyadi.

“Di babak kedua, kami baru memasukkan pemain vital, seperti ada Dedi [Kusnandar] dan Supardi [Nasir Bujang]. Setelah itu permainan kami mulai merambat ke tengah dan akhirnya bisa membawa pulang kemenangan,” tuturnya.

“Selamat untuk pemain yang sudah menunjukkan penampilan yang bagus dan bisa menang. Saya akui, di awal babak pemain sedikit nervous [gugup] tapi setelah 20 menit kami baru menemukan bentuk permainan asli,” jelasnya.

SIMAK JUGA: Taklukkan Persiba, Kans Persib Lolos Makin Besar

Di lain pihak, pelatih Persiba Timo Scheunemann mengakui hasil laga malam ini menyakitkan buat dirinya. Namun, Timo bangga para penggawa Beruang Madu bisa tampil lebih baik ketimbang laga sebelumnya.

SIMAK JUGA: Marlon Tak Khawatirkan Menara Persib

“Ini kekalahan menyakitkan buat kami, tapi pemain sudah maksimal dan bisa menerapkan apa yang ada di dalam latihan,” kata pelatih asal Jerman ini.

“Kita bisa lihat pressing pemain Persiba terutama di babak pertama sudah lebih baik, hanya tidak bisa berjalan 90 menit karena kualitas pemain Persib yang berhasil mempergunakan kesalahan kami. Kesalahan kami ketika kami coba counter attack, tapi bola hilang dan malah kami yang kebobolan. Hal seperti itu sering terjadi di dalam sepakbola,” tutur eks Persema Malang tersebut.

Perihal insiden penalti yang menimpa skuatnya, Timo mengisyaratkan dirinya cukup dirugikan atas keputusan tersebut. Namun, ia enggan larut dalam kisruh tersebut dan lebih fokus untuk memeperbaiki tim jelang laga terakhir kontra PSM Makassar, Jumat (17/2) mendatang.

“Soal penalti, mungkin pandangan wasit agak gelap hari ini, enggak bisa lihat mana kaki atau tangan, tapi itu urusan manajemen. Saya sendiri tidak menyoroti itu, hanya melihat kesalahan kami sendiri,” tutupnya.(gk-68)