Diego Simeone Vs Luis Enrique: Mencari Antidot Jagoan Piala

Duel Atleti vs Barca di semi-final Copa del Rey menjadi kesempatan bagi Simeone untuk merusak rekor impresif Enrique di ajang itu.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di twitter


Luis Enrique adalah jagoan ajang piala. Sejak menangani Barcelona pada 2014, Enrique mampu membawa timnya menjuarai dua kali Copa del Rey (2014/15 dan 2015/16) dan sekali merengkuh Liga Champions (2014/15).

Khusus di Copa del Rey, Enrique punya sepak terjang yang mengesankan. Sang entrenador hanya sekali menelan kekalahan dalam 24 kali memimpin Lionel Messi dkk. Persentase kemenangan Enrique pun menyentuh angka 83,3 persen.

Hal itu membuat Barcelona kembali diunggulkan di leg pertama semi-final Copa del Rey, kendati mereka harus berhadapan dengan rival berat Atletico Madrid di Vicente Calderon, Kamis (2/2) dini hari WIB.

SIMAK JUGA: PREVIEW: Atletico – Barcelona

Dalam beberapa tahun terakhir ini, Atletico besutan Diego Simeone dikenal sebagai tim antikemapanan. Mereka mampu membuat frustrasi tim-tim raksasa Spanyol dan Eropa, tentu saja Barcelona termasuk di dalamnya.

Di ajang piala, Barcelona besutan Enrique sudah merasakan kedahsyatan tim racikan Simeone, tepatnya di perempat-final Liga Champions musim lalu. Kala itu, Barcelona sempat unggul 2-1 di leg pertama, namun terpaksa gigit jari akibat brace Antoine Griezmann di Calderon yang membuat skor agregat berbalik 3-2 untuk Los Rojiblancos.

Namun, El Cholo pantang jemawa, sebab rekornya di Copa del Rey masih kalah cemerlang ketimbang Enrique. Dalam dua musim terakhir, Simeone hanya mentok di perempat-final, salah satunya terjadi karena keok dari Enrique di musim 2014/15. Ketika itu, Atletico kalah kandang-tandang sekaligus melapangkan jalan treble bagi Barca.

GFX Luis Enrique (Barcelona) vs Diego Simeone (Atletico Madrid) - Copa del Rey

Di musim ini, Simeone berhasil membawa timnya ke semi-final Copa del Rey dan berkesempatan untuk membalaskan kekalahan dua musim lalu itu. Inilah kesempatan terbaik bagi pelatih asal Argentina itu untuk kembali menjadi antidot bagi Enrique di ajang piala, setelah musim lalu melakukannya di Liga Champions.

Laga ini boleh diibaratkan sebagai final dini, sebab partai semi-final Copa del Rey lainnya hanya mempertemukan Celta Vigo dan Deportivo Alaves. Artinya, siapa pun pemenang antara Atleti dan Barca bakal punya peluang lebih besar untuk mengangkat trofi Copa del Rey di partai puncak.

Simeone bersama pasukannya adalah harapan terbesar bagi pihak-pihak yang tidak menginginkan gelar Copa del Rey jatuh ke tangan Barcelona/Enrique untuk ketiga kalinya secara beruntun.