Barcelona & Luis Enrique, Mimpi Buruk Diego Simeone

Simeone menjalani karir yang cemerlang bersama Atletico Madrid, tetapi Barcelona dan Luis Enrique selalu menjadi awan kelabu bagi sosok asal Argentina tersebut.


OLEH    TEGAR PARAMARTHA     Ikuti di twitter


Diego Simeone datang ke Vicente Calderon pada 2011 menggantikan Gregorio Manzano, yang didepak karena Atletico Madrid dibungkam klub divisi tiga Albacete pada Copa del Rey, dengan sedikit perjudian.

Semenjak beralih profesi sebagai pelatih, kiprah Simeone berjalan naik turun. Ia membawa Estudiantes meraih gelar juara liga Argentina untuk pertama kali dalam 23 tahun pada 2006 usai menaklukkan Boca Juniors, tetapi harus meninggalkan klub setelah gagal mempertahankan performa klub di musim berikutnya.

BERITA ATLETICO – Griezmann Ingin Terus Catatkan Sejarah Di Rojiblancos

Skenario yang nyaris sama, hanya berakhir lebih buruk, terjadi setelah ia menyebrang ke River Plate. El Cholo membawa klub meraih juara pada 2008, namun performa klub lebih jauh terjun bebas pada musim berikutnya, Simeone angkat kaki setelah klub menjalani 11 laga tanpa kemenangan dan berstatus juru kunci.

Namun, siapa yang menyangka, Simeone menemukan periode emasnya bersama Atletico Madrid, mengantar Rojiblancos mengguncang Eropa dengan menjuarai Liga Europa pada musim debutnya dan kemudian mengangkat trofi-trofi bergengsi lain seperti La Liga Spanyol, Copa del Rey, Supercopa Spanyol, Piala Super Eropa dan merasakan dua kali final Liga Champions.

Diego Simeone Atletico Madrid Copa del Rey final 2013

Deretan sukses Simeone bersama Atletico sangat menyilaukan mata, tetapi bagaimanapun juga, ada titik hitam di antara semua cahaya karirnya, yaitu Barcelona dan Luis Enrique. Sebagai manajer, Simeone tidak pernah merasakan kekalahan lebih banyak dibanding ketika berhadapan dengan Barcelona, demikian juga ketika menantang Enrique, bahkan Real Madrid dan Carlo Ancelotti tidak melewati catatan tersebut.

Pertemuan perdana Simeone sebagai manajer Atletico dengan Blaugrana – yang saat itu diasuh Pep Guardiola – seolah menjadi pintu mimpi buruk bagi sosok asal Argentina tersebut. Rojiblancos tumbang dengan skor 2-1 di Calderon setelah gol Dani Alves dan Lionel Messi hanya bisa dibalas oleh Radamel Falcao.

BERITA BARCA – Carles Puyol Harapkan Keajaiban Untuk Barcelona

Pertandingan diwarnai kontroversi yang membuat laga berjalan panas, Simeone menuding wasit lebih menguntungkan pihak tim tamu dengan adanya beberapa putusan kontroversial dari sang pengadil, termasuk gol penentu kemenangan oleh Messi yang dilakukan ketika pagar hidup Atleti belum siap.

“Kami tidak akan berdebat jika ini masalah dengan pagar hidup…jika Sergio Busquets melakukan pelanggaran penalti atau jika Dani Alves harusnya diusir pada babak kedua,” ujar Simeone. “Wasit sempurna.”

GFXID - Diego Simeone Vs Barcelona - Luis Enrique

Musim berikutnya, Barcelona ditinggal Guardiola, yang digantikan oleh Tito Vilanova. Simeone masih gagal membalas kekalahan tersebut, bahkan Atletico harus dipukul dua kali, dilibas 4-1 di Camp Nou dan dipermalukan 2-1 di Calderon.

Kesempatan balas dendam datang lebih banyak pada musim selanjutnya, di mana Barcelona kembali diasuh pelatih baru – Gerardo Martino. Pertemuan pertama terjadi pada ajang Piala Super Spanyol, tidak ada pemenang dalam dua leg pertandingan. 

BERITA BARCA – Luis Enrique Tidak Peduli Selebrasi Barcelona

Skor 1-1 di Calderon membuat Blaugrana lebih diuntungkan, dan pada leg kedua, pertandingan memanas menjelang laga berakhir tanpa gol, Filipe Luis dan Arda Turin dikartu merah, sementara Gabi, Diego Costa dan Diego Godin diganjar kartu kuning. Pertandingan sangat kacau, dan Simeone lagi-lagi harus menelan pil pahit karena Blaugrana unggul gol tandang.

Kemenangan perdana Simeone atas Barcelona akhirnya digapai, bukan di pentas domestik, tetapi ketika kedua tim bertemu pada perempat-final Liga Champions. Gol Koke memastikan kemenangan Atletico di leg kedua dan memastikan tim lolos setelah pada pertandingan leg pertama Rojiblancos meraih hasil imbang.

Koke Atletico Madrid Barcelona Champions League 04092014

Hasil negatif tersebut menjadi salah satu alasan didepaknya Gerardo Martino dan datangnya Luis Enrique ke Camp Nou. Pelatih asal Spanyol itu langsung membuktikan, ia bisa meredam El Cholo dengan membawa Barcelona meraih tujuh kemenangan beruntun atas Atletico sepanjang 2014 hingga 2016. 
Sebelum akhirnya Simeone sukses membawa anak asuhnya memukul Blaugrana besutan Enrique pada leg kedua babak perempat-final Liga Champions 2015/16. Dua gol Antoine Griezmann membawa Atletico menang 2-0 dan berhak lolos ke empat besar berkat keunggulan agregat 3-2.

Bagaimanapun juga, meski mencatatkan dua kemenangan atas Barcelona sepanjang karirnya di Calderon. Pertandingan terbaik Simeone melawan Blaugrana bisa disebut bukan salah satu dari keduanya, tetapi ketika Atleti menyegel gelar juara La Liga Spanyol di Camp Nou pada laga pamungkas musim 2013/14.

BERITA ATLETICO – Antoine Griezmann Top Skor Atletico Madrid Di Level Eropa

Hanya membutuhkan hasil imbang, Alexis Sanchez membuat fans Atletico terbungkam setelah pemain Cile tersebut menjebol gawang Thibaut Courtois pada menit ke-34. Apabila Blaugrana mampu mempertahankan keunggulan tersebut, maka mereka dipastikan menjadi juara karena unggul selisih gol atas rivalnya.

Namun, Atletico memiliki jawaban sendiri, Diego Godin muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol penyama kedudukan di awal paruh kedua memanfaatkan tendangan sudut Gabi. Hasil imbang sukses dijaga hingga peluit panjang dan memberikan Atletico titel La Liga pertama sejak 1996 silam.

Diego Godin Barcelona Atletico Madrid La Liga 2014

Simeone akan kembali membawa anak asuhnya berhadapan dengan Barcelona akhir pekan nanti. Hasil imbang tidaklah cukup, El Cholo harus berputar otak untuk tidak membuat Atletico lebih tertinggal lagi dari Real Madrid, Barca dan Sevilla di tiga besar klasemen sementara musim ini, dan juga menambah catatan kemenangan pribadinya atas Barcelona dan juga Enrique.