Angka-Angka Di Balik Dekadensi Kilat Leicester City

Inilah angka dan statisik yang menunjukkan penurunan dramatis Leicester dan berpuncak pada pemecatan Ranieri.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di twitter


Hanya berselang sembilan bulan setelah mengantar Leicester City menjadi kampiun Liga Primer Inggris paling mengejutkan sepanjang sejarah, Claudio Ranieri akhirnya harus menghadapi realita yang kejam. Ia dipecat.

Kiprah manajer asal Italia tersebut bersama Leicester resmi berakhir pada Kamis (23/8) malam waktu setempat, sehari setelah The Foxes kalah 2-1 dari Sevilla dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Usai sudah kisah dongeng dan “dilly ding dilly dong” nan ajaib itu.  

SIMAK JUGA: Ranieri: Impian Saya Pupus Setelah Dipecat

Kesabaran manajemen Leicester sepertinya sudah habis setelah menyaksikan Jamie Vardy dkk. hanya memetik satu kemenangan dalam sembilan partai terakhir di semua kompetisi, dengan tujuh di antaranya berakhir kekalahan. Di Liga Primer, sang juara bertahan terpuruk di peringkat 17, hanya satu poin di atas zona degradasi.

Statistik yang mengiringi mereka pun terbilang mengenaskan, di antaranya adalah kegagalan Leicester mencetak satu gol sejak Liga Primer memasuki tahun 2017. Apa saja angka-angka menarik lainnya seputar pemecatan Ranieri dan kemerosotan tajam Leicester di musim ini? Goal Indonesia mengambil data dari Opta dan menyajikannya untuk Anda.

Claudio Ranieri Leicester City Premier League 2016/2017

Poin dan Kemenangan

21 – Koleksi poin Leicester sejauh ini di Liga Primer 2016/17. Ini adalah poin terburuk dalam sejarah yang pernah diraih oleh tim juara bertahan Liga Inggris sampai pekan ke-25. Sebelumnya, rekor poin terburuk juara bertahan di periode sama dipegang oleh Ipswich Town pada 1963 dengan 24 poin.

21 – 21 juga menjadi angka angker bagi Manchester City, juara bertahan Liga Inggris musim 1936/37 yang terdegradasi di musim selanjutnya karena hanya sanggup finis di peringkat 21. Pertanda buruk untuk Leicester?

53 – Jumlah poin yang dicatatkan Leicester di musim lalu hingga pekan ke-25. Jika dibandingkan dengan perolehan poin di musim ini (21 poin), maka terdapat gap sebesar 32 poin.

14 – Leicester sudah menelan 14 kekalahan di Liga Primer musim ini. Dalam periode yang sama di musim lalu, The Foxes baru takluk dua kali.

5 – Leicester baru mencatatkan lima kemenangan di Liga Primer musim ini. Tiga kali lipat lebih sedikit jika dibandingkan dengan 15 kemenangan yang mereka raih di musim 2015/16 dalam periode yang sama.

GFX ID - Juara Bertahan Terburuk Liga Inggris

Gol

24 – Total gol yang diciptakan Leicester di Liga Primer musim ini atau hanya 0,96 gol per partai. Pada titik yang sama di musim lalu, mereka mampu melesakkan 47 gol atau hampir dua kali lipat dari jumlah gol musim ini.

11 – Leicester sudah 11 kali gagal mencetak gol di Liga Primer musim ini. Padahal, mereka hanya gagal mencetak gol dalam tiga partai saja di musim lalu.

0 – Nol besar! Angka nol mewakili jumlah gol yang dicetak Leicester di Liga Primer sejak memasuki 2017.

SIMAK JUGA: Ini Alasan Leicester Pecat Ranieri

Statistik Individu

5 – Catatan gol Jamie Vardy di Liga Primer musim ini. Turun drastis dari pencapaian musim lalu, dengan total 24 gol, termasuk membukukan rekor mencetak gol dalam 11 partai beruntun.

28 – Kombinasi jumlah gol (17) dan assist (11) pemain andalan Leicester lain, Riyad Mahrez, di Liga Primer musim lalu. Sedangkan di musim ini, sumbangsih winger Aljazair itu hanya tiga gol dan dua assist.

86 – Jumlah tekel yang dilakukan N’Golo Kante dalam 24 laga bersama Chelsea di Liga Primer musim ini. Di saat bersamaan, tiga pengganti peran Kante di Leicester — Namphalys Mendy, Wilfried Ndidi, dan Daniel Amartey — total hanya mencatatkan 50 tekel dari 27 laga.

44,4 – Tidak semua catatan Leicester buruk. Angka 44,4 menjadi persentase kemenangan Claudio Ranieri di Liga Primer sejak melatih Leicester. Jumlah ini menjadikan Ranieri sebagai manajer dengan persentase kemenangan terbaik dalam sejarah Leicester.

Ranieri Leicester ranking