100 Jersey Terbaik 2016/17: Biru Warna Favorit, Lokal Makin Digandrungi

Goal Indonesia telah merilis 100 Jersey Terbaik 2016/17, seperti apa karakteristik jersey yang dominan dan mencuri perhatian?

Seragam tim atau jersey, bagi sebagian besar penggila sepakbola, adalah barang wajib yang membuat mereka merasa sah disebut sebagai fans. Ada kebanggaan tersendiri ketika mengenakan pakaian yang sama dengan para pahlawan mereka di lapangan hijau.

Jersey bukan cuma sekadar menjadi identitas untuk diferensiasi antartim, namun juga untuk membangun koneksi dengan fans. Hubungan inilah yang membuat jersey menjadi komoditas raksasa dan bahkan menjadi salah satu sumber pemasukan utama klub.

Dua klub paling populer di dunia, Real Madrid dan Manchester United, memiliki bukti nyata perihal betapa kuatnya nilai ekonomi jersey. Ketika Madrid memecahkan rekor transfer dunia dengan memboyong Cristiano Ronaldo senilai £80 juta pada 2009, biaya raksasa tersebut sudah dibayar lunas oleh penjualan jersey Ronaldo sendiri selama semusim.

SIMAK JUGA: Jersey Manchester United Terlaris Di Dunia

United bahkan punya contoh lebih ekstrem. Seperti diberitakan oleh media-media Inggris, penjualan jersey Zlatan Ibrahimovic di awal musim 2016/17 disebut-sebut sudah mampu menutupi biaya pembelian Paul Pogba sebesar £86 juta!

Tidak heran jika pihak klub bersama perusahaan apparel yang ditunjuk berlomba-lomba untuk memproduksi jersey terbaru setiap musim dan mempromosikannya secara masif. Jersey ibarat ladang emas nan menggiurkan.

Saban musim, satu tim setidaknya meluncurkan jersey home, away, third, hingga jersey khusus untuk memperingati momen tertentu. Meski demikian, dari sekian banyak jersey yang dirilis, tidak semuanya sedap dipandang. Terdapat rancangan yang biasa, kontroversial, sampai buruk rupa.

SIMAK JUGA: 100 Jersey Terbaik 2016/17

Goal Indonesia merasa terpanggil untuk merayakan jersey sebagai atribut penting dalam perkembangan sepakbola modern. Setiap tahun sejak 2013, kami secara rutin mempublikasikan konten 100 Jersey Terbaik. Kami melakukan seleksi terhadap jersey dari berbagai tim di seluruh dunia dan melakukan penilaian secara bertahap — termasuk melibatkan pembaca dan dewan juri independen — untuk menentukan jersey yang layak disebut terbaik.

Untuk musim 2016/17, kami telah merilisnya tempo hari dan bisa disimak di sini. Anda juga bisa menyimak daftar lengkap para pemenang 100 Jersey Terbaik musim-musim sebelumnya di sini.

Hasil akhir 100 Jersey Terbaik 2016/17 ternyata cukup menarik. Terdapat dua jersey lokal yang berhasil masuk dalam daftar sepuluh besar. Walau begitu, jersey dalam negeri hanya mewakilkan enam buah jersey. Jumlah ini masih kalah kuantitas ketimbang, misalnya, Italia yang memuncaki daftar negara asal jersey sebagaimana tampak dalam infografik di bawah. Seiring terus menggeliatnya sepakbola nasional, klub-klub Indonesia diharapkan bisa merancang jersey yang lebih keren dan kreatif di masa mendatang.

GFXID - Trivia 100 Jersey Terbaik 2016/17 Goal Indonesia

Apparel yang berpartisipasi pun juga semakin beragam. Nike, Adidas, dan Puma memang masih dominan di tiga besar. Namun yang patut dicermati adalah kian menanjaknya pamor dua pemain baru dalam industri apparel sepakbola, yakni New Balance dan Under Armour. Dengan mewakilkan delapan buah jersey, dua perusahaan asal Amerika Serikat itu menunjukkan gejala kuat untuk siap bersaing dengan para jagoan lawas di industri ini.

Hal menarik lainnya adalah keberadaan empat apparel lokal — Reds Wearmerch, MBB Apparel, Salvo Sports, Specs — yang sukses unjuk gigi, menunjukkan bahwa produsen jersey dalam negeri punya potensi untuk bersaing dengan para pemain besar di industri sepakbola.

Untuk kategori jenis, jersey home dan away masih dominan, namun ada kecenderungan bagi klub dan apparel untuk semakin gencar dan serius dalam menggarap jersey edisi spesial, misalnya untuk memperingati hari ulang tahun klub.

SIMAK JUGA: 10 Jersey Terpopuler Pilihan Pembaca

Selain itu, biru menjadi warna primadona dalam 100 Jersey Terbaik 2016/17, mengungguli warna populer lainnya seperti hitam, putih, dan merah. Ini bisa berarti peluang mendapatkan status jersey terbaik akan lebih besar jika memilih warna biru. Namun karena pemenang jersey 2016/17 berasal dari warna minoritas, abu-abu, hipotesis semacam itu bisa gugur. Terpenting adalah bagaimana sebuah warna mampu dikombinasikan secara indah dengan identitas tim plus elemen unik yang menyertai.  

Kami sadar pro dan kontra tetap akan bermunculan, mengingat pemeringkatan juga bersinggungan dengan masalah selera. Tetapi dengan menyertakan banyak anggota penilai, termasuk pembaca, dalam proses penjurian, kami harapkan bisa mewakili adanya objektivitas. Terakhir, nantikan konten 100 Jersey Terbaik kami di musim berikutnya!