10 Mantan Anak Asuh Sir Alex Ferguson yang Turut Menjadi Manajer

Prestasi manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson sepertinya memang tak perlu diragukan lagi.

Selama melatih The Red Devils, pria asal Skotlandia ini telah berhasil memenangkan berbagai trofi bergengsi, seperti Premier League, FA Cup, League Cup, Champions League hingga trofi Piala Dunia Antarklub.

Namun prestasinya tak berhenti sampai di sana, ia pun berhasil melahirkan pemain-pemain luar biasa, sebut saja Roy Keane, Gary Neville, hingga Ryan Giggs.

Seakan terinspirasi dengan raihan prestasi sang manajer, ternyata ada 10 eks pemain The Red Devils yang mengikuti jejak Sir Alex Ferguson dan memutuskan untuk melanjutkan karier sepak bolanya dengan menjadi seorang manajer.

Siapa saja mereka? Berikut adalah daftar 10 mantan anak asuh Sir Alex Ferguson yang memutuskan untuk melanjutkan karier sepak bolanya dengan menjadi seorang manajer.

10. Ole Gunnar Solksjaer

Manchester United v F C Porto

Ole Gunnar Solksjaer memperkuat Manchester United di tahun 1996 hingga 2007. Selama memperkuat United, dirinya adalah pemain yang cukup diandalkan di lini depan timnya.

Selama sembilan musim, pemain yang berasal dari Norwegia ini telah bermain di 235 pertandingan dan mencetak 91 gol.

Solksjaer memutuskan untuk gantung sepatu di tahun 2008, dan setelah memutuskan untuk pensiun, dirinya pun langsung melanjutkan kariernya untuk menjadi seorang pelatih. Tim pertama yang dilatihnya adalah skuat muda Manchester United.

Di musim 2016/17, Pria yang kini berusia 43 tahun ini tengah melatih tim asal negaramya, FK Molde. Sebelum memutuskan melatih Molde di tahun 2015, Solksjaer pun pernah melatih beberapa klub, seperti tim muda Clausenengen FK dan Cardiff City.

9. Henrik Larsson

Celtic v Juventus - UEFA Champions League Round of 16

Henrik Larsson memperkuat United saat dirinya menjalani masa peminjaman dari negara asalnya, Swedia, Helsingborg IF. Larsson berada di Old Trafford selama tiga bulan, masa peminjamannya dimulai dari bulan Januari – Maret 2007.

Meskpun masa peminajamnnya cukup singkat, namun pria yang juga pernah bermain bersama Barcelona itu sukses bermain di tujuh pertandingan dan mencetak satu gol.

Setelah memperkuat United, Larsson pun kemudian memutuskan untuk kembali ke Swedia dan memperkuat Raa IF dan Hogaborks BK sebelum akhirnya memutuskan untuk pensiun di tahun 2009.

Pria yang kini berusia 45 tahun ini pun memutuskan untuk menjadi seorang manajer, dan di bulan Desember 2009, ia pun resmi menjadi manajer klub divisi II Swedia, Landskrona  BoIS.

Di musim 2015/16, ia memutuskan untuk melatih klub Swedia lainnya, Helsingborg IF, namun ternyata, prestasi Larsson saat menjadi manajer tak secemerlang saat dirinya menjadi pemain, bukannya berhasil mengangkat prestasi klub, ia malah membuat Helsingborg terdegradasi di akhir musim.

8. Paul Ince

Bolton Wanderers v Blackpool - Budweiser FA Cup Third Round

Paul Ince memperkuat Manchester United di tahun 1989 hingga 1995. Ia pun sukses menjadi salah satu pemain yang cukup diandalkan dan berhasil mencetak 25 gol dari 206 pertandingan yang ia jalani.

Setelah gantung sepatu, Ince pun kemudian memutuskan untuk melanjutkan kariernya sebagai manajer. Tim pertama yang ia latih adalah Macclesfield Town di musim 2006/07.

Prestasi gemilang yang ditorehkan Ince selama berkarier menjadi manajer adalah berhasil membawa MK Dons meraih Football League Trophy di tahun 2008 dan meraih trofi Football League Two di musim 2007/08.

Selain melatih dua klub tersebut, pria yang kini berusia 49 tahun ini pun juga pernah melatih Blackburn Rovers, Notts County hingga Blackpool.

7. Gary Neville

England Training Session

Legenda Manchester United, Gary Neville, juga memutuskan untuk melanjutkan karier sepak bolanya dengan menjadi seorang manajer.

Selama memperkuat United, pria asal Inggris ini telah sukses bermain di 400 pertandingan dan selalu menjadi pemain yang diandalkan oleh Sir Alex Ferguson.

Neville memutuskan untuk gantung sepatu di akhir musim 2011/12, dan setelah pensiun, ia pun langsung ditunjuk menjadi asisten pelatih tim nasional Inggris hingga tahun 2016 lalu.

Pria yang kini berusia 41 tahun ini pun pernah menjadi manajer klub La Liga, Valencia di musim 2015/16, namun serangkaian hasil buruk dan gagal mengangkat performa tim membuat dirinya kemudian dipecat di akhir bulan Maret 2016.

6. Ryan Giggs

UEFA Champions League Trophy Tour - by UniCredit

Ryan Giggs memperkuat Manchester United di tahun 1991 hingga 2014.  Dirinya pun sukses menorehkan berbagai macam prestasi dan bermain di 642 pertandingan serta mencetak 114 gol.

Giggs kemudian ditunjuk menjadi asisten manajer yang juga merangkap menjadi pemain di tahun 2013, saat United masih dilatih oleh David Moyes. Setelah Moyes dipecat pada 22 April 2014, Giggs pun kemudian diangkat menjadi manajer sementara The Red Devils di empat pertandingan sisa.

Awal musim 2015/16, Manchester United pun kemudian dilatih oleh manajer baru, Louis van Gaal, Giggs pun kembali ditunjuk untuk menjadi asisten manajer asal Belanda tersebut.

Namun kini, setelah United dilatih Jose Mourinho, Giggs pun tak lagi menjadi bagian dari staf kepelatihan klub yang dibelanya sejak tahun 1987 itu.

5. Roy Keane

FBL-EURO-2016-IRL-PRESSER

Roy Keane memperkuat Manchester United di tahun 1993 hingga 2005. Selama berseragam United, dirinya telah bermain di 326 pertandingan dan mencetak 33 gol.

Pria asal Irlandia ini memutuskan untuk gantung sepatu di akhir msuim 2005/06 setelah dirinya memperuat Glasgow Celtic. Tak memerlukan waktu lama bagi Keane untuk kembali melanjutkan kariernya di dunia sepak bola, ia pun langsung ditunjuk menjadi manajer Sunderland.

Setelah melatih Sunderland selama dua musim, Keane pun memutuskan melatih Ipswich Town, namun kegagalannya mengangkat prestasi tim dan membuat Ipswich berada di peringkat ke-21 Championship Division, membuat dirinya pun kemudian dipecat oleh manajemen klub.

Selain melatih klub, pria yang kini berusia 45 tahun itu pun sempat menjadi asisten manajer Aston Villa, Paul Lambert di tahun 2014. Namun kemudian mengundurkan diri pada 28 November 2014 karena dirinya diminta bergabung untuk menjadi staf kepelatihan tim nasional Irlandia.

4. Bryan Robson

Soccerex Global Convention 2016 Day 3

Legenda Manchester United lainnya, Bryan Robson, juga memutuskan untuk mengikuti jejak Sir Alex Ferguson dan berkarier sebagai seorang manajer.

Robson memperkuat United sejak tahun 1981 hingga 1994, ia pun sukses menorehkan 74 gol dari 345 penampilannya.

Setelah memutuskan untuk gantung sepatu di tahun 1997, ia pun kemudian langsung memutuskan untuk menjadi seorang manajer, klub pertama yang dilatih Robson adalah Middlesbrough, ia dibantu oleh eks pemain United lainnya, Viv Tyler sebagai asisten.

Setelah Middlesbrough, Robson pun banyak melatih klub-klub lainnya, seperti Bradford City, West Bromwich Albion, Sheffield United hingga tim nasional Thailand di tahun 2009.

3. Steve Bruce

Brentford v Aston Villa - Sky Bet Championship

Steve Bruce mulai bergabung bersama Manchester United di tahun 1987 hingga 1996, ia berhasil bermain di 306 pertandingan dan mencetak 36 gol.

Setelah memutuskan untuk gantung sepatu, Steve Bruce pun tak memerlukan waktu lama untuk beristirahat dan langsung memutuskan untuk menjadi seorang manajer, tim pertama yang ia latih adalah Sheffield United di tahun 1998.

Setelah melatih Sheffield, Steve Brice pun termasuk manajer yang sudah cukup lama merasakan pertarungan sengit antara manajer Premier League, tercatat dirinya juga pernah melatih beberapa klub lain, seperti Wigan Athletic, Crystal Palace, Birmingham City, Sunderland, Hull City, hingga kini di musim 2016/17, dirinya  masih aktif menjadi manajer Aston Villa.

2. Jaap Stam

FBL-ENG-FACUP-MAN UTD-READING

Jaap Stam memperkuat Manchester United di tahun 1998 hingga 2001, namun meskipun hanya dua musim, pria asal Belanda ini berhasil meraih berbagai trofi, seperti tiga gelar Premier League, FA Cup hingga Champions League.

Setelah memutuskan untuk pensiun, Stam pun memutuskan untuk melanjutkan karier sepak bolanya dengan menjadi seorang pelatih. Klub pertama yang dlatihnya adalah klub asal tanah kelahirannya, FC Zwolle di tahun 2011 hingga 2013. Sebelumnya, ia pun menjadi interim di klub yang sama pada 2009.

Stam pun sempat bergabung bersama Ajax Amsterdam untuk menjadi asisten pelatih di musim 2013/14 dan menjadi asisten skuat muda De Godenzonen di musim 2014/15.

Kini di musim 2016/17, pria yang kini berusia 44 tahun ini pun memutuskan untuk kembali ke Inggris untuk melatih Reading.

Keberhasilannya membawa The Royals meraih empat kemenangan dari enam laga di bulan Januari dan duduk di posisi ketiga klasemen sementara Championship Division membuat Jaap Stam baru saja dianugerahi penghargaan sebagai manajer terbaik Championship Division untuk bulan Januari.

1. Laurent Blanc

FBL-FRA-CUP-MARSEILLE-PSG

Sepertinya, Laurent Blanc menjadi eks pemain Manchester United yang sukses mengikuti jejak Sir Alex Ferguson menjadi seoarang manajer.

Setelah memperkuat Manchester United di tahun 2001 hingga 2003, Blanc pun memutuskan untuk melanjutkan karier sepak bolanya dengan menjadi seorang pelatih di tahun 2007. Klub pertama yang dilatihnya adalah klub Ligue 1 Prancis, Bordeaux.

Ia pun sukses membawa Bordeaux menjuarai beberapa gelar domestik, seperti Ligue 1, Coupe de la Ligue dan Trophee des Champions yang ia raih di musim 2008/09.

Prestasi gemilang Blanc bersama Bordeaux pun membuat Paris Saint-Germain kemudian memboyongnya ke Parc des Princes di tahun 2013. Bersama Les Parisiens, Blanc pun sukses meraih bayak trofi, seperti dua gelar Ligue 1, dua trofi Coupe de France, tiga trofi Coupe de la Ligue dan tiga trofi Trophee des Champions.

Sebelum menjadi manajer Paris Saint-Germain, pria yang kini berusia 51 tahun itu terlebih dulu menjadi manajer tim nasional Prancis di tahun 2010 hingga 2012.