Carlo Ancelotti Kupas Kunci Sukses Zinedine Zidane Di Real Madrid

Meski tak punya pengalaman melatih tim divisi utama sebelumnya, Zidane sukses mempersembahkan gelar mayor untuk Los Merengues di musim debutnya.


OLEH   DEWI ARENIAWATI


Hubungan baik antara Zinedine Zidane dan pemain menjadi kunci sukses sang entrenador di Real Madrid meski ia tak memiliki jam terbang tinggi di kepelatihan, menurut Carlo Ancelotti. 

Zidane, mantan asisten pelatih Ancelotti saat Los Merengues kampiun Liga Champions musim 2013/14, naik pangkat sebagai pelatih tim utama sejak Januari tahun lalu menyusul pemecatan Rafael Benitez yang bertahan hanya kurang dari tujuh bulan di kursi pelatih. 

SIMAK JUGA: Ancelotti Tanggapi Ancaman Finansial Tiongkok

Pengalaman Zidane sebelum membesut Madrid adalah melatih tim Castilla di divisi tiga, tapi eks pemain internasional Prancis itu sukses membawa klub juara Liga Champions musim lalu dan saat ini berada di puncak klasemen La Liga. 

Saat ditanya apakah semua orang dapat melatih Madrid dalam wawancara dengan ESPN FC, Ancelotti mengatakan: “Tidak, tidak semua orang dapat melatih Real Madrid. Kunci sukses saya pikir adalah hubungan dengan para pemain. Pengetahuan soal sepakbola nomor dua, demikian juga dengan pengalaman. 

“Zidane memang tidak melatih tim divisi atas, tapi ia main untuk waktu yang lama, ia bekerja sebagai asisten, ia melatih Castilla, ia tahu soal pertandingan, soal taktik, dan ia tahu klub ini. 

“Menurut saya pertanyaan kunci adalah hubungan dengan para pemain, seperti yang sudah saya katakan, dan kemampuan bekerja dengan mereka di lapangan latihan. Maksud saya, menstruktur sesi latihan dengan cara tertentu sehingga pesan Anda tersampaikan dan para pemain bahagia. 

SIMAK JUGA: Jawaban Higuain Soal Rivalitas Messi

“Ada elemen melatih yang tidak semua orang sepakbola tahu. Jika tidak ada staf pelatih saya hadir dalam latihan besok dan saya bilang kepada pemain untuk terus lanjut dan menyusun sesi latihan seminggu, mereka tak dapat melakukannya. Atau setidaknya, mereka tidak dapat melakukannya dengan baik. 

“Soal hubungan, Anda buruh kharisma, Anda butuh respek, Anda butuh sikap. Zidane memiliki semua itu dan ia membuktikannya sebagai pemain, sebagai pemimpin tapi juga saat ia menjadi asisten saya.”