Arema FC Gencar Dekati Irfan Bachdim

Ruddy menuturkan Arema kesulitan untuk mendapatkan penyerang lokal berkualitas.


LIPUTAN   AHSANI TAKWIM     DARI   MALANG  


Arema FC mengakui sedang gencar melakukan pendekatan dengan Irfan Haarys Bachdim untuk kompetisi musim 2017. Diakui manajer umum Arema Ruddy Widodo, keinginan itu atas dasar dari strategi yang diinginkan oleh pelatih.

Ruddy menjelaskan, Arema musim depan tidak akan menggunakan playmaker dengan menerapkan pola 4-2-3-1. Dari skema itu yang dibutuhkan adalah adanya striker lubang ataupun striker utama. Dan peran itu bisa dimainkan oleh Irfan yang baru saja dilepas Consadole Sapporo.

“Pelatih mengajukan masukan salah satunya adalah striker, akhirnya mencari dan suka gak suka sangat sulit mencari striker di ISC. Adapun saat ini striker lokal yang berkualitas sudah banyak yang bergabung di klub ISL. Kalaupun ada itu pun kualitasnya jauh dari yang diinginkan oleh Arema,” kata Ruddy. 

“Sebenarnya bisa saja kami melakukan gambling (perjudian) dengan mengambil striker dari divisi utama ataupun akademi, seperti yang pernah dilakukan pada tahun 2002 saat Arema mengontrak Johan Prasetyo,” tambahnya.

Ruddy menambahkan, pendekatan terhadap Irfan memang sudah dilakukan oleh tim Singo Edan sebelum timnas Indonesia menjalani pemusatan latihan untuk Piala AFF 2016. “Sempat ada keinginan mendatangkan Irfan yang bermain di Sapporo, kebetulan kami punya hubungan dengan mereka akhirnya tanya-tanya gaji dan fasilitasnya dia seperti apa,” bebernya.

SIMAK JUGA: Eks Kapten Timnas Gabung Arema FC

“Mencari pemain yang bermain di Malang adalah faktor hati, kemudian kami membicarakan harganya berapa. Di sisi lain, dia cederanya juga sudah sembuh. Tunggu saja beberapa hari ini,” tegasnya. 

SIMAK JUGA: Kapten Afghanistan Benarkan Tawaran Dari Arema

Meski begitu, Arema bukan satu-satunya klub Indonesia yang saat ini semakin gencar bernegosiasi dengan Irfan. Menyusul, kabarnya Bali United juga sedang melakukan negosiasi tahap akhir dengan mantan pemain Persema Malang itu. 

Sementara itu, Arema menyatakan mereka tidak menyetujui keinginan PSSI yang akan menggulirkan kompetisi dengan kuota tiga pemain asing di setiap klub. Menurut Arema, saat ini lebih baik Indonesia mengikuti aturan AFC yakni empat pemain asing dengan rincian tiga pemain asing bisa berasal dari negara mana pun plus satu pemain asing asal Asia.

“Memang setelah kegagalan timnas kemarin ada usulan jika lebih baik Indonesia mengurangi jumlah pemain asing. Saya pikir hal ini kurang bijak, karena adanya pemain asing adalah untuk meningkatkan kualitas pemain lokal. Memang dari topskor ISC musim lalu didominasi oleh pemain asing, tetapi kualitas striker itu meningkatkan kemampuan bek Indonesia,” jelas Ruddy.

“Dari Arema sendiri menyatakan jika lebih baik formatnya tetap dengan menggunakan empat pemain asing. Tetapi itu sih dari Arema, karena nanti kan mungkin akan tergantung pada voter. Karena itu sementara kami mendatangkan tiga pemain asing dulu,” pungkasnya.(gk-48)