APPI Sebut Ada Upah Pesepakbola Yang Terlambat Dibayar Di ISC

Namun begitu, APPI tetap memberikan apresiasi kepada PT GTS yang telah menyelenggarakan ISC.


OLEH   MUHAMAD RAIS ADNAN


Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) memberikan apresiasi kepada PT Gelora Trisula Semesta (GTS) yang telah menyelenggarakan Indonesia Soccer Championship (ISC) dengan cukup baik hingga selesai.

Seperti diketahui, GTS telah menyelenggarakan ISC A, ISC B, ISC U-21, Piala Soeratin, hingga Liga Nusantara yang membuat denyut nadi sepakbola Indonesia hidup kembali. Meski semua penyelenggaraan itu bukanlah sebuah kompetisi resmi di bawah PSSI.

Meski begitu, APPI tetap memberikan beberapa catatan terkait penyelenggaraan ISC. Memang masalah klasik soal penunggakan gaji pemain bisa teratasi di ISC, namun menurut APPI masih ada klub yang terlambat membayar gaji pemain mereka.

“Sebagaimana saat rilis kami di paruh musim beberapa bulan lalu, bahwa tidak adanya laporan atas keterlambatan hak atas upah pesepakbolanya yang bermain di ISC A. Namun seiring berjalannya waktu, kami menerima laporan adanya keterlambatan pembayaran upah pesepakbolanya di masa-masa akhir kompetisi. Akan hal ini kami berharap dapat segera diselesaikan sesuai dengan kontrak kerja yang disepakati,” tulis APPI, dalam rilis resmi mereka, Jumat (30/12).

SIMAK JUGA: Kemenpora Tunggu Laporan Pertanggungjawaban ISC Dari PT GTS

“Kami memberikan catatan kepada klub-klub peserta ISC B yang kami temukan dan terima laporan masih terdapat beberapa klub yang selama berjalannya kompetisi masih belum memenuhi hak pesepakbolanya sesuai dengan apa yang telah diperjanjikan. Akan hal ini akan kami koordinasikan dengan PT GTS untuk penyelesaian yang terbaik bagi kedua pihak (klub dan pemain),” tambahnya.

SIMAK JUGA: PSCS Cilacap Juara ISC B

Lebih lanjut, APPI juga memberikan catatan akan adanya pembatasan pemain yang bisa membela timnas Indonesia di AFF Suzuki Cup 2016. Di mana tiap klub bersepakat hanya maksimal mengirimkan dua pemain mereka untuk timnas. Bahkan, ada pula beberapa klub yang tidak mengizinkan pemain mereka, meski belum melebihi kuota dua pemain.

“Karena kami meyakini membela timnas merupakan kewajiban bagi setiap pesepakbola, dan hal itu telah ditegaskan dan dilindungi oleh regulasi FIFA agar lebih diperhatikan oleh para stakeholder ke depannya dalam pengambilan kebijakan untuk lebih mengutamakan kepentingan negara,” tuturnya.

“Kami juga memberikan saran dan masukan akan adanya waktu pelaksanaan pertandingan ISC yang berbenturan dengan jadwal pertandingan tim nasional, agar menjadi bahan evaluasi untuk dapat mengatur jadwal pertandingan yang tidak lagi berbenturan atau bersamaan dengan jadwal pertandingan tim nasional,” sambungnya, sambil berharap penyelenggaraan kompetisi ke depan semakin profesional.