10 Transfer Terbaik di Musim Dingin Versi UEFA

Transfer musim dingin tidak seramai bursa musim panas. Ada keperluan berbeda ketika sebuah tim memutuskan untuk melepas atau mendatang pemain di pertengahan musim. Tak semua transfer yang dilakukan pada musim dingin hanya bersifat penambal dadakan.

UEFA telah menerbitkan daftar transfer-transfer terbaik dari bursa musim dingin dalam beberapa dekade terakhir. Mereka ini dianggap telah menjadi bagian penting di klub barunya walau didatangkan di tengah musim.

10. Jaap Stam (Willem II ke PSV – 1996)

FUSSBALL: PSV EINDHOVEN 09.02.97

Jaap Stam baru enam bulan berada di Willem II. Namun, bek tengah jangkung itu kemudian langsung menarik minat PSV Eindhoven. Mereka mencari penjaga pertahanan yang bisa diandalkan untuk mengatasi kekeringan gelar selama tiga musim.

Stam ketika itu berumur 23 tahun dan setelah berseragam PSV, ia langsung membantu timnya menjuarai turnamen lokal dan meraih gelar Eredivisie pada musim kedua. Setelah dua musim, dirinya berpindah ke klub yang lebih besar lagi, Manchester United. Pada 1998, Stam datang ke Old Trafford seharga 18 juta euro, yang merupakan rekor tersendiri untuk seorang bek.

9. Dejan Stankovic (Lazio ke Inter Milan – 2004)

Internazionale v Lecce

Lazio sedang dilanda kesulitan finansial ketika itu. Si Elang Biru butuh dana cepat, sementara Inter memberi tawaran yang tak patut diabaikan. Maka, terjadilah transfer Stankovic senilai 4 juta euro plus bonus.

Investasi I Nerazzurri terbukti menguntungkan. Stankovic meraih tempat di hati para fans dan menjadi andalan, terutama dalam bersaing melawan AC Milan. Dejan kemudian memberi gelar Scudetto lima kali, selain gelar Champions League 2010.

8. Nemanja Vidic (Spartak Moskva ke Manchester United – 2006)

UEFA Champions League: Manchester United v Benfica

Bujukan Sir Alex Ferguson sukses memenangi hati bek Serbia ini. Liverpool dan Fiorentina sebenarnya juga berminat, sehingga kedatangan Vidic ke Old Trafford saja sudah merupakan kemenangan.

Apalagi ketika Chelsea di tangan Jose Mourinho mulai terlihat sangat mengganggu kenyamanan United. Maka, duet Vidic dan Rio Ferdinand memberi solusi di depan gawang, selain kedatangan Patrice Evra dari kurun waktu yang sama.

7. Klaas-Jan Huntelaar (Heerenveen ke Ajax – 2006)

Dutch Ajax players Klaas Jan Huntelaar (

Striker yang satu ini didatangkan dengan tebusan 9 juta euro bagi Ajax. Ia adalah striker muda dari Belanda yang paling menjanjikan ketika itu. PSV tak berhasil mendapatkannya, sehingga kemenangan menjadi milik Ajax.

Huntelaar kemudian mencetak 105 gol dari 136 kali penampilan sebelum hengkang. Pada musim dingin 2009, Real Madrid rela membayar 27 juta euro untuk mendatangkannya. Sebuah keuntungan besar.

6. Marcelo (Fluminense ke Real Madrid – 2007)

Real Madrid CF v Borussia Dortmund - UEFA Champions League

Presiden Ramon Calderón pernah mengatakan bahwa Marcelo adalah mutiara yang diinginkan separuh Eropa. Ia datang ke Santiago Bernabeu pada usia 18 tahun. 10 tahun kemudian, sudah ada tiga gelar La Liga dan dua dari Champions League yang telah ia raih.

Kendati banyak pemain datang dan pergi di sektor pertahanan, hingga kini dirinya masih menjadi andalan di sektor bek sayap kiri dari Real Madrid.

5. Andrea Barzagli (Wolfsburg ke Juventus – 2011)

AC Milan v Juventus FC - Serie A

Kejelian Juventus dalam mencari pemain telah menjadikan mereka tim yang sukses. Andrea Barzagli hanya dibeli seharga 300.000 euro saja. Barzagli bukan pemain yang cukup terkenal, walau sudah punya 25 caps dan membantu Wolfsburg meraih gelar Bundesliga 2008/09.

Namun di Turin, Barzagli berubah menjadi satu dari tiga pilar utama di lini belakang Juventus. I Bianconeri lalu memasangkan Barzagli bersama Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini serta Gianluigi Buffon. Kisah suksesnya pun masih berlanjut hingga kini.

4. Luis Suarez (Ajax ke Liverpool – 2011)

FBL-ENG-PR-QPR-LIVERPOOL

The Reds tak perlu menunggu lama sejak mendapat dana dadakan sebesar 57,5 juta euro hasil penjualan Fernando Torres ke Chelsea. Mereka mendatangkan Andy Carroll (40,25 juta) dan Luis Suarez (26,5 juta). Carroll tidak cukup bagus. Hanya 11 gol yang ia sumbangkan dari 58 partai. Suarez yang lebih ganas karena mencetak 82 gol dalam 133 partai. Barcelona butuh 82,3 juta euro untuk menebusnya musim panas 2014.

3. Ivan Rakitic (Schalke ke Sevilla – 2011)

Sevilla FC vs FC Barcelona - Spanish Super Cup Final 1st Leg

Gelandang asak Kroasia kelahiran Swiss ini pernah menjadi kapten asing pertama untuk Sevilla sejak Diego Maradona. Tim Andalusia itu tak bisa menahan Rakitic terlalu lama. Dua raksasa mengintai, namun Barcelona yang akhirnya sukses mendapatkannya.

Sejumlah gelar telah ia raih bersama El Barca dan mungkin masih ada beberapa trofi lagi.

2. Juanfran (Osasuna ke Atletico Madrid – 2011)

Club Atletico de Madrid v CD Guijuelo - Copa del Rey

Terlepas dari kegagalan penalti Juanfran di final Champions League musim lalu, pemain sayap ini adalah perekrutan yang sukses. Juanfran tadinya gelandang sayap kala dibeli dari Osasuna, namun dikonversi menjadi bek oleh Diego Simeone.

Konversi berlangsung sukses. Ia telah menjaga pertahanan Atletico dalam 6 tahun terakhir.

1. Nemanja Matic (Chelsea ke Benfica – 2011)

Chelsea v West Bromwich Albion - Premier League

Gelandang ini tadinya menjadi bagian dari perjanjian pembelian David Luiz. Pemain Serbia ini lalu diubah perannya menjadi gelandang bertahan sampai hampir merajai Europa League tahun 2013, ketika Chelsea yang menjadi jawaranya.

Namun, The Blues tak lupa dengan mantan pemainnya yang satu ini. Stamford Bridge kemudian menerimanya kembali dengan tebusan 25 juta euro.