Suporter Thailand Penyala 'Flare' Pada Leg Kedua Final Diburu Polisi

FAT juga mengutuk aksi penyalaan flare oleh suporter Ultras Thailand pada leg kedua final AFF Suzuki Cup 2016.


OLEH   MUHAMAD RAIS ADNAN


Asosiasi Sepakbola Thailand (FAT) mengutuk adanya aksi suporter yang menyalakan flare pada leg kedua final AFF Suzuki Cup 2016 di Stadion Rajamangala, Bangkok, 17 Desember 2016. Lantaran hal itu, FAT pun terancam didenda FIFA sebesar 20 ribu Swiss Franc atau sekitar Rp261 juta.

Selain itu, seperti dijelaskan dalam laman resmi FAT, timnas Thailand juga terancam harus bertanding tanpa penonton di kandang sendiri pada laga internasional, atau bisa jadi dihukum menjalani laga kandang di tempat netral. Oleh karena itu, FAT pun bekerja sama dengan pihak Kepolisian Thailand untuk memburu para pelaku penyala flare di laga tersebut.

PIALA AFF: Abduh Yakin Indonesia Bisa Setara Dengan Thailand

Terlebih, aksi itu dinilai tak menghormati masa berkabung nasional menyusul meninggalnya Raja Bhumibol Adulyadej. Pihak Kepolisian Thailand sendiri sudah berhasil mengidentifikasi kelompok suporter yang menyalakan flare tersebut berasal dari Ultras Thailand.

PIALA AFF: Thailand Persembahkan Gelar AFF Suzuki Cup 2016 Untuk Raja Baru

“FAT telah meminta kepada pihak Kepolisian untuk menyelidiki secara intensif kasus ini, dan menangkap pelakunya untuk dihukum,” tulis FAT, dalam laman resmi mereka.

“Kami sudah memiliki nama-nama anggota kelompok ini dan kami akan segera mengeluarkan surat panggilan untuk mereka terkait tuduhan ini,” ujar Mayor Jenderal Polisi Piyapan, juru bicara Kepolisian Thailand dikutip Bangkok Post.

Seperti diketahui, pada leg kedua final Thailand berhasil menang atas Indonesia dengan skor 2-0. Dengan hasil itu, mereka kembali meraih juara AFF untuk kelima kalinya lantaran menang dengan agregat skor 3-2 dalam dua leg.