Sejarah Hari Ini (21 Desember): Samuel Eto'o Ukir Rekor Pemain Terbaik Afrika

Tepat enam tahun lalu bomber legendaris Kamerun ini mengukir rekor mengagumkan, dengan raih gelar keempat pemain terbaik Afrika.


OLEH    AHMAD REZA HIKMATYAR      Ikuti @rezahikmatyar di twitter


APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

Afrika merupakan satu teritori di bumi yang mampu hasilkan begitu banyak permata mahal di dunia sepakbola. Anda sebagai pecinta sepakbola sejati tentu tak perlu berpikir keras untuk sebutkan sederet pesepakbola terbaik dari Benua Hitam.

Karenanya sulit untuk menunjuk satu saja yang terbaik di antara mereka. Meski begitu, nama pesepakbola asal Kamerun, Samuel Eto’o, tampaknya tepat untuk mewakili kebesaran bakat sepakbola yang dimiliki Afrika.

Salah satu bukti paling tegas hadir tepat enam tahun silam, tatkala Eto’o terpilih sebagai pemain terbaik Afrika untuk kali keempat!

SIMAK JUGA: Sejarah Hari Ini 20 Desember 2016

INI MOMEN PENTING KARENA…

Eto’o sudah mencuat di jagat sepakbola dunia, sejak usianya masih 16 tahun. Diakuisisi Real Madrid untuk masuk ke akademinya pada 1997, dirinya kemudian tercatat sebagai pemain termuda di Piala Dunia 1998 bersama timnas Kamerun.

Walau petualangannya di Santiago Bernabeu tak berjalan manis, Eto’o sanggup membintang bersama klub medioker, Real Mallorca. Puncak karier pun diraihnya, tatkala Barcelona memboyongnya di musim panas 2004 lewat banderol €24 juta.

Bersama Blaugrana Eto’o mempersembahkan delapan gelar bergengsi, meliputi Copa del Rey, La Liga Spanyol, sampai Liga Champions. Lima musim mengabdi, sahabat baik Ronaldonho itu jadi mesin gol klub pujaan Catalan lewat torehan 129 gol dari 201 penampilan.

Afrika pun mengganjarnya dengan jadikan Eto’o sebagai figur pertama yang sanggup meraih hat-trick pemain terbaik Benua Hitam. Berturut-turut Pantera Negra meraihnya sejak 2003 hingga 2005.

Eto’o jadi pemain pertama dan satu-satunya yang raih empat penghargaan pemain terbaik Afrika

Hijrah ke Inter sebagai paket dari transfer Zlatan Ibrahimovic pada musim panas 2010, kedatangan Eto’o ke Appiano Gentile diselimuti rasa pesimistis. Meski baru saja antarkan Barca gapai treble winners dan melalui musim tertajamnya, ia dinilai sudah habis.

Usia Eto’o yang sudah menginjak kepala tiga jadi alasan utamanya. Namun publik ternyata salah besar. Meski hanya mencetak 16 gol dari 48 penampilannya di musim perdana, dirinya jadi sosok krusial keberhasilan La Beneamata ukir sejarah dengan raih treble winners.

Ya, treble winners untuk dua musim beruntun dan sepanjang sejarah sepakbola hanya Eto’o yang bisa melakukannya. Performa fantastis tersebut sukses mengantarkannya kembali terpilih sebagai pemain terbaik Afrika untuk kali keempat!

Penghargaan yang didapat pada 21 Desember 2010 itu sekaligus menahbiskan Eto’o sebagai pemain pertama dan satu-satunya hingga kini, yang mampu empat kali gondol trofi pemain terbaik Afrika.

SIMAK JUGA: Sejarah Hari Ini 19 Desember 2016

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Meski jadi raja pemain terbaik Afrika, Eto’o yang kini berkarier di klub Turki, Antalyaspor, bukanlah pemain yang paling sering naik podium penghargaan prestise tersebut.

Tercatat sudah delapan kali Eto’o naik podium, dari empat gelarnya. Pertama terjadi kala usianya masih 19 tahun pada 2000 dan terakhir pada 2010 di mana itu jadi raihan gelar pamungkasnya.

Angka menakjubkan tersebut ternyata masih kalah dari legenda Chelsea dan Pantai Gading, Didier Drogba, yang sudah sembilan kali naik podium. Sayangnya Drogbazooka cuma dua kali jadi pemenang.