Barito Putera Tetap Pertahankan Winger Muda

Laskar Antasari tak ingin aset potensial mereka sekalipun harus absen sedikitnya enam bulan akibat cedera.


OLEH   DONNY AFRONI


Kendati diperkirakan bakal absen minimal enam bulan, manajemen Barito Putera tidak melepas winger muda Muhamad Aef Maulana, dan akan tetap mempertahankannya untuk musim depan.

Aef mendapatkan cedera ligamen pada kaki kirinya setelah bertabrakan dengan penjaga gawang Madura United FC Joko Ribowo di pekan pamungkas Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Aef pun diperkirakan harus menepi sedikitnya selama enam bulan.

SIMAK JUGA: Manahati & Abduh Tertarik Ke Barito Putera

Walau begitu, manajemen Barito Putera tidak akan melepas Aef. Asisten manajer tim Syarifuddin Ardasa menyatakan, manajemen akan membiayai seluruh pengobatan dan perawatan sang pemain. Menurut Syarifuddin, kondisi yang dialami Aef tak jauh berbeda dengan Antoni Putro Nugroho.

“Dia mengalami cedera saat bertanding membela Barito. Otomatis sudah menjadi tanggung jawab kami untuk menanggung biaya pengobatannya,” ujar Syarifuddin dikutip suratkabar Metro Banjar.

SIMAK JUGA: Barito Putera Berusaha Jaga Duo Timnas

“Dulu kami menghabiskan ratusan juta untuk mengobati Antoni sampai sembuh. Begitu juga dengan Aef nanti. Kami akan tanggung biaya pengobatannya.”

Di samping Aef, pemain muda yang juga dipertahankan Barito Putera adalah kiper Muhammad Riyandi. Sedangkan dua penjaga gawang lainnya, Aditya Harlan dan Imam Arief Fadillah, masih belum bisa dipastikan. Nasib kedua pemain itu diserahkan kepada pelatih anyar Jacksen F Tiago.

SIMAK JUGA: Yunan Helmi Bangga Kalahkan Madura United

“Untuk posisi kiper, yang sudah pasti dipertahankan adalah Riyandi. Dia bisa dipakai untuk tim Barito Putera U-21, dan juga senior. Sayang kalau kehilangan kiper potensial seperti dia. Untuk timnas U-19 pun saya anggap dia masih yang terbaik,” tutur pelatih kiper Ismairi.

“Adit dan Fadillah tentu masing-masing mempunyai plus-minus, dan saya siap memberikan masukan soal itu kepada head coach jika diminta untuk bahan pertimbangan.”