8 Tim Terbaik yang Sukses Mengandalkan Kerja Sama Ketimbang Aksi Individu

Penampilan satu satu pemain bintang biasanya terlihat menjadi dorongan besar bagi tim-tim yan sukses dalam mencapai sesuatu. Ada Lionel Messi di Barcelona, Michel Platini dengan Prancis, Pele di Brasil, Cristiano Ronaldo di Real Madrid, Johan Cryuff ketika di Ajax, atau Diego Maradona di Timnas Argentina.

Namun, tak jarang juga kebersamaan menjadi kekuatan utama sebuah tim dalam meraih sukses. Kekompakan semua pemain inilah yang menjadi kuncinya. Dengan dasar seperti yang terakhir disebut, ada 9 tim yang bisa dikatakan terbaik.

8. Leicester City

Stoke City v Leicester City - Premier League

Fenomena ini masih hangat dan melekat dalam ingatan kita. Leicester City, tim yang semusim sebelumnya berjuang bertahan di Premier League, semusim kemudian malah muncul sebagai jawaranya dan pencapaian itu dianggap salah satu yang terbesar dalam sejarah. The Foxes menolak prediksi para pengamat bahwa nasib mereka adalah kembali divisi Championship.

Pemain-pemain tak terkenal macam Jamie Vardy, Riyad Mahrez, dan N’Golo Kante tiba-tiba mencuat walau tadinya tak terdengar reputasinya. Jangan lupakan para pemain lainnya, yang secara solid membentuk tim tak tertandingi hingga akhir musim 2015/16 untuk pertama kali menjuarai Premier League dalam sejarah klub.

7. Timnas Italia

Italian midfielder Francesco Totti, with

Piala Dunia 2006 dihiasi kisah kepahlawanan dan drama besar. Tim Azzurri memang punya bintan top macam Fabio Cannavaro, Gianlugi Buffon, atau Francesco Totti, namun yang menjadikan mereka sukses meraih gelar dunia keempat adalah rasa kebersamaan dan kekompakan di lapangan.

Italia mengalahkan Prancis di Olympic Stadium Berlin untuk mengklaim sebagai yang terbaik di dunia ketika itu. Padahal Les Bleus tak kurang bintang besar seperti Thierry Henry dan Zinedine Zidane.

6. FC Porto

Portuguese Club FC Porto players celebra

Sebelum kesuksesan Italia, Portugal juga pernah punya tim yang diinspirasi pelatihnya dalam meraih gelar bergengsi di Eropa. Jose Mourinho membawa para pemain tak terkenal di FC Porto meraih gelar Champions League pada 2004. Mereka awalnya dianggap tim gurem.

Bintang mereka saat itu antara lain Deco, Ricardo Carvalho, dan Maniche, yang baru mencuat namanya setelah dilatih oleh Mourinho untuk menguasai turnamen elite di Eropa.

5. Timnas Jerman

'Die Mannschaft' Premiere In Berlin

Timnas Jerman di negara asalnya punya sebutan Die Mannschaft, yang artinya “Tim” dalam Bahasa Indonesia. Nama itu cukup menjelaskan bagaimana mereka membangun soliditas dalam meraih banyak gelar sepanjang sejarah turnamen internasional. Para bintang muda tak terkenal mulai berkumpul sejak awal tahun 2000-an.

Puncaknya ketika meraih gelar Piala Dunia 2014, dan ketika itu tetap tak terlihat cukup banyak bintang utama yang mencuat. Semua memiliki kontribusi penting.

4. Leeds United

Leeds

Tim ini menempati posisi penting dalam sejarah sepak bola Inggris. Leeds United di bawah asuhan Don Revie menikmati kesuksesan lebih dari satu dasawarsa, yaitu antara 1961 hingga 1974. Mereka sempat meraih gua gelar First Division, FA Cup, dan lain-lain.

Tim ini juga pernah memunculkan generasi muda berbakat di era Premier League, namun setelah itu surut lagi. Leeds United punya sejarah sebagai tim kompak yang berisi pemain-pemain tak terkenal namun sulit dikalahkan.

3. Valencia

Valencia

Tim berlambang kelelawar ini pernah merusak dominasi tim-tim besar di awal tahun 2000-an. Valencia masuk ke babak final Champions League dua kali. Yang satu berakhir kekalahan dari Madrid 3-0 (2000), sedangkan setahun kemudian mereka kalah dari Bayern Munchen lewat adu penalti.

Anggota skuatnya tak terkenal ketika itu. Namun, Hector Cuper sukses meramu keberagaman itu menjadi kekuatan dahsyat di Eropa. Bahkan mereka pernah meraih gelar lokal dua kali.

2. Manchester United

Manchester United

Jangan lihat Manchester United yang sekarang, yaitu sebuah tim kaya yang bisa membeli bintang-bintang mahal. Mereka mulai merajai Inggris sejak memanen generasi Class of ’92 berisi Paul Scholes, Ryan Giggs, Roy Keane, David Beckham, dan lain-lain. Mereka diorbitkan oleh manajer inspiratif yang menginginkan bahwa bintang utamanya mesti United. Manajer itu tak lain adalah Sir Alex Ferguson.

David Beckham kemudian mencuat sendiri, lebih terang bintangnya terutama ketika di luar lapangan. Namun, kisah kebersamaan sebelum ada ekspos besar bagi para pemain muda keluaran akademi di media, kebersamaan telah mengantar mereka meraih banyak hal.

1. Timnas Spanyol

Spanish national football team players c

Spanyol menjadi tim pertama yang bisa meraih juara di Piala Eropa dua kali berturut-turut(2008 dan 2012), selain diselingi gelar besar dari Piala Dunia 2010. Tim itu secara umum tak diisi nama-nama yang punya reputasi cukup besar.

Di dalamnya memang ada Xavi dan Andres Iniesta, yang telah meraih perhatian besar ketika itu, namun kesuksesn Spanyol secara keseluruhan adalah hasil kerja sama apik, solid, dan pantang menyerah dengan Vicente Del Bosque sebagai pemimpinnya.