7 Pemain yang Jadi Lebih Hebat setelah Alami Cedera Parah

Cedera memang menjadi musuh yang menakutkan bagi pemain profesional sepakbola. Bahkan, hal itu bisa memaksa mereka absen merumput dalam waktu yang sangat lama.

Berikut ini, FTB90 akan berusaha mengupas mengenai 7 pemain yang jadi lebih hebat setelah alami cedera atau dari sakit parah.

7. Nwankwo Kanu

Nwankwo Kanu of Arsenal

Legenda Nigeria ini juga pernah mengalami sakit kanker hati. Hal itu diketahuinya pada usia 20 tahun, tidak lama setelah dia menjadi kapten Nigeria yang berhasil meraih medali emas di Olimpiade Atlanta. Kendati demikian, Kanu sama sekali tidak menyerah.

Tidak lama setelah memperkuat Inter, Kanu menjalani operasi hati pada November 1996. Dia baru kembali beraksi enam bulan kemudian. Namun, dia tidak pernah sukses ketika bermain di Italia sehingga memutuskan untuk bergabung dengan Arsenal.

Setelah itu, Kanu seolah menemukan kembali permainan terbaiknya dan menyabet penghargaan African Footballer of the Year pada 1999.

6. Eric Abidal

Al-Sadd Sports Club v FC Barcelona - FIFA Club World Cup Semi Final

Pemain asal Prancis ini sempat mengalami penyakit yang lebih menakutkan ketimbang cedera. Saat masih memperkuat Barcelona, Eric Abidal dinyatakan mengalami sakit kanker hati.

Pada Maret 2011, Abidal memutuskan untuk melakukan operasi untuk mengangkat penyakitnya itu. Setelah itu, dia berhasil kembali bermain pada partai final Champions League dengan melawan Manchester United pada Mei tahun yang sama.

Satu tahun kemudian, Abidal melakukan transpalasi kanker hati setelah mendapatkan bantuan dari rekan setimnya di Barca, Dani Alves. Sembilan bulan kemudian, Abidal mampu kembali merumput sebelum akhir musim 2012/13.

Semusim kemudian, Abidal menghabiskan karirnya di Monaco dan bermain bersama Olympiacos, sebelum memutuskan pensiun pada musim 35 tahun.

5. Petr Cech

Chelsea goalkeeper Petr Cech lies is eva

Kiper yang saat ini membela Arsenal, Petr Cech pernah mendapatkan salah satu cedera yang paling mengerikan pada tahun 2006. Pemain internasional Ceska tersebut tak sadarkan diri selama satu menit ketika lutut gelandang Reading, Stephen Hunt menabrak kepalanya.

Ketika itu Cech yang masih membela Chelsea, kemudian dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan bahwa tengkoraknya retak dan dokter memberikan pernyataan bahwa peristiwa mengerikan itu bisa saja merenggut nyawa Cech.

Cech pun harus absen selama hampir setahun, banyak yang kemudian mempertanyakan kemampuan mental Cech setelah pulih dari cedera parah itu. Semua keraguan itu ditepis oleh penjaga gawang asal Ceska tersebut, dia bisa menjawab semua kritik dengan cera terbaik.

Cech semakin cemerlang dalam menjaga gawang Chelsea, hingga kini di Arsenal, Cech tetap menjadi kiper nomor satu.

4. Ruud van Nistlerooy

Manchester United's Dutch striker Ruud Van Nistle

Ruud Van Nistelrooy menjadi pemain termahal ketika dibeli Manchester United pada musim 2001/02. Namun, sebelum pindah ke Old Trafford, bomber asal Belanda tersebut sempat mengalami cedera lutut yang cukup parah, sehingga memaksanya absen beberapa bulan.

Meski demikian, United memutuskan untuk berjudi dengan membeli Van Nistelrooy dan memutuskan untuk membelinya dengan harga sebesar 19,5 juta pound. Perjudian raksasa Manchester itu membuahkan hasil.

Van Nistelrooy mencetak dua gol dalam debutnya di Premier League dan mengakhiri musim perdananya dengan mencetak 36 gol di semua kompetisi. Dia kemudian mencetak 44 gol pada musim 2002/03. Total, Van Nistelrooy berhasil mencetak 150 gol untuk United.

3. Henrik Larsson

Henrik Larsson

Pemain asal Swedia ini adalah salah satu pemain terbaik yang pernah bermain di Premier League Skotlandia. Sementara banyak klub top Eropa memburu tanda tangannya, Henrik Larsson justru memilih untuk bergabung bersama dengan Celtic.

Namun pada tahun 1999, cedera mengerikan hampir mengakhiri kariernya sebagai striker. Kaki Larsson patah di dua tempat setelah melakukan duel dengan Sergei Blanc di pertandingan Piala UEFA melawan Lyon.

Namun, delapan bulan kemudian, dia berhasil pulih dari cedera dan kembali ke lapangan serta langsung masuk ke dalam daftar pemain Tim Nasional Swedia untuk mengikuti ajang Euro 2000.

Pada 2001, Larsson akhirnya berhasil meraih penghargaan European Golden Shoe dari Federasi Sepakbola Eropa (UEFA), setelah berhasil menjadi pencetak gol terbanyak di Premier League Skotlandia musim 2000/01 bersama Celtic dengan torehan 35 gol.

2. Alan Shearer

Alan Shearer

Di era 1990an, Alan Shearer merupakan salah satu bomber berbahaya di Inggris. Namun, selama tiga musim, Shearer mengalami cedera yang cukup parah. Pria asal Inggris itu pertama kali mengalami cedera pada Desember 1992.

Setelah sembuh dari cedera, Shearer justru semakin tajam dengan mencetak 108 gol untuk Blackburn Rovers dalam waktu tiga musim. Bahkan, dia turut membantu tim asal Lancashire itu menjadi juara Premier League pada musim 1994/95.

Lima musim kemudian, Shearer kembali cedera. Kali ini, rasa sakit menghantam bagian engkel setelah bergabung dengan Newcastle United. Cedera itu memaksanya tidak bermain selama lebih dari setengah musim.

Setelah sembuh dari cedera, Shearer terus menciptakan gol.  Namun, berkat pertolongan Dr. Richard Steadman kariernya berhasil diselamatkan dan berhasil menyumbang banyak gol. Jika tidak cedera, bayangkan berapa banyak gol yang bisa diciptakan oleh legenda dan top skor sepanjang massa Premier League itu.

1. Ronaldo

Ronaldo with the 2002 FIFA World Player trophy

 Ronaldo adalah bintang yang memiliki utang jasa kepada Dr. Richard Steadman. Pasalnya, pemain berbakat asal Brasil itu cedera lutut yang dialami Ronaldo selalu kambuh dan sempat mengancam kariernya.

Pemain yang mendapatkan julukan The Phenomenal tersebut, pertama kali mengalami masalah ini saat masih memperkuat PSV Eindhoven. Namun, Ronaldo mampu bangkit dan menjadi pemain termahal dunia saat pindah ke Barcelona. Bersama tim asal Catalan itu, performa Ronaldo semakin meninggila.

Terbukti, dia berhasil mencetak 47 gol dalam 49 penampilan di musim 1995/96. Namun, saat masih memperkuat Inter Milan cederanya kembali kambuh. Ronaldo harus absen bermain selama tiga tahun akibat cedera lutut. Namun, Ronaldo masih mampu masuk skuat Brasil yang akan berlaga di Piala Dunia 2002.

Secara tidak terduga, Ronaldo kembali memperlihatkan performa yang menggila di turnamen itu dengan mencetak delapan gol dan membawa Brasil meraih trofi Piala Dunia 2002.

Tiga musim kemudian, Ronaldo total mencetak 85 gol bersama Real Madrid dan memecahkan rekor gol sepanjang masa pada Piala Dunia 2006. Rekor gol itu baru dipecahkan Miroslav Klose pada Piala Dunia 2014.