7 Klub yang Kejayaannya Sudah Berakhir

​ Klub terakhir yang terancam mengalami kebangkrutan adalah Bolton Wanderers. Tim yang berjuluk The Wanderers tersebut dikabarkan memiliki hutang sebesar 200 juta pound dan sudah terkena embargo transfer pemain.

Bolton merupakan salah satu tim yang sukses di Inggris. The Wanderers pernah menjuarai FA Cup sebanyak tiga kali di tahun 1920-an dan cukup lama bermain di Premier League. Bahkan, beberapa pemain bintang sempat tertarik untuk memperkuat tim yang pernah dilatih Sam Allardyce tersebut.

6. Real Oviedo

Oviedo

​ Tim berjuluk Carbayones tersebut pernah menjadi salah satu pesaing di La Liga tahun 1990-an. Bahkan, Real Oviedo pernah berlaga di UEFA Cup setelah finis di urutan keenam klasemen kompetisi tertinggi di Spanyol tersebut.

Terpental ke Segunda Division membuat Oviedo mengalami permasalahan di keuangan. Bahkan, Carbayones sempat terperosok hingga ke divisi empat di Spanyol. Namun, suporter Oviedo tidak rela melihat timnya mengalami kebangkrutan.

Mereka ikut membantu memberikan dana kepada Diego Cervero dkk. Perlahan, prestasi mereka mulai membaik. Terakhir, Oviedo berhasil kembali ke Segunda Division, atau satu tingkat di bawah La Liga.

5. Fiorentina

Fiorentina

​ Fiorentina pernah menjadi salah satu tim kuda hitam di kompetisi Italia dan Eropa. Bahkan, klub berjuluk La Viola tersebut pernah memenangi Serie A sebanyak dua kali. Namun pada 2001, Fiorentina sempat mengalami kebangkrutan. Mereka tidak mampu membayar hutang yang mencapai 50 juta dolar.

Pada Agustus 2002, Diego Della Valle memutuskan untuk membeli Fiorentina dan kembali berkompetisi di Serie C2. Perlahan, La Viola mulai bangkit dan kembali bersaing meraih gelar juara di Serie A.

4. Portsmouth

Portsmouth

​ Tim yang berjuluk The Pompey tersebut memang sempat menjadi salah satu kuda hitam di Premier League. The Pompey sempat dua kali menembus partai final FA Cup di akhir 2000-an dan mereka berhasil memenangkan salah satu gelar juara itu.

Bahkan, beberapa pemain bintang seperti Sol Campbell, Jermain Defoe dan Lassana Diarra. Permasalahan keuangan memaksa The Pompey memaksa menjual para pemain bintangnya tersebut.

Pompey Supporter Trust memutuskan untuk menyelamatkan keuangan tim kesayangannya. Sekarang, tim yang diasuh Paul Cook tersebut bermain di League Two.

3. Leeds United

Leeds United

​ Satu lagi tim dari Premier League yang mengalai kebangkrutan. The White sempat menjadi salah satu tim pesaing di Inggris. Bahkan, Leeds United sempat lolos ke babak semifinal Champions League.

Leeds United melahirkan sejumlah pemain bintang. Sebut saja Eric Cantona, Harry Kewell, Rio Ferdinand dan Alan Smith. Sayang, permasalahan keuangan memaksa The White yang menjual para pemain tersebut. Sekarang, Leeds United berlaga di kompetisi Championship.

2. Rangers

Rangers

​ Rangers merupakan salah satu penguasa di Liga Skotlandia. Tim berjuluk The Gers menyabet gelar juara sebanyak 54 kali. Namun pada musim 2011/2012, Rangers mengalami kebangkrutan dan sempat terdampar ke Divisi Empat Liga Skotlandia.

Sekarang Rangers berusaha untuk bangkit dan bermain di kompetisi Championship, yang merupakan divisi dua Liga Skotlandia.

1. Parma

Massimo Donati of Parma celebrates scoring

​ Fabio Cannnavaro, Hernan Crespo, Lilian Thuram, dan Gianluigi Buffon merupakan beberapa pemain bintang yang pernah memperkuat Parma. Buffon bahkan lulusan akademi Parma. Merekalah pemain yang pernah membawa Parma berjaya di Serie A di tahun 1990-an.

Tim yang berjuluk Gialloblu mengalami kebangkrutan pada tahun 2004. Hal ini yang membuat Parma harus bermain di kompetisi Serie D. Parma sudah bangkit dan kembali berlaga di Serie A hingga musim 2014/15. Namun, musim tersebut kembali menjadi masa kelam Parma dan mereka kembali bangkrut. Di akhir musim, setelah dilikuidasi dan lahir kembali menjadi SSD Parma Calcio 1913, mereka kini tampil di Serie D.