10 Transfer Musim Dingin Termahal Sepanjang Sejarah

Transfer musim dingin sebentar lagi hadir. Bursa jual-beli pemain di tengah musim ini secara umum berfungsi untuk menambal tim yang sudah berjalan. Pemain yang dibeli kebanyakan tidak terlalu menyolok.

Namun, tidak sedikit juga bintang top yang pindah di tengah musim dengan biaya transfer mahal. Kebanyakan tidak terlalu sukses.

Berikut ini 10 pemain termahal di bursa musim dingin sepanjang sejarah.

10. David Luiz

Sunderland v Chelsea - Premier League

2010/11 – dari Benfica ke Chelsea – 27 juta euro

Chelsea mengincar bek tengah baru dan bakat yang telah dipantau itu adalah David Luiz. Musim dingin 2010/11 menjadi momentum kedatangannya ke Premier League, namun ia lalu mencari harapan baru di PSG. Sekarang Antonio Conte menginginkannya kembali, kali ini lewat bursa musim panas.

9. Ramires

FBL-AFC-CHN-VIE

2015/16 – dari Chelsea ke Jiangsu Suning – 28 juta euro

Ramires sebenarnya punya peran yang cukup spesial selama membela Chelsea. Namun, pada akhirnya pemain Brasil ini menyerah dengan tawaran klub Tiongkok. Pindah saat musim dingin tak jadi soal. Ia adalah salah satu kejutan besar dari legiun mahal yang diboyong ke Asia Timur.

8. Willian

Sunderland v Chelsea - Premier League

2013/14 – dari Anzhi Makhachkala ke Chelsea – 35,5 juta euro

Ada banyak pertanyaan kenapa pemain ini sampai masuk ke Premier League dengan harga mahal. Pemain Brasil ini hanya salah satu dari banyak bintang latin yang menjadikan Rusia dan Ukraina sebagai pintu masuk ke liga-liga besar Eropa.

Willian adalah salah satu yang terbilang sukses ketika pindah ke Stamford Bridge pada musim dingin 2013/14.

7. Edin Dzeko

FBL-GER-ENG-FRIENDLY-STUTTGART-MANCHESTER CITY

2010/11 – dari Wolfsburg ke Manchester City – 37 juta euro

Ketika masih bersama VfL Wolfsburg, Edin Dzeko membentuk duet maut bersama Grafite dan sempat merasakan gelar lokal. Namun, ketika pindah ke Premier League bersama Manchester City, Dzeko tak cukup mampu menunjukkan kemampuannya. AS Roma kemudian memberi jalan keluar yang lebih baik.

6. Lucas Moura

FBL-FRA-LCUP-PSG-LILLE

2012/13 – dari Sao Paulo ke Paris St. Germain – 40 juta euro

Beralih dari liga Latin ke Eropa butuh kemampuan adaptasi yang bagus. Lucas Moura tadinya bintang muda berbakat ketika masih bermain di Brasil. Begitu masuk ke Paris musim 2012/13, tempat utama sulit ia dapatkan.

5. Andy Carroll

West Ham United v Burnley - Premier League

2010/11 – dari Newcastle United ke Liverpool – 41 juta euro

Badannya tinggi besar namun gampang cedera. Ada banyak pengharapan ketika Liverpool mendatangkan Andy Carroll. Sayangnya, penyerang berumur 27 tahun ini tak banyak berkontribusi. Ia diplot sebagai pengganti instan untuk Fernando Torres. Gagal total.

4. Jackson Martinez

Urawa Red Diamonds v Guangzhou Evergrande - AFC Champions League Group H

2015/16 – dari Atletico Madrid ke Guangzhou Evergrande – 40 juta euro

Setelah pindh dari FC Porto ke Atletico Madrid, Jackson Martinez kabarnya tak bahagia di Madrid. Pemain asal Kolombia ini lalu memilih mengikuti ke mana uang mengalir, ke Evergrande.

3. Juan Mata

Manchester United v Chelsea - Premier League

2013/14 – dari Chelsea ke Manchester United – 45 juta euro

Juan Mata merasa tak dibutuhkan oleh Jose Mourinho. Mata tak betah berlama-lama lagi di Stamford Bridge dan memutuskan untuk pindah ke Manchester United. Di tempat baru ini, Juan Mata merasa mendapatkan kembali kepercayaan diri.

Ternyata sekarang di bawah bos lama yang tak menginginkannya, walau Mourinho sekarang meraksa puas dengan performa gelandang asal Spanyol ini.

2. Alex Teixeira

FBL-ASIA-CHN

2015/16 – dari Shakhtar Donetzk ke Jiansu Suning – 50 juta euro

Satu lagi pemain yang pantas diduga sebagai pemburu bayaran tertinggi. Alex Teixeira kebetulan juga pemain asal Brasil. Ia tak bisa menahan godaan gaji tinggi dan dinginnya cuaca Ukraina, lalu memilih pindah ke Tiongkok.

1. Fernando Torres

Chelsea's Italian Manager Carlo Ancelott

2010/11 – dari Liverpool ke Chelsea – 58,5 juta euro

Fernando Torres bisa dikatakan sebagai adalah skandal musim dingin termahal sepanjang sejarah. Liverpool masih membutuhkan keahliannya ketika itu, namun malah pindah ke rival di bursa musim dingin.

Para suporter Liverpool mungkin belum bisa memaafkan hal itu, sementara di Stamford Bridge kariernya malah macet, lalu pulang ke Atletico Madrid.