Resmi Menjadi Pelatih Madrid, Rafael Benitez Terharu

Real Madrid akhirnya mengumumkan secara resmi pengangkatan Rafael Benitez sebagai pelatih baru menggantikan Carlo Ancelotti. Benitez telah mengemuka sebagai kandidat favorit sejak Los Merengues memberhentikan Ancelotti awal pekan lalu seiring kegagalan tim merengkuh trofi mayor akhir musim ini. Wakil presiden Madrid, Eduardo Fernandez de Blas, telah “keceplosan” mengungkapkan kepastian klub menunjuk mantan bos Liverpool dan Napoli itu, dan pada Rabu (3/6) ini klub akhirnya menyampaikan konfirmasi resmi perihal kabar ini. Benitez dikontrak di Santiago Bernabeu hingga 2018 mendatang.

“Real Madrid akan mempresentasikan Rafa Benitez sebagai pelatih baru untuk tiga musim ke depan pada Rabu, 3 Juni,” demikian pernyataan El Real.

“Acara itu akan diadakan pada pukul 13:00 CET di Royal Box Bernabeu, kemudian Rafa Benitez akan tampil di hadapan media di ruang pers.”

Rafael Benitez larut dalam keharuan tatkala diperkenalkan sebagai entrenador anyar Real Madrid hingga menitikkan air mata. Tangis Rafael Benitez pecah saat dirinya diumumkan ke publik sebagai pelatih Real Madrid. Dia senang akhirnya membesut klub kampung halamannya. Mantan pelatih Liverpool dan Napoli itu mengawali kariernya sebagai pelatih di tim junior Madrid. Setelah itu, dia bak perantau yang loncat ke satu negara ke negara lain.

Menyusul pemecatan Carlo Ancelotti, Presiden Madrid Florentino Perez menunjuk Benitez untuk menukangi Iker Casillas hingga tiga tahun ke depan. Meski sangat tersentuh kembali ke kampung halaman, Rafa sangat berambisi mengembalikan kejayaan Madrid.

“Hari yang menarik hari ini, karena saya kembali ke kampung halaman. Saya berharap bisa memenangi titel dan melatih dengan baik. Bagian tersulit saat ini, ketika Anda harus berbicara tapi tidak tahu apa yang harus dikatakan,” kata Benitez yang terharu, seperti diberitakan Goal, Kamis (4/6/2015).

“Saya berjanji akan bekerja dengan penuh dedikasi. Saya berharap bisa membayar kepercayaan yang kami emban. Ini adalah hari yang sangat menyenangkan buat saya,” lanjutnya.

Ini menandai momen kepulangan Benitez ke Madrid, tempatnya bermain dahulu dan merintis karier kepelatihan. Mantan bos Valencia dan Liverpool ini tampak sangat emosional dalam konferensi pers perkenalannya.

“Ini bagian tersulit, saat Anda harus berbicara tapi tak tahu harus mengatakan apa,” tutur pria kelahiran Madrid 55 tahun silam ini.

“Ini hari menggembirakan. Saya pulang ke rumah. Saya sudah merasa sangat bergairah.”

“Saya ingin memenangi trofi-trofi dan membawa tim bermain baik, dan saya berterima kasih untuk kepercayaan yang diberikan kepada saya.”

Sementara itu, presiden Florentino Perez menyatakan: “Tuntutan di Madrid selalu tinggi dan pelatih baru kami akan menjadikan kami lebih kuat dalam mencapai target-target kami, yang merupakan impian dari Real Madrid.”

“Rafa bernapaskan sepakbola dan Real Madrid. Dia bekerja dengan gairah untuk olahraga ini. Dia dikenal dengan persiapan briliannya untuk laga-laga dan trek rekornya yang luar biasa.”

Beberapa bintang Madrid seperti Pepe dan Sergio Ramos sempat menyuarakan penyesalan akan dipecatnya Ancelotti. Benitez pun berusaha mengerti apa yang dirasakan para pemain Los Merengues.

“Para pemain harus menunjukkan cintanya kepada Carlo setelah apa yang mereka hadapi bersama. Saya sudah berbicara dengan Carlo dan berharap dia sukses,” jelasnya. Madrid hanya memenangi satu gelar La Liga dalam tujuh musim terakhir. Sedangkan Barcelona menggondol lima trofi, sementara satu milik Atletico Madrid.

Musim 2014-2015, Madrid bahkan sama sekali gagal menjuarai satu kompeitisi termasuk di La Liga hanya menjadi runner up, meskipun di musim sebelumnya meraih La Decima – gelar ke-10 Liga Champions. Ancelotti pun dipecat karena dinilai gagal total. Sebagai pengganti Don Carletto, manajemen Madrid menunjuk Benitez, yang sebetulnya bukan wajah asing Los Merengues. Baru diumumkan ke publik, pelatih yang biasa disapa Rafa itu menanggapi sinis pencapaian Ancelotti musim lalu.

“Satu-satunya yang dihitung di klub ini adalah menjadi yang pertama, posisi dua tidak cukup. Di klub besar, posisi satu itu bisa diraih. Di Napoli ada skuad yang berbeda, tapi kami mampu bersaing di tiga kompetisi berbeda,” kata Benitez, seperti dilansir Goal, Kamis (4/6/2015).

“Di sini, partai selanjutnya selalu menjadi laga terpenting. Real Madrid harus memenangi setiap pertandingan, dan itu akan menjadi pola pikir kami,” tandasnya.