Bobotoh Gelar Aksi Damai, Menpora Janjikan Perubahan Besar di PSSI

Ribuan bobotoh menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis, terkait kondisi kisruh antara PSSI dengan Menpora. Dalam aksi damainya para bobotoh yang mengenakan jersey dan atribut Persib lainnya membawa berbagai macam spanduk bertuliskan “Menpora-PSSI Kalian Jahat”. Mereka juga membawa sejumlah karangan bunga bertuliskan “Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Sepak bola Indonesia”, dan “Bandung Melawan Mafia Bola”.

Terkait aksi tersebut, koordinator aksi Heru berharap baik itu PSSI maupun Kemenpora bisa duduk satu meja untuk menyelesaikan kisruh persepakbolaan Indonesia.

“Dibekukannya PSSI oleh FIFA itu sangat besar dampaknya bagi klub sepak bola yang ada, salah satunya Persib. Dampak bagi Persib sendiri ialah Persib tidak bisa main lagi, sponsor hilang semua, dan lain-lain,” kata Heru. Dalam aksi damai tersebut, para bobotoh juga menyampaikan sejumlah tuntutan atau pernyataan sikap seperti, tidak ingin Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat menjadi sebuah negara tanpa sepak bola. Mereka juga menuntut pemerintah menyadari bahwa sepakbola adalah hiburan rakyat banyak yang harus segera diselamatkan. Kemudian mereka menuntut agar persepakbolaan di Indonesia bebas dari intervensi politik dari pihak mana pun serta menuntut Menpora segera mencabut pembekuan PSSI supaya persepakbolaan Indonesia bisa kembali berkiprah.

Berikut tujuh tuntutan Bobotoh Persib Bandung dalam aksi long march di Bandung, Kamis (4/6/2015).

1. Kami, Bobotoh Persib Bandung, tidak ingin bangsa Indonesia -sebagai bangsa yang berdaulat- menjadi sebuah negara tanpa sepak bola di dalamnya.

2. Kami, Bobotoh Persib Bandung, menuntut agar pemerintah menyadari, bahwa sepak bola adalah hiburan rakyat yang harus segera diselamatkan.

3. Kami, Bobotoh Persib Bandung, menuntut agar persepakbolaan di Indonesia terbebas dari intervensi politik dari pihak manapun.

4. Kami, Bobotoh Persib Bandung, menuntut itikad baik dari semua pihak -dalam hal ini- Menpora dan PSSI- untuk sama-sama berpikir jernih agar memiliki visi dan misi yang sejalan serta sepaham.

5. Kami, Bobotoh Persib Bandung, menuntut Menpora mencabut pembekuan PSSI agar persepakbolaan Indonesia bisa kembali berkiprah dipercaturan sepak bola internasional.

6. Kami, Bobotoh Persib Bandung, menuntut agar PSSI segera mereformasi diri agar bersih dari intrik-intrik pengurus yang korup dan berkepentingan politik.

7. Kami, Bobotoh Persib Bandung, menuntut agar kompetisi persepakbolaan di tanah air segera bergulir sesuai dengan aturannya.

Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengungkapkan, pihaknya akan melakukan perubahan besar dalam waktu dekat untuk membenahi persepakbolaan di Indonesia. Menurut Menpora, permasalahan yang terjadi di FIFA, dan mundurnya Sepp Blatter sebagai presiden induk organisasi sepakbola dunia, merupakan momentum untuk mereformasi besar-besaran.

imam nahrawi-janjikan-perubahan-untuk-pssi

“Ini kesempatan pertama bagi saya untuk menyampaikan pandangan saya terkait beberapa persoalan. Yang paling terakhir kita dikejutkan dengan pengunduran diri presiden FIFA Sepp Blatter, dan ada beberapa orang yang ditangkap di Singapura terkait mafia bola. Adanya mafia sepakbola harus kita dalami lebih secara hukum, termasuk yang ada di Indonesia,” tutur Menpora di laman Kemenpora.

“Beberapa bulan ke depan akan ada perubahan besar-besaran, restrukturisasi di Indonesia untuk sepakbola Indonesia. Statuta FIFA bukan panduan sempura yang harus ditakuti, bangsa indonesia tidak boleh takut, Pemerintah Indonesia akan melakukan pembenahan.”

“Terlihat bantuan FIFA dalam bentuk program, dan uang rawan disalahgunakan. Karena itu, butuh transparansi, termasuk di dalam tubuh PSSI. Ini momentum sangat baik agar terjadi reformasi besar-besaran di tubuh FIFA, dan sepakbola Indonesia.”