Sevilla Raih Gelar Juara Liga Europa Dua Kali Berurutan!

Sevilla mengamankan gelar juara Liga Europa dua kali berurutan setelah menang 3-2 atas Dnipro. Klub asal Spanyol tersebut berhasil mempertahankan gelar juara setelah memenangkannya di musim lalu.Sevilla keluar sebagai kampiun Liga Europa setelah menang 3-2 atas Dnipro Dnipropetrovsk, Kamis (28/5) dini hari tadi, di Warszawa.

carlos-bacca-sevilla-uefa-europa-league

Los Nervionenses sebenarnya sempat tertinggal lebih dulu setelah dibobol Nikola Kalinic di menit awal. Namun mereka berhasil unggul setelah satu gol Gregorz Krychowiak dan sepasang gol Carlos Bacca menyegel kemenangan.

Babak Pertama

Peluang pertama didapatkan oleh Sevilla, namun mereka lengah dan kebobolan di menit ketujuh oleh Dnipro lewat serangan balik. Nikola Kalinic mengoper bola pada Matheus Nascimento, lalu berlari ke kotak penalti dan menunggu umpan lanjutan. Matheus pun melambungkan bola, seiring Kalinic menanduknya melewati Sergio Rico.

Tertinggal satu gol, Sevilla coba membangun ulang serangan. Keberuntungan berpihak pada mereka ketika Dnipro melakukan pelanggaran di dekat kotak penalti. Tendangan Jose Antonio Reyes mampu ditepis, tapi tendangan sudut yang dilahirkan malah memberikan peluang pada Sevilla. Gregorz Krychowiak berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang dan menyamakan kedudukan.

Tiga menit kemudian, Sevilla membalikkan keadaan dan unggul. Reyes menyajikan umpan cantik pada Bacca, yang langsung melewati Boyko dan menggulirkan bola ke gawang yang tak dijaga siapapun. Pertahanan Dnipro yang terbilang kokoh ternyata mampu dikoyak oleh Sevilla.

Adapun di tengah kondisi seperti ini Dnipro mampu mencetak gol keempat alias gol penyama kedudukan. Kali ini merupakan tendangan bebas dari Ruslan Rotan. Bola dilambungkan dengan kencang ke gawang Sevilla dan Rico tak mampu menjangkaunya. Skor kembali imbang dan laga memasuki jeda paruh pertama.

Babak Kedua

Laga diawali dengan transaksi serangan dan penguasaan bola. Kedua tim sama-sama tak mau kecolongan lagi, tapi Sevilla mampu memberikan ancaman yang lebih berarti dan mampu membuat Dnipro khawatir.

Tandukan Mbia misalnya, yang menyambut sepak pojok Ever Banega di pertengahan paruh kedua. Gelandang tersebut berhasil melampaui lompatan lawannya, namun tandukannya masih belum mampu mengarah ke gawang.

Kendali permainan pun Sevilla ambil alih seiring berjalannya waktu. Bacca secara konsisten merusak barisan belakang Dnipro dan masuk tiba-tiba ke kotak penalti. Tak disangka, usahanya tersebut kembali membuahkan gol untuk Sevilla.

Kali ini umpan Vitolo mengarah tepat kepada dirinya yang berada di dalam kotak penalti. Penyerang Kolombia tersebut langsung melepaskan sepakan kaki kiri yang bertenaga tanpa sempat dijangkau oleh Boyko. Sevilla kembali unggul dan selangkah lagi untuk jadi tim tersukses di Liga Europa.

Bacca nyaris menggandakan keunggulan ketika ia berhasil mencuri peluang di dalam kotak penalti. Umpan silang yang diarahkannya ditanduk dengan tepat ke gawang Dnipro. Beruntung, kali ini Boyko mampu bereaksi cepat dan membelokkan bola.

Dnipro coba menyamakan kedudukan jelang bubaran, tapi peluit panjang dibunyikan tepat sebelum ada gol tambahan tercipta. Sevilla berhasil mengamankan gelar juara keempat mereka.

Susunan Pemain

Dnipro : Boyko; Fedetskiy, Douglas, Cheberyachko, Matos; Fedorchuk, Kankava; Konoplyanka, Rotan, Matheus; Kalinic

Sevilla : Rico; Vidal, Kolo, Carrico, Tremoulinas; Krychowiak, Mbia; Reyes, Banega, Vitolo, Bacca

Bek andalan Sevilla yang ambil bagian dalam keberhasilan di Liga Europa pada dua musim terakhir, Daniel Carrico, mengaku agak sulit menjelaskan rahasia kesuksesan timnya.

“Sulit mengatakannya, karena pertama kali Sevilla menjuarai turnamen ini, kami melakukannya dua kali. Kini kami mengulanginya dan hal itu sulit dipercaya,” tutur Carrico pada Goal.

Pemain asal Portugal itu kemudian menyinggung dukungan suporter Sevilla yang disebutnya luar biasa. “Mereka luar biasa! Ketika Anda bermain di Sevilla, Anda akan paham artinya bermain untuk klub ini. Mereka juga gila! Anda harus melihat langsung, setidaknya sekali saja, untuk tahu cara mereka membantu kami memenangkan pertandingan.

“Kadangkala kami kalah, tapi mereka tak pernah berhenti menyanyi. Kami hanya ingin menang untuk mereka. Kami melalui 34 laga kandang musim ini tanpa pernah kalah. Dari situ Anda bisa nilai seberapa pentingnya suporter kami,” ujarnya antusias.

Unai Emery disebut sebagai kunci sukses Sevilla dalam dua musim terakhir

Berbicara lebih jauh, Carrico, lantas bisa menelaah dan menyebut pelatih timnya, Unai Emery, sebagai kunci utama kesuksesan Sevillistas Rojibalncos. “Ya, saya rasa dialah [Emery] kunci kesuksesan Sevilla. Dia adalah pemimpin kami dan pelatih yang sangat penting. Saya berharap ia bertahan musim depan, meski memang sulit karena dirinya adalah salah satu pelatih terbaik dunia.”

Bersama rekan-rekannya, Carrico pun berharap pelatih berusia 43 tahun itu tetap memimpin mereka musim depan.
“Kesuksesan kami melangkah ke Liga Champions musim depan semoga bisa menahannya untuk pergi. Kami akan mencoba! Karena tak ada yang bisa menolak untuk memimpin sebuah tim di ajang sekelas Liga Champions,” imbuh pemain berusia 26 tahun itu, sembari paham jika Emery tengah diincar AC Milan. Dengan segala kemungkinan yang bisa terjadi di jeda kompetisi, kita nantikan saja kisah lanjutan romantisme Emery dan Sevilla.