Resmi, PSSI Dijatuhi Sanksi Oleh FIFA!

FIFA akhirnya benar-benar menjatuhkan sanksi pada PSSI. Federasi sepakbola tertinggi dunia tersebut resmi menjatuhkan sanksi kepada PSSI. Sanksi dari FIFA ini berlaku hingga waktu yang tidak ditentukan. Meskipun demikian, Timnas Indonesia U-23 yang akan berjuang di SEA Games 2015 tetap diizinkan bermain.

Dijelaskan di dalam surat tersebut, FIFA menjatuhkan sanksi akibat SK Pembekuan kepada PSSI oleh Kemenpora. Sanksi pembekukan oleh FIFA akan terus berlanjut, kecuali semua poin di bawah ini dipenuhi.

1. Exco PSSI dikembalikan fungsinya untuk menangani PSSI secara independen tanpa gangguan pihak ketiga, termasuk dari Kemenpora.
2. Tanggung jawab kelola timnas dikembalikan ke PSSI.
3. Tanggung jawab kompetisi PSSI dikembalikan ke otoritas PSSI
4. Semua klub yang punya lisensi di bawah regulasi lisensi PSSI diperbolehkan bermain di kompetisi yang digelar PSSI.

Sanksi itu akan dicabut oleh federasi yang dipimpin oleh Sepp Blatter itu jika pemerintah Indonesia dalam hal ini Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi segera mencabut intervensi pemerintah dengan mencabut pembekuan terhadap federasi sepak bola Indonesia yakni PSSI.

Wakil Ketua Umum PSSI Hinca Pandjaitan yang saat ini masih berada di Zurich Swiss menyatakan kesedihannya atas keputusan ini. “Komite Eksekutif FIFA mencatat bahwa Timnas Indonesia berkompetisi di SEA Games 2015 di Singapura. Dengan dasar yang luar biasa, meskipun di tengah sanksi, Komite Eksekutif FIFA memutuskan bahwa Timnas Indonesia boleh terus melanjutkan partisipasi di SEA Games hingga partisipasi mereka berakhir,” bunyi sepenggal kutipan surat dari FIFA.

”Sangat menyedihkan bagi kami yang ada di Swiss. FIFA sudah memastikan bahwa negara kita tercinta akan disanksi FIFA sampai waktu yang tidak ditentukan,” ujar Hinca Sabtu (30/5/2015).

Akibat sanksi ini, semua klub Indonesia dilarang berpartisipasi di pentas Internasional di bawah FIFA atau AFC. Sementara khusus untuk Timnas Indonesia, masih diperbolehkan bermain di SEA Games di Singapura hingga turnamen berakhir. Tetapi itu akan menjadi turnamen internasional terakhir timnas di saat sanksi FIFA masih berlaku.

Pemerintah bersikukuh sanksi Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) bisa dijadikan langkah membangun sepakbola Indonesia. Sebaliknya, pelaku sepakbola justru menilai hukuman dari FIFA berpotensi memperuncing permusuhan di antara anak bangsa. Pelatih Arema Cronus Suharno mempertanyakan apakah dengan adanya sanksi FIFA bisa mengurai persoalan sepakbola Indonesia. Pertanyaan tersebut yang menjadi kekhawatiran terbesar sejak pemerintah dalam hal ini Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengeluarkan SK Pembekuan PSSI.

“Semakin runcingnya permusuhan itu yang kami khawatirkan. Selama ini ada kesempatan menyelesaikan masalah dengan duduk bersama, tapi sulit dilakukan. Sudah dipertemukan oleh Wapres, tetap saja situasi tak membaik,” papar Suharno di Malang, Jumat (29/5/2015).

Suharno juga belum bisa meraba bagaimana dampak bagi insan sepakbola dengan adanya sanksi FIFA. Namun yang langsung menjadi korban adalah karier pemain dan pelaku sepakbola lainnya. Usai sanksi FIFA, semua pihak justru saling menyalahkan atau berseberangan satu sama lain. Seandainya situasi tersebut terjadi, maka dipastikan sulit bagi Indonesia melunturkan hukuman FIFA dalam tempo cepat.

“Bagi saya pribadi pasti tidak ingin ada sanksi apa pun dan bersama-sama menyelesaikan persoalan ini. Sekarang bola ada di kaki Menpora, kalau memang sampai batas waktu tidak ada upaya menghindari sanksi, ya semua akan menanggung akibatnya,” urai Suharno. Ancaman sanksi FIFA saja sudah memberikan efek psikologis cukup besar pada semua elemen. “Semua takut nanti situasinya akan jauh lebih buruk. Semuanya merasakan, mulai pemain, pelatih, manajemen, serta semua yang terkait dengan sepakbola,” bebernya. Sekarang sudah dijatuhkan sanksi FIFA, lalu bagaimana kelanjutan kompetisi, pelatihan, dan segala kegiatan persepakbolaan Indonesia kedepan? yang pasti harus dicarikan solusi yang benar-benar nyata dan butuh kesadaran dari semua pihak agar dapat menemukan jalan terbaik untuk semua ini. Viva Sepakbola Indonesia!

Kepo Update Berita Bola:

Sanksi FIFA