Madrid Pecat Carlo Ancelotti, Benitez Penggantinya

Real Madrid akhirnya mengumumkan keputusan untuk memecat Carlo Ancelotti dari posisi pelatih. Kendati sukses mempersembahkan empat trofi pada 2014, termasuk La Decima yang sudah lama menjadi impian klub, kinerja pria Italia itu dinilai mengecewakan akhir musim ini. El Real tereliminasi di 16 besar Copa del Rey, disingkirkan Juventus di semi-final Liga Champions, dan harus mengakui keunggulan Barcelona dalam perburuan mahkota juara La Liga.

Kini, sesuai spekulasi yang telah lama beredar, Madrid memberikan konfirmasi bahwa mereka telah berpisah dengan Don Carletto. “Dewan direksi telah mengambil keputusan untuk melepas Carlo Ancelotti,” ujar presiden Florentino Perez dalam konferensi pers.

“Ini keputusan yang sangat sulit, tapi kami tidak datang ke Real Madrid untuk membuat keputusan-keputusan mudah, tapi kami meyakini ini yang terbaik.”

“Ancelotti telah memenangi rasa cinta dari dewan direksi dan fans. Menjadi bagian sejarah dengan memenangi La Decima. Saya ingin berterima kasih kepada Ancelotti untuk kinerjanya selama dua tahun ini.”

Ancelotti sebelumnya dikait-kaitkan dengan kemungkinan kembali menukangi AC Milan, tapi ia menegaskan rencana untuk cuti dari dunia kepelatihan selama setahun untuk menjalani operasi penyakit cervical stenosis yang memengaruhi respons tangannya, dan berencana beristirahat di Kanada.

Melihat pelatihnya dipecat, beberapa pemain Los Blancos dikabarkan menangis mendengar keputusan yang disampaikan langsung oleh Presiden Florentino Perez. Pernyataan itu disampaikan agen Ancelotti, Ernesto Bronzetti, yang mengatakan bintang Madrid tak kuasa menahan tangis atas keputusan tersebut. Sejatinya wajar personel Los Merengues bersedih saat Don Carletto –sapaan akrab Ancelotti—harus meninggalkan Santiago Bernabeu.

ancelotti-dipecat-pemain-madrid-menangis

Pelatih 55 tahun itu dikenal sebagai sosok yang bisa membimbing skuad asuhannya dengan baik layaknya hubungan antara orang tua dan anak. Berkat pendekatan itulah, mantan pelatih Chelsea tersebut berhasil mengeluarkan performa terbaik tim dan ujung-ujungnya hampir selalu meraih hasil optimal di setiap pertandingan.

Sejatinya prestasi Ancelotti bersama Madrid tak terlalu buruk musim ini. Ia berhasil membawa Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan meraih trofi Piala Dunia Antarklub. Selain itu, allenatore asal Italia itu juga sukses mempersembahkan trofi Liga Champions kesepuluh (La Decima) yang sudah 11 musim tak diraih Los Blancos pada musim lalu. Bronzetti juga menambahkan, sang klien memilih rehat semusim ketimbang melatih AC Milan seperti yang dirumorkan belakangan ini. Keputusan itu diambil Ancelotti karena ia ingin fokus menyembuhkan cedera punggung yang dialaminya dalam beberapa tahun terakhir.

“Ancelotti akan mengambil cuti selama semusim. Selain itu, tim juga prihatin dan bahkan beberapa pemain menangis ketika pengumuman itu dibacakan,”. Berikut adalah infografis statistik tim selama Carlo Ancelotti menangani Real Madrid:

carlo-ancelotti-statistik-real-madrid

Bos Napoli, Rafael Benitez, menjadi kandidat favorit untuk menjadi suksesor Don Carletto. Hal tersebut diungkapkan Ernesto Bronzetti selaku agen FIFA, yang menyebutkan juru taktik asal Spanyol itu 99 persen akan menjadi pelatih anyar Los Blancos.

“Ya benar, hampir bisa dipastikan dirinya yang akan menjadi pelatih baru Real,” klaimnya pada RAI Sport saat ditanya mengenai kemungkinan penujukkan Benitez.

Benitez sendiri pernah menangani tim satelit Madrid di awal karier kepelatihannya, sebelum merambah ke luar negeri dan sempat meraih kesuksesan bersama Liverpool. “Rafa dulu pemain Real Madrid [dia membela tim Castilla pada 1974-81], dia berasal dari Madrid dan pernah menjadi pelatih tim B mereka, jadi saya ragu akan ada yang tidak senang dengan sejarah tersebut,” kata Quillon.