Dari Zurich Pengembangan Kasus Korupsi FIFA Menuju ke Markas Concacaf di Miami

MIAMI – FBI bergerak cepat menelusuri dugaan korupsi yang ada dalam tubuh FIFA atau federasi tertinggi sepakbola dunia. Kini penelusuran mereka menjalar ke markas Concacaf yang berbasis di Miami.

Beberapa jam sebelumnya, pihak keamanan Swiss dibantu dengan FBI telah menangkap sembilan pejabat FIFA dengan tuduhan berbeda. Selain itu, ada juga pejabat FIFA yang diduga melakukan pemerasan dan penyuapan. Empat dari pejabat tersebut berafiliasi dengan Concacaf atau asosiasi sepakbola Amerika Tengah dan Karibia, termasuk wakil Presiden FIFA yang juga Presiden Concacaf, Jeffrey Webb. Bagi Jaksa Agung Loretta Lynch, hukuman telah menanti jika para pejabat FIFA tersebut benar bersalah.

Dalam laporan Miami Herald, Kamis (28/5/2015), belum diketahui dengan jelas berapa suap yang telah melibatkan pejabat FIFA tersebut. Tapi kemungkinan mencapai jutaan dolar. Jika terbukti bersalah, maka setiap pejabat dikenakan sanksi berupa hukuman 20 tahun penjara.

“Penyelidikan kami akan melihat area yang luar dari perilaku. Korban utama adalah sepakbola dalam garis besarnya,” ucap Kelly T.Currie, selaku Jaksa wilayah New York Timur. Empat pejabat FIFA yang dituduh korupsi akhirnya mengaku bersalah. Salah satunya datang dari Chuck Blazer, yang membenarkan tuduhan korupsi yang menjurus kepadanya.

Seperti dilansir Sportmole, Kamis (28/5/2015), Blazer yang merupakan mantan pejabat FIFA, bersama dengan Daryan Warner, Warner Daryll, dan Jose Hawilla telah mengaku bersalah atas tuduhan yang diajukan oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat.

Daryan Warner dan Darryl Warner merupakan anak dari mantan wakil presiden FIFA Jack Warner, yang juga telah didakwa. Namun, pria berusia 57 tahun sudah mengaku tidak bersalah.

Sebelumnya, tujuh pejabat FIFA ditangkap oleh pihak keamanan Swiss di Zurich pada Rabu pagi waktu setempat. Pihak keamanan Swiss dibantu oleh FBI atas permintaan Kementerian Kehakiman Amerika Serikat.

Setelah ditelusuri, ternyata ada 10 pejabat FIFA yang ditangkap dengan alasan berbeda. Para pejabat FIFA akan diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menjalani proses hukum berikutnya.

Korupsi tersebut mengarah ke drawing Piala Dunia 2018 yang dimenangkan Rusia dan 2022 di mana Qatar terpilih menjadi tuan rumah.