Ini Dia Ramuan AS Roma Untuk Hentikan Bayern Munich – Liga Champions

Hampir semua pihak menyatakan akan ada wajah baru dari Roma saat meladeni Bayern Munich di Allianz Arena dinihari nanti.

Pendapat itu muncul setelah Roma babak belur di matchday ketiga Grup E dua pekan lalu, setelah dipermak Bayern dengan skor telak 7-1 di Olimpico.

“Saya berjanji kalian akan menyaksikan Roma yang berbeda di Allianz Arena,” demikian pernyataan pemilik Roma James Pallotta beberapa waktu lalu.

Kubu Bayern juga memprediksi demikian. Juan Bernat dan David Alaba yakin Roma sudah banyak belajar dari kekalahan sebelumnya dan akan menampilkan permainan yang berbeda di Allianz Arena.

Bukan tanpa alasan, Rudi Garcia sendiri juga menyatakan Roma yang dipimpinnya dua minggu lalu sudah salah memainkan strategi bermain. Itu berarti akan ada perubahan cara bermain yang akan diterapkan.

Tapi, melihat kans Roma meraih sukses di kandang Bayern mungkin kecil, tapi peluang itu tetap ada. Beberapa ide di bawah ini bisa jadi mewujudkan asa Roma meraih angka di Munich dinihari nanti.
PEMAIN TEPAT DI POSISI YANG TEPAT

Hal ini tak terlihat saat Roma dibantai 7-1 di Olimpico dua pekan lalu, juga saat ditumbangkan Napoli di San Paulo di akhir pekan.

Dengan Bayern memiliki barisan pemain menyerang yang andal di sejumlah lini, akan sangat penting buat Rudi Garcia menempatkan pemain yang tepat di posisi yang juga tepat untuk meredam serangan lawan.

Di sektor pertahanan, Kostas Manolas harus memegang kendali koordinasi dengan Daniele De Rossi menjadi andalan di sektor tengah bertahan. Keduanya akan memegang peran krusial untuk meredam Bayern.

Sementara di lini depan, mengganti Francesco Totti dengan Mattia Destro, yang memiliki kecepatan bisa menjadi alternatif yang bagus dengan Miralem Pjanic bertindak sebagai penyalur bola ke pertahanan lawan.
UBAH FORMASI

Jika Roma biasa memainkan skema permainan 4-3-3, khusus melawan Bayern yang dominan dalam hal penguasaan bola dan permainan sayap, sepertinya Rudi Garcia harus menyesuaikan diri jika tak ingin kembali dipermak.

Memainkan skema bermain 4-5-1 bisa menjadi alternatif dengan memperkuat sektor tengah, namun tidak mengabaikan kemungkinan melakukan serangan cepat.

Dengan skema ini, De Rossi dan Radja Nainggolan bisa dipasang sebagai gelandang bertahan, sementara Pjanic, Iturbe dan Gervinho diperbantukan memperkuat sektor tengah dengan menutup pergerakan pemain cepat Bayern saat dalam posisi tertekan.

Alternatif lain dengan mengganti Pjanic dengan Seydou Keita, yang berarti akan ada tiga gelandang jangkar di tengah selain De Rossi dan Nainggolan. Hanya saja, formasi ini bisa memengaruhi sektor depan karena aliran bola ke lini serang akan sedikit terhambat mengingat karakter tiga pemain tengah yang ada.

Saat menyerang, mengandalkan Mattia Destro yang memiliki kecepatan akan lebih menguntungkan ketimbang memainkan Francesco Totti yang mulai lambat.
UBAH STRATEGI

Mengubah formasi berimbas pada strategi bermain yang akan diterapkan. Rudi Garcia menyadari kesalahannya saat pertemuan pertama, di mana timnya bermain terlalu terbuka dan tak memperkuat sektor tengah. Tak salah jika kemudian gawang mereka menjadi bulan-bulanan Bayern.

Di Allianz Arena, Rudi Garcia tahu dirinya tak bisa meladeni Bayern dengan permainan terbuka. Kapabilitas pemain Bayern untuk terus menekan dan memaksa pemain lawan membuat kesalahan harus diantisipasi dengan permainan cepat tapi dinamis.

Memaksimalkan potensi Gervinho, Iturbe dan mungkin Florenzi bisa menjadi pilihan karena ketiganya memiliki kecepatan dan kemampuan penetrasi ke pertahanan lawan. Namun harus diwaspadai pula, barisan gelandang bertahan tak boleh kehilangan fokus karena merekalah yang menjadi aktor utama Roma untuk menyeimbangkan tim.